Lanjut ke konten

Ssssttt… Tabrak Belakang Ternyata Paling Banyak

25 Februari 2015

poster_konsentrasi_kopcau7

BENERAN. Gara-gara ngelamun alias bengong, saya pernah nyium bemper belakang mobil orang. Sekalipun gak terlalu keras, insiden itu cukup mengganggu pikiran.

Insiden tidak menimbulkan korban cedera, hanya menimbulkan sedikit goresan di bember. Maklum, ciumannya pakai roda depan sepeda motor dalam kecepatan sekitar 40 kilometer per jam (kpj).

Setelah dipikir-pikir, memang benar bahwa konsentrasi saat berkendara adalah harga mati. Maksudnya, kita para pengemudi mutlak untuk berkonsentrasi. Sedangkan kata kunci untuk konsentrasi ada pada fokus dan waspada. Tanpa kedua aspek tadi konsentrasi bisa buyar.

Dalam Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), setiap pengemudi diwajibkan berkonsentrasi. Siapa saja yang melanggar bisa dikenai sanksi penjara maksimal tiga bulan. Atau, denda maksimal Rp 750 ribu.

Tabrak depan-belakang, seperti yang terjadi pada saya sekitar tujuh tahun lalu ternyata masuk kategori jenis kecelakaan paling banyak. Untuk di wilayah Polda Metro Jaya yang mencakup Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek), tabrak depan-belakang menempati nomor wahid. Contohnya pada 2014. Saat itu, sumbangan tabrak depan-belakang menyumbang 21,64%. Angka itu di posisi teratas dari berbagai jenis kecelakaan lainnya.

Setiap hari ada empat kasus kecelakaan tabrak depan-belakang di Jakarta dan sekitarnya pada 2014. Bila dibandingkan dengan setahun sebelumnya turun tipis, yakni sekitar 3%.

Jenis kecelakaan terbesar kedua adalah tabrak depan-samping. Untuk jenis yang ini kontribusinya sekitar 19%. Setiap hari, rata-rata ada tiga kasus kecelakaan depan-samping.

Apa pun jenisnya, kecelakaan bisa merugikan banyak kalangan. Pastinya, kecelakaan menyakitkan bagi korban maupun sang pelaku. Khusus jenis tabrak depan-belakang, mengisyaratkan kita para pengemudi untuk benar-benar ekstra waspada saat berkendara. Jangan pertaruhkan keselamatan jiwa hanya untuk melakukan aktifitas yang justeru bisa berujung sia-sia. (edo rusyanto)

2 Komentar leave one →
  1. 25 Februari 2015 12:55

    Tabik Mbah Edo, kalau aku justru kejadian hilang konsentrasi selalu saat jalan santai, jadi cenderung mata jelalatan liat kanan kiri, ngelamun akhirnya malah ngantuk.

  2. 1 Maret 2015 09:06

    Reblogged this on Suetoclub's Blog.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: