Skip to content

Lima Tahun, Nyaris Empat Juta Motor Geruduk Jakarta

23 Februari 2015

bus kenpri dan motor di jakarta

BISNIS sepeda motor di Jakarta dan sekitarnya masih cukup legit. Bayangkan, dalam empat tahun terakhir nyaris empat juta unit yang masuk ke Ibu Kota Republik Indonesia tercinta ini.

Dalam rentang 2011-2015, rata-rata per hari sepeda motor yang menggerojok Jakarta tak kurang dari 2.400 unit. Itu pun dengan catatan, untuk tahun 2015 baru memakai data Januari.

Tampaknya sepeda motor masih menjadi kendaraan favorit bagi warga Jakarta dan sekitarnya. Sebuah survey menyebutkan bahwa mayoritas pergerakan warga kota untuk berangkat kerja mayoritas menggunakan sepeda motor. Hasil survey Jabodetabek Urban Transportation Policy Integration (JUTPI) tahun 2010 itu menegaskan bahwa 48,7% pergerakan warga memakai sepeda motor. Padahal, pada 2002, penggunaan sepeda motor baru sekitar 21,2%. Artinya, penggunaan sepeda motor melonjak lebih dari 100%.

Banyak yang menilai bahwa peningkatan pendapatan perkapita mendorong kepemilikan kendaraan bermotor termasuk sepeda motor. Artinya, bila penjualan sepeda motor di Jakarta dan sekitarnya terus meningkat dalam lima tahun terakhir juga mencerminkan peningkatan daya beli masyarakatnya.

Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi) memperlihatkan adanya lonjakan penjualan sepeda motor di Jakarta dan sekitarnya. Bila pada 2011 total penjualan motor di wilayah itu sekitar 625 ribuan unit, tahun 2014 sudah menyentuh 1,1 juta unit. Data itu menyebutkan, terjadi lonjakan sekitar 78% dalam rentang waktu tersebut.

Oh ya, Jakarta menyumbang sekitar 14% terhadap total penjualan sepeda motor anggota Aisi tahun 2014. Tahun itu, total penjualan anggota Aisi mencapai sekitar 7,9 juta sepeda motor.

Meruyaknya sepeda motor tak bisa terlepas dari kebutuhan transportasi warga kota. Si roda dua ini dianggap mangkus dan sangkil bila dibandingkan dengan angkutan umum yang ada. Kuda besi dianggap bisa memenuhi kebutuhan untuk bergerak dari satu titik ke titik yang lain (pont to point). Di sisi lain, sistem pembiayaan atau mekanisme pembayaran ikut menopang keterjangkauan konsumen kepada sepeda motor. Peran lembaga multifinance amat menonjol hal itu bisa dilihat dari nyaris 90-an% pembelian sepeda motor memakai sistem kredit via multifinance.

Saking mangkus dan sangkilnya, pergeseran penggunaan angkutan umum ke sepeda motor amat drastis. Survey JUTPI menyebutkan bahwa pada 2002 penggunaan bus sebagai angkutan umum masih sekitar 38,3%. Namun, pada 2010 menyusut menjadi sekitar 12,9%.

motor melonjak di jakarta_Page_06

Ironisnya sepeda motor juga memiliki risiko cukup tinggi jika dikaitkan dengan masalah kecelakaan lalu lintas jalan. Baik itu sebagai pelaku (menabrak) atau sebagai korban (ditabrak). Pada 2014, di wilayah Polda Metro Jaya keterlibatan sepeda motor mencapai sekitar 56% dalam kecelakaan di jalan.

Untuk urusan yang ini mesti menjadi perhatian kita semua. Terlebih korban kecelakaan mayoritas adalah usia produktif. Jakarta setiap hari kehilangan dua orang akibat kecelakaan di jalan. Belum lagi yang menderita luka-luka, setiap hari 60-an orang cedera akibat petaka di jalan raya. (edo rusyanto)

One Comment leave one →
  1. 23 Februari 2015 11:18

    tambah padet jakarta kang

    http://salim.id/2015/02/22/autoped-motor-scooter-skuter-pertama-buatan-1915-bro/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: