Skip to content

Melonjak, Anak di Bawah Umur Jadi Pelaku Kecelakaan

18 Februari 2015

poster28_anak pelaku_1

TAMPAKNYA kita perlu merenung sejenak. Setelah itu, kita bertindak lebih tepat sasaran.
Hal ini tidak terkait dengan sepak terjang para penengak hukum yang sedang saling mentersangkakan satu dengan yang lainnya. Ini persoalan yang tak kalah serius yang bernama kecelakaan lalu lintas jalan.

Ya. Bukan hanya serius, tapi juga bisa dibilang super serius. Bagaimana tidak, setiap hari rata-rata ada 70-an jiwa anak negeri yang menggelepar di jalan raya. Mereka tewas akibat kecelakaan lalu lintas jalan sepanjang 2014.

Nah, di Jakarta dan sekitarnya ada lagi persoalan yang semestinya menjadi perhatian kita semua. Sebuah persoalan yang tidak kalah seriusnya. Dia adalah soal meningkatnya jumlah anak-anak di bawah umur yang menjadi pelaku kecelakaan di jalan.

Pada 2014, menurut data Ditlantas Polda Metro Jaya jumlah anak di bawah umur yang menjadi pelaku kecelakaan melonjak 11,11%. Tahun itu, setiap lima hari ada satu anak di bawah umur yang memicu kecelakaan lalu lintas jalan.

Barangkali masih ada yang ingat bagaimana anak seorang artis kondang yang memicu kecelakaan di jalan tol. Kejadian pada Minggu dinihari 8 September 2013 itu menimbulkan tujuh korban tewas dan beberapa korban luka berat. Sang pelaku yang masih anak di bawah umur ini mengemudi mobil sedan dengan kecepatan tinggi. Buntut dari kecelakaan di Km 8+200 Tol Jagorawi, Jakarta Timur itu sang pelaku dituntut satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun plus denda Rp 50 juta atau subsider tiga bulan kerja sosial. Pelaku dituduh bersalah melanggar pasal 310 ayat 1, 3, dan 4 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Namun, akhirnya Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur memvonis bebas pelaku karena dianggap masih di bawah umur. Vonis pada Selasa, 16 Juli 2014 itu mengembalikan pelaku kepada orang tuanya.

Kembali soal pelaku kecelakaan anak di bawah umur di wilayah Polda Metro Jaya. Pada 2014, kontribusinya meningkat dari 1,46% menjadi 1,72%. Saat itu, jumlah total pelaku kecelakaan tercatat sebanyak 4.644.

Melihat data tersebut bisa saja ditarik keseimpulan bahwa anak-anak di bawah umur yang berkendara di jalan raya rentan terlibat kecelakaan. Ironisnya, rentan menjadi pelaku kecelakaan seperti kasus anak artis kondang di atas.

Anak-anak di bawah umur memang masih menjadi tanggung jawab orang tua. Para orang tua mesti mati-matian memproteksi sang anak agar tidak menjadi pelaku kecelakaan di jalan. Barangkali salah satu caranya adalah dengan tidak mengizinkan mereka wira-wiri di jalan raya sambil mengemudi.

Pada 2014, selain kelompok usia 1-15 tahun yang mencatat peningkatan jumlah pelaku adalah rentang usia 22-30 tahun. Di kelompok usia muda ini tercatat kenaikan sekitar 9,8% menjadi rata-rata lima orang per hari.

Entah karena kelompok usia muda ini yang paling banyak menggunakan kendaraan bermotor sehingga pelaku kecelakaan banyak dari kelompok ini. Atau karena anak muda masih mengikuti emosi yang bergelora sehingga merusak konsentrasi sehingga memicu kecelakaan. Memang butuh penelitian lebih jauh soal kedua asumsi itu. (edo rusyanto)

Iklan
2 Komentar leave one →
  1. ninja rider permalink
    19 Februari 2015 00:10

    pertamax di warung mbah edo

  2. 1 Maret 2015 09:07

    Reblogged this on Suetoclub's Blog.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: