Lanjut ke konten

Macet, Kecelakaan Lalu Lintas Turun?

13 Februari 2015

IMG-20150128-03990

SUATU siang di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Pria bertubuh tinggi tegap menyalami saya. Dialah Komisaris Besar (Kombes) Polisi Restu M Budianto yang saat itu menjabat Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

“Tapi, hari ini adalah hari terakhir saya sebagai Dirlantas. Selanjutnya saya diminta memimpin Sekolah Brimob di Jawa Timur,” ujar pria penyuka olah raga sepeda motor trail itu saat berbincang dengan saya, di Jakarta penghujung Desember 2014.

Saat itu, kehadiran Restu M Budianto adalah untuk memberikan pengarahan kepada para pemenang Safety Campaign Award (SCA) 2014. Ajang yang digelar Adira Insurance dan Road Safety Association (RSA) Indonesia itu diikuti oleh puluhan kelompok pengguna sepeda motor di Jakarta dan sekitarnya. Inilah ajang untuk memberikan penghargaan bagi kelompok pengguna sepeda motor yang aktif mengkampanyekan keselamatan jalan.

Peran kelompok masyarakat ini diharapkan mampu ikut menekan angka kasus kecelakaan dan tentu saja fatalitasnya. Mereka gencar melakukan kampanye road safety, baik itu ada ajang SCA maupun tidak ada ajang SCA. Langkah mereka tidak sia-sia. Di wilayah Polda Metro Jaya yang mencakup Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek) pada 2014, mencatat penurunan kasus dan fatalitas kecelakaan.

Tahun 2014, kasus kecelakaan turun sekitar 8%, sedangkan fatalitas turun sekitar 6%. Saat itu, hari terjadi sekitar 16 kasus kecelakaan dan dua orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas jalan.

Saya optimistis, gencarnya kampanye road safety yang digulirkan kelompok tersebut ikut andil dalam penurunan kasus kecelakaan.

“Kecelakaan turun karena tingginya kemacetan lalu lintas jalan,” sergah Restu M Budianto.

Wah, lalu lintas jalan macet, maka kecelakaan bisa “hilang”? Tapi, kecelakaan di area kemacetan aja kan? Kalau di luar kemacetan tersebut bagaimana?

Tingkat kemacetan lalu lintas jalan di Jakarta dan sekitarnya boleh dibilang terus meningkat. Hal itu jika kita mengukurnya dari tingkat laju kendaraan per jam. Misalnya, pada jam-jam sibuk dari Cilandak, Jakarta Selatan ke Monas, Jakarta Pusat, pada 2000 masih bisa 19,2 kilometer per jam (kpj). Namun, tahun 2011 anjlok menjadi 9,4 kpj. Artinya, kian macet dong yah?

survey penggunaan kendaraan di jakarta_Page_04

Kemacetan pun terkonfirmasi ketika melihat data indeks Stop-Start (setop-jalan) dari Castrol Magnatec. Per tahunnya, jumlah Stop-Start di Jakarta mencapai 33.240 kali. Paling banyak dibandingkan dengan jumlah Stop-Start 77 negara lain. Jakarta menjadi kota paling macet di dunia.

Maklum saja, wilayah Polda Metro Jaya dihuni tak kurang dari 16 juta kendaraan bermotor. Dari jumlah tersebut sekitar 12 jutanya adalah sepeda motor.

Balik lagi soal kemacetan menurunkan angka kecelakaan lalu lintas jalan. Kalau dipikir-pikir, pernyataan pihak kepolisian itu rada gimana gitu. Masa sih untuk menurunan kecelakaan mesti menciptakan kemacetan di sana-sini. Walau, masih menimbulkan pertanyaan lain, bagaimana dengan tingkat kasus kecelakaan di luar area macet tadi? Bukankah kemacetan utamanya terjadi ada jam sibuk dan di area pusat kota?

Misal, bisa saja di jalur Jl Jenderal Sudirman-Jl MH Thamrin seorang pengendara terjebak kemacetan luar biasa. Namun, setelah melintasi daerah tersebut dan masuk ke daerah pinggiran Jakarta yang relatif lebih lancar, apakah tingkat kejenuhan dan keletihan akibat kemacetan tadi mengganggu konsentrasi? Memang perlu diteliti lebih dalam.

Tapi, faktanya, di wilayah Polda Metro Jaya, pada 2013, kasus kecelakaan tertinggi di wilayah Jakarta Timur. Kontribusi wilayah ini sebesar 26,04% terhadap total kasus kecelakaan di Jakarta. Angka itu setara dengan sekitar 2,12 kasus kecelakaan per hari. Sedangkan wilayah kedua terbesar adalah kawasan Jakarta Utara yang menyumbang 22,51% atau setara dengan sekitar 1,83 kasus per hari. (edo rusyanto)

2 Komentar leave one →
  1. 13 Februari 2015 14:33

    untuk menghitung indeks aja harus pakai data sponsor..
    kemenhub piye kabare..

    :mrgreen:

    • 15 Februari 2015 22:55

      Kemenhub lagi beres-beres loket di bandara Soetta :mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: