Skip to content

Tiga Aksi Heboh Sedan Buntung

11 Februari 2015

laka-lantas-sulsel-jazz

SETELAH Jakarta dan Makassar, kini pada 2015 muncul lagi kasus seruduk menyeruduk yang menghebohkan jalan raya Indonesia. Dua kasus sebelumnya terjadi pada 2012. Tiga aksi heboh itu kebetulan dilakukan oleh tiga mobil sedan buntung alias hatchback.

Banyak kasus kecelakaan yang melibatkan sedan buntung, tapi tiga aksi heboh ini cukup mendapat perhatian media massa karena melibatkan banyak orang. Setidaknya, cukup menghebohkan lantaran sosok pelakunya maupun aksinya yang tergolong ugal-ugalan.

1. Kasus Heboh Pertama

Aksi pertama terjadi saat pembukaan tahun 2012. Peristiwa di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu, 28 Januari 2012 itu mengakibatkan delapan orang luka-luka dari 15 orang yang ditabrak. Sang pengemudi, HRR, remaja berusia 14 tahunbaru saja belajar mengendara mobil di jalan raya.

Sang pengendara yang di bawah umur itu mengaku panik sehingga melaju terus ketika terlibat kecelakaan di titik pertama. Tabrakan bermula di Jl Baji Gau, dekat SMPN 3 Makassar. Lalu, tabrakan kedua terjadi di Jl Cendrawasih, dekat gereja Bukit Zaitun. Tak cukup sampai di situ, HR kembali menabrak orang di Jl Dangko, lalu menabrak kendaraan warga di Kompleks Hartaco. Aksi HRR baru berhenti setelah menabrak warga di Jl Dg Tata I.

Buntutnya, dia ditetapkan sebagai tersangka dan dikenai pasal 310 UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Walau, belakangan karena di bawah umur, pelaku tidak dipenjara. Justeru sang pelaku yang berusia 14 tahun itu lalu digadang-gadang untuk menjadi duta Lalu Lintas Polrestabes Makassar. Sekalipun akhirnya gagasan itu urung dilaksanakan.

Oh ya, saat peristiwa tabrakan yang menghebohkan itu terjadi sang pelaku niatnya sore itu hendak membeli ayam goreng. Pelaku nekat mengendarai mobil tanpa seizin orang tuanya.

2. Kasus Heboh Kedua

Seorang perempuan model menyerudukan mobil Honda Jazz merahnya kepada sejumlah pengguna jalan pada Kamis, 11 Oktober 2012 pagi. Mirip dengan di Makassar, kasus di Jakarta ini pun menyebabkan sejumlah pengguna jalan luka-luka, termasuk petugas kepolisian yang mencoba menghentikan aksinya.

Perempuan muda yang menjadi pengendara, Novi Amelia yang saat itu berusia 25 tahun, belakangan diketahui dalam pengaruh minum-minuman beralkohol. Sembilan bulan setelah kejadian, perempuan itu dituntut tujuh bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, pada Selasa 17 September 2013.

Pada Selasa, 7 Januari 2014, Novi divonis enam bulan penjara dengan masa percobaan satu tahun. Dia dikenai tuntutan pasal 310, UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Saat itu, mobil Honda Jazz merah B 1864 POP yang dikendarai Novi menabrak tujuh orang pengguna jalan di di Jalan Ketapang, Taman Sari, Jakarta Barat. Seluruh korban mengalami luka-luka. Sedangkan kendaraan yang ditabrak terdiri atas dua sepeda motor, satu mobil angkutan kota mikrolet, dan satu sepeda kayuh pedagang kopi.

Hal yang juga bikin heboh adalah saat kejadian petang itu sang pelaku berkendara dengan pakaian minim dalam kondisi stress.

3. Aksi Heboh Ketiga

Media massa memberitakan, sebuah mobil Honda Jazz warna hitam terlibat aksi seruduk menyeruduk di Bandung, Selasa, 10 Februari 2015. Kejadian yang berlangsung sekira pukul 15.30 WIB itu diberitakan berlangsung bak adegan film di televisi. Mobil menabrak pengendara sepeda motor lalu melarikan diri. Setelah itu, menabrak pengendara mobil dan masuk ke tempat parkir hotel yang selanjutnya juga menabrak mobil yang terparkir di hotel itu.

Itulah lokasi terakhir yang menghentikan aksi seruduk menyeruduk. Massa pun menghakimi sang pengendara yang ternyata lelaki berusia muda, yakni sekitar 30 tahun. Mudah ditebak, kemarahan massa pun diluapkan kepada mobil sang pelaku. Mobil jenis hatchback alias sedan tanpa buntut itu pun penyak-penyok dihajar massa.

“Pelaku tampaknya depresi,” papar seorang rekan saya di Bandung, Selasa malam.

Pelaku menabrak dua sepeda motor dan tiga mobil. Kita belum tahu bagaimana kelanjutan aksi heboh ini. Entah apakah pelaku akan mendapat vonis seperti kasus di Jakarta atau Makassar.

Tiga karakter pelaku yang berbeda-beda menjadi pembelajaran kita semua bahwa berkendara bukan urusan sepele. Berkendara butuh konsentrasi penuh. Kondisi depresi, stress, panik, atau mabuk amat mungkin menganggu konsentrasi.

Sedangkan untuk anak di bawah umur tentu saja belum patut mengendarai kendaraan bermotor. Tak heran jika perundangan yang berlaku saat ini mensyaratkan usia penerima Surat Izin Mengemudi (SIM) minimal berusia 17 tahun.

Tiga aksi heboh pengendara sedan buntung di atas mengajarkan kepada kita soal pentingnya berkendara yang aman dan selamat. Jika sudah terlibat kecelakaan lalu lintas jalan yang rugi bukan hanya diri sendiri, tapi tentu saja orang lain. Belum lagi jika terpaksa harus berurusan dengan masalah hukum. Semua bisa menjadi repot. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: