Skip to content

Berjuang Menembus Badai Hujan

9 Februari 2015

banjir jkt 2015 motor_ntmcpolri

SIANG ini melihat sebuah foto yang begitu membuat trenyuh. Beberapa pesepeda motor menembus banjir dan hujan yang mendera Jakarta. Maklum, sedari jam enam pagi hingga siang saat tulisan ini dibuat, Senin, 9 Februari 2015, Jakarta tak henti diguyur hujan.

Sejumlah lokasi di Jakarta, mulai dari Jakarta Selatan, Timur, Barat, Utara, hingga Pusat mulai digenangi air. Ketinggiannya bervariasi. Ada yang hanya tak lebih dari 10 centimeter (cm) hingga mencapai sebetis orang dewasa. Jakarta pun seakan lumpuh.

Di balik itu semua, kita para pesepeda motor butuh ekstra waspada ketika hujan terus menerus mendera kota tercinta. Para pesepeda motor yang gigih menembus badai dan hujan tentu punya alasan tersendiri. Mereka jatuh bangun, kepanasan hingga kedinginan oleh hujan demi mencari sesuap nasi. Mengais rezeki bagi anak dan isteri atau memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Mereka berjuang untuk hidup.

Di tengah itu semua, kita tahu bahwa curah hujan yang mengguyur tubuh bisa mempengaruhi konsentrasi manakala pandangan terganggu dan mulai menggigilnya sekujur badan. Air yang membasahi badan, kaki, tangan, hingga wajah, tentu bukan perlu disiasati agar tidak memperburuk situasi. Idealnya, ketika hujan deras tidak memaksakan diri untuk melaju di atas si kuda besi. Apalagi bila tidak melengkapi diri dengan jas hujan dan sepatu boot yang melindungi kaki dari rendaman air.

Ada seabrek hal yang mesti diperhatikan manakala sang pesepeda motor memaksakan diri melaju di bawah curah hujan. Apalagi data Korlantas Polri memperlihatkan, pada 2013, rata-rata terjadi dua kasus kecelakaan yang dipicu hujan.

Aspek-aspek yang perlu diperhatikan ketika hujan, khususnya bagi kita para pesepeda motor di antaranya adalah;

1. Jangan tergesa-gesa
Para pesepeda motor ada kecenderungan memacu kendaraannya lebih cepat saat menjelang turun hujan. Berdalih agar tidak terguyur hujan atau untuk mencari tempat berteduh, ada yang memacu kendaraannya tergesa-gesa. Hal ini bisa saja memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas jalan karena konsentrasi terganggu.

2. Kondisi fisik prima
Bermotor dalam kondisi fisik sakit, letih, lelah, atau seusai minum obat bakal mengganggu konsentrasi. Termasuk, mengurangi reflek dan pengambilan keputusan tepat ketika dalam kondisi kritis. Saat hujan turun, kondisi tersebut praktis bakal membuat tubuh menggigil. Jemari tangan dan kaki bisa keram, akhirnya, tidak bisa berkendara dengan baik.

3. Memakai jas hujan
Jas hujan yang ideal sebaiknya tidak menghambat gerak tangan, kaki, kepala, hingga seluruh tubuh ketika bersepeda motor. Jas hujan yang terdiri atas bagian celana dan bagian jaket bisa menjadi pilihan. Artinya, sebisa mungkin yang membuat tubuh rileks dan tidak tembus air. Selain itu, upayakan jas hujannya memiliki unsur yang bisa berpendar ketika terkena cahaya. Konsep ini bagian dari upaya terlihat dan melihat ketika berlalu lintas jalan.

4. Memakai sepatu boot
Sepatu berbentuk boot yakni yang menutupi bagian mata kaki serta terbuat dari bahan plastik, lebih melindungi jemari kaki dari rendaman air sehingga tidak kedinginan. Jika tidak menyiapkan sepatu boot, terpenting memakai sepatu ketimbang memakai sandal jepit atau tidak memakai alas kaki sama sekali.

5. Kondisi ban prima
Ban yang ulir luarnya masih cukup bagus akan berdaya cengkeram lebih baik di permukaan aspal. Karena itu, ban yang kembangnya sudah habis atau lazim disebut sudah botak, bakal menambah licin ketika bermotor. Terkait hal itu, juga diperhatikan tekanan angin ban agar dalam kondisi cukup. Tidak kempes maupun terlalu keras.

hujan di puncak bogor

6. Kondisi rem bagus
Bermotor dalam kondisi jalan licin tentu saja membutuhkan tingkat dan teknik pengereman yang tepat agar tidak mudah tergelincir. Setidaknya, dengan kondisi rem yang kanvasnya masih bagus atau keseluruhan fungsi rem dalam keadaan bagus, mengurangi potensi kecelakaan akibat tergelincir oleh jalan yang licin.

7. Lampu-lampu menyala
Lampu-lampu di sepeda motor agar dalam kondisi berfungsi atau menyala dengan baik. Mulai dari lampu utama, lampu rem, hingga lampu isyarat (sign). Dalam kondisi hujan, cahaya lampu utama membantu pengguna jalan lainnya untuk mengetahui kehadiran pemotor.

8. Waspada genangan air
Genangan air di jalan sulit diterka. Apakah dibawahnya ada lubang besar? Lubang kecil? Karena itu, sebisa mungkin ketika melihat genangan air yang mencurigakan ada lubang besar di bawahnya, untuk dihindari. Jika terpaksa, perlambat laju motor. Hal ini untuk menghindari pemotor terperosok dan risiko lebih fatal lainnya.

9. Hindari gundukan tanah di jalan
Timbunan tanah yang kena air hujan bisa menambah licin permukaan aspal. Karena itu, hindari melintas di atasnya atau melaju jangan terlalu cepat serta tidak melakukan pengereman mendadak. Risiko tergelincir bisa lebih besar. Kewaspadaan dan konsentrasi penuh menjadi mutlak.

10. Berteduh yang aman
Ini dia, berteduh. Hujan deras jangan memaksakan diri bermotor. Berteduh juga harus memilih tempat yang aman. Termasuk tidak mengganggu pengguna jalan lain. Saat berteduh, pastikan kendaraan kita dalam kondisi terkunci.

11. Dokumen dan ponsel diamankan
Dokumen seperti SIM, STNK, atau kartu ATM dan kartu kredit yang ada didompet serta ponsel sebisa mungkin tidak terkena air hujan. Masukan dalam plastik atau bungkus yang rapat di dalam tas. Tas ransel bagi pemotor biasanya memiliki lapisan pelindung yang bisa dibeli terpisah atau menyatu di tas ransel tertentu.

12. Helm anti embun
Helm jenis ini memiliki kaca khusus yang bebas dari risiko terjadinya embun akibat nafas di dalam helm. Ada jenis helm tertentu yang kacanya juga tidak menimbulkan butiran air sehingga pandangan tetap jernih. Sifatnya tambahan semata, terpenting memakai helm yang memiliki kaca di bagian wajah sehingga muka dan mata tidak pedih terkena air hujan.

13. Berdoa
Tentu saja senantiasa jangan pernah lupa untuk berdoa saat hendak berkendara.

Semoga tulisan ini berfaedah. Terpenting, tetap berkonsentrasi dan jaga kondisi fisik serta motor dalam kondisi fit. (edo rusyanto)

foto: ntmckorlantaspolri dan dokumen pribadi

2 Komentar leave one →
  1. didik h permalink
    11 Februari 2015 14:44

    Berdoanya kok paling belakang to mbah…harusnya no 1

Trackbacks

  1. Jakarta Banjir Bro | Edo Rusyanto's Traffic

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: