Skip to content

Sejarah Baru Pergerakan Road Safety

8 Februari 2015

edo dan ivan mubes2015

BABAK baru bagi pergerakan keselamatan jalan (road safety) di Indonesia telah hadir. Di tengah masih karut marutnya urusan keselamatan jalan di Indonesia, babak baru itu mencuat di lembaga swadaya masyaraat (LSM) keselamatan jalan, Road Safety Association (RSA) Indonesia. Pijakan baru itu bertumpu pada lahirnya rezim dari generasi ketiga. Sosok generasi yang dianggap mampu memberi darah segar dengan gairah yang menggelora.

Karut marutnya soal keselamatan jalan di negara kita tercermin dari masih bergelimpangannya 70-an anak negeri di jalan raya. Mereka meregang nyawa lantaran kecelakaan lalu lintas jalan yang menjadi buah dari sruntulannya para pengguna jalan. Hal itu bisa dilihat dari masih tingginya pemicu kecelakaan yang berasal dari perilaku tidak tertib saat berkendara. Setidaknya 42% kecelakaan dipicu oleh perilaku tidak tertib alias ugal-ugalan saat di jalan.

RSA Indonesia saat di bawah rezim saya, 2012-2015, sangat sadar betul bahwa soal keselamatan jalan tidak bisa seratus persen bergantung kepada negara. Peran publik menjadi mutlak manakala kita tahu bahwa mayoritas pemicu kecelakaan adalah dari para pengguna jalannya. Kehadiran RSA Indonesia sejak 2007 terus berjuang dengan segenap sumber daya yang ada. Di tengah segala keterbatasan yang ada, pergerakan moral dan gerakan pemikiran terus digulirkan untuk mengajak publik lebih peduli soal keselamatannya di jalan raya. Tentu saja, sekaligus mengajak para pemangku kepentingan agar lebih serius dan bersinergi serta menghapus ego sektoral masing-masing.

Pengurus RSA Indonesia yang diberi amanat menjalankan roda organisasi nirlaba ini berharap mampu memberi arti bagi dinamika kehidupan masyarakat. Gerakan keselamatan jalan yang digulirkan ingin bermuara pada mengecilnya fatalitas kecelakaan lalu lintas jalan. Saat rezim yang saya pimpin bekerja pada 2012, setiap hari ada sekitar 81 jiwa yang tewas akibat kecelakaan di jalan. Kini, rezim saya lengser fakta data memperlihatkan 70-an jiwa tewas setiap hari di jalan-jalan Nusantara.

Regenerasi Mutlatk

Sejak enam bulan sebelum musyawarah besar (Mubes) RSA Indonesia, di Bogor, 7-8 Februari 2015 saya sudah lontarkan gagasan soal pentingnya regenerasi di pucuk pimpinan RSA Indonesia. Intinya, saya menginginkan pergantian Ketua Umum pada 2015. Respons yang muncul pun beragam. Ada yang pesimistis, ada yang realistis, dan ada yang optimistis.

Bahkan, pada saat pembacaan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) pengurus dalam Mubes kedua RSA Indonesia itu saya tegaskan ulang. Intinya, saya tidak perlu dipilih kembali. Namun, apa yang terjadi. Saat penyaringan bakal calon ketua umum putaran pertama hasilnya seperti ini;

1. Ivan Virnanda : 7 suara
2. Edo Rusyanto : 5 suara
3. Nursal Ramadhan : 2 suara
4. Lucky Subiakto : 1 suara

Pada penyaringan balon ketum putaran kedua berubah menjadi;

1. Ivan Virnanda : 6 suara
2. Edo Rusyanto : 5 suara
3. Nursal Ramadhan : 3 suara
4. Lucky Subiakto : 0 suara
5. abstain : 1 suara

Setelah itu dua balon teratas menjadi calon ketua umum yang akan dipilih oleh para pengurus periode sebelumnya. Pemilihan melalui voting tertutup, sedangkan yang tidak bisa hadir bisa menggunakan telepon, sms, hingga email.

Sekali lagi saya tegaskan kepada peserta mubes bahwa RSA Indonesia harus berani melakukan regenerasi. Saya memilih berjuang di luar jajaran kepengurusan. Intinya, jangan pilih saya lagi. Dan, pemungutan suarapun berlangsung. Dari lima suara yang saya raih, satu suara hijrah. Karena Ivan akhirnya dipilih sembilan suara. Lega, regenerasi berjalan lancar.

rsa mubes 2015

Setelah melewati masa kepengurusan saya pun perlu mengucapkan terimakasih tak terhingga kepada para Badan Kehormatan, Badan Pengawas, dan tentu para relawan yang tercinta.

Saya berpendapat bahwa kebesaran dan kedewasaan sebuah organisasi terrefleksi dari sistem regenerasi dan penyampaian tongkat estafet kepemimpinan. RSA Indonesia yang juga terus mencoba menjadi organisasi besar dan modern tentu tak bisa lepas dari perlunya melakukan regenerasi. Satu hal yang saya amati selama tiga tahun terakhir adalah kemauan kita untuk terus belajar memperkaya pengetahuan dan jejaring kita. Meningkatkan taktik, strategi, dan tujuan dari setiap program yang dilakukan.

Oh ya, Ivan Virnanda selaku ketua umum memilih dua sekretaris jenderal (sekjen) untuk mendampingi dirinya. Sekjen terdiri atas Nursal Ramadhan dan Roky Saddaturahman.

Sementara itu, jajaran Badan Pengawas terdiri atas; Edo Rusyanto, Lucky Subiakto, dan Irfan Susanto. Di jajaran Badan Kehormatan terdapat Syamsul Maarif dan Rio Octaviano.

Bagi pengurus mendatang, teruskan perjuangan dan teruslah semangat selama darah masih mengalir di urat nadi kita. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: