Skip to content

Pasar Bebek Mencapai Rp 19 Triliun

1 Februari 2015

motor bebek di jalan jakarta

BISNIS bebek memang menggiurkan. Mulai dari bebek bakar hingga bebek besi. Khusus untuk bebek besi alias sepeda motor bebek, bahkan tidak tanggung-tanggung. Omzetnya menyentuh sekitar Rp 19 triliun pada 2014.

Sepeda motor bebek dalam lima tahun terakhir memang kian ditinggalkan konsumen. Penguasaan pangsa pasarnya terus melorot dari tahun ke tahun. Sekalipun dari segi volume posisi motor bebek berada di posisi kedua setelah skutik, namun dari sisi omzet berada di posisi buncit dari tiga segmen motor di Indonesia.

Untuk menyegarkan ingatan kita, omzet motor skutik menyentuh sekitar Rp 69 triliun. Sedangkan omzet motor sport sekitar Rp 24 triliun. Nah, motor bebek di urutan ketiga, yakni sekitar Rp 19 triliun.

Kembali soal motor bebek. Pada 2014, produsen yang mampu mendulang omzet terbesar adalah Honda. Produsen berlogo sayap tunggal ini mencatat omzet sekitar Rp 10 trilun atau setara dengan 51,49% dari total omzet bebek di Indonesia.

Kemampuan Honda mendulang rupiah paling banyak itu merupakan buah dari kemampuan sang Sayap Tunggal menguasai volume penjualan. Dari sekitar 1,5 juta unit penjualan motor bebek pada 2014, Honda melego 789 ribuan unit alias menguasai 53,43% total penjualan.

Di posisi kedua adalah Yamaha. Omzet yang dikantongi motor-motor Yamaha mencapai sekitar Rp 6 triliun setara dengan sekitar 32%. Raihan dari segi volume tercatat sekitar 477 ribuan unit dengan pangsa pasar sekitar 32% juga.

Sedangkan diposisi ketiga ditempati oleh Suzuki. Omzet yang dikumpulkan sekitar Rp 3 triliun atau hampir 16% dari total omzet motor bebek pada 2014. Sedangkan volume dan pangsa pasarnya masing-masing sekitar 199 ribu unit dan sekitar 13%.

Ya. Sekalipun prosentase motor bebek terus menyusut, pasarnya tetap ada. Minat konsumen untuk membeli motor yang satu ini masih mendapat tempat cukup baik di masyarakat. Selain dari fungsinya, hal yang membuat permintaan masih ada juga lantaran harganya yang masih terjangkau oleh kebanyakan konsumen di Indonesia. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: