Skip to content

Gile, Omzet Motor Sport Sentuh Rp 24 Triliun

28 Januari 2015

byson angkut1

PARA pemain bisnis sepeda motor tahu persis selera konsumen mereka di Indonesia. Buktinya, segmen yang satu ini prosentasenya terus membubung. Kalau kita lihat tren anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi) terlihat bahwa dari tahun ke tahun terus meningkat.

Pada 2014, kontribusi motor sport sudah menyentuh angka 14% dari total penjualan motor. Padahal, lima tahun sebelumnya tak lebih dari 8%. Ada apa gerangan?

Persoalan selera dan daya beli menjadi dua aspek yang memungkinkan terjadinya peningkatan permintaan motor sport. Di sisi lain, tentu saja karena adanya penawaran dari para produsen yang menguyur pasar dengan berbagai varian yang dimilikinya.

Pastinya, para produsen atau pemain bisnis sepeda motor tahu persis soal legitnya bisnis motor sport. Setidaknya para pemain yang tergabung di dalam Aisi. Sebagai ilustrasi, pada 2014, omzet atau nilai pasar motor sport ditaksir sedikitnya mencapai Rp 24 triliun. Dahsyat kan?

Inilah 10 motor yang mendulang omzet hingga 92,69% dari total perkiraan omzet tadi. Ke-10 motor ini merajai dari sisi nilai penjualan. Walau, khusus untuk New Vixion mengantongi dua sekaligus, yakni merajai dari sisi volume juga dari sisi nilai.

New Vixion yang dibesut Yamaha itu mengantongi omzet sedikitnya Rp 8,5 triliun. Angka itu setara dengan 35,65% dari total omzet motor sport.

Kemampuan Vew Vixion mendulang rupiah hanya bisa diimbangi oleh motor CB 150 Street Fire besutan Honda. Motor yang satu ini mengantongi sedikitnya Rp 4,01 triliun atau setara dengan 16,99%. Sedangkan saudara sekandung Street Fire, yakni Verza menempati posisi ketiga dengan omzet sekitar Rp 2,08 triliun.

omzet sport 2014

Tiga motor lain yang menempati posisi berurutan dan mengantongi omzet triliunan rupiah adalah Ninja 150 R (Rp 2,04 triliun) dan R15 (Rp 1,37 triliun). Lalu, KLX 150 yang mencapai Rp 1,26 triliun.

Legitnya kue motor sport ini pula yang barangkali membuat produsen motor Honda di Indonesia, yakni PT Astra Honda Motor (AHM) terus meningkatkan kapasitas produksinya. Produsen yang satu ini rela merogoh Rp 1,9 triliun untuk menambah kapasitas produksi hingga 500 ribu unit. Pabrik untuk memproduksi motor sport itu berada di Kawasan Industri Indotaisei, Kota Bukit Indah, Karawang. Pabrik ditargetkan beroperasi pada Juni 2015.

Rasanya langkah itu bukan sekadar icip-icip legitnya bisnis motor sport, namun untuk meraih posisi puncak. Saat ini, Honda menempati posisi kedua. Pada 2014, Honda melego 384 ribuan motor sport dengan pangsa pasar 34,80%. Sedangkan sang pemimpin pasar, yakni Yamaha melego sekitar 550 ribuan unit dengan pangsa pasar 49,79%.

Selain Honda, anggota Aisi yang juga agresif membidik pasar motor sport adalah TVS. Produsen yang satu ini menambah pelurunya dengan memasukkan Max 125 dan ST 125. Keduanya meluncur ke pasar masing-masing pada Juni dan Agustus 2014. Rupanya TVS tak mau ketinggalan dengan para senior-seniornya yang lebih dulu icip-icip pasar motor sport. Buahnya lumayan manis, pada 2014, TVS menempati posisi keempat setelah Yamaha, Honda, dan Kawasaki. Di posisi buncit adalah Suzuki yang masih mengandalkan Thunder dan Inazuma. (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. fifauzi permalink
    28 Januari 2015 00:09

    nice info gan… ini topik2 favorit saya hehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: