Skip to content

Astra Motor dan Kampung Safety Honda

27 Januari 2015

ksh astra motor_jateng_kompas

KAMPUNG Safety Honda (KSH) mewarnai berita media online. Kisah dimulai dari nimbrungnya PT Astra International Tbk-Honda Sales Operation (Astra Motor) ke dalam gerakan warga di Semarang, Jawa Tengah. Kebetulan, Semarang adalah salah satu area dari dealer utama (main dealer) sepeda motor Astra Motor.

“Ide awalnya karena ada permintaan dari RW (rukun warga) setempat untuk membantu menekan angka kecelakaan,” papar Chief Executive Astra Motor, Sigit Kumala saat berbincang dengan saya via pesan singkat di Jakarta, Senin, 26 Januari 2015.

RW yang dimaksud adalah Lukman Muhajir, ketua RW 10, Kelurahan Pandean Lamper, Kecamatan Gayamsari, Semarang, Jawa Tengah. Laman kompas.com menulis, sang Ketua RW menggagas Kampung Safety sejak tahun 2010. Pria itu dengan gigih memperjuangkan lingkungan yang aman dan selamat dalam berkendara, khususnya sepeda motor. Tak sedikit cemooh yang dia dapatkan dari ide yang diluar kebiasaan itu. “Saya dianggap gila oleh warga. Butuh waktu lama untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya keselamatan, baru setelah tiga tahun, masyarakat mulai sadar, dan akhirnya tahun 2015 dapat dukungan dari Astra Motor,” kata Lukman, seperti dilansir kompas.com.

Membangun budaya berkeselamatan jalan tidak semudah membalikan telapak tangan. Banyak jalan berliku yang mesti dilalui untuk mencapai perilaku yang aman dan selamat. Apalagi jika esensi perilaku itu adalah mentaati aturan yang ada, sudi toleran dengan pengguna jalan, dan memiliki ketrampilan berkendara yang mumpuni. Khusus mengenai perilaku, butuh cara yang tepat untuk sang penerima pesan bisa memahami apa yang ingin disampaikan.

Salah satu yang bisa menjadi ilustrasi adalah seperti ini. Secara umum pengguna jalan tahu mengenai lampu pengatur lalu lintas jalan. Warna merah artinya harus berhenti. Lalu, kuning bermakna hati-hati dan hijau artinya jalan. Pertanyaannya, kenapa saat lampu berwarna merah ada yang menerobos?

Tiga jawaban yang sering muncul seperti ini; terburu-buru, tidak ada yang menilang, dan ikut-ikutan. Apa iya itu jawaban sejatinya?

Saya termasuk yang yakin bahwa jawaban yang sejatinya adalah; para pelanggar belum merasa dirugikan atas perilakunya melanggar aturan. Artinya, mereka belum kapok jika belum merasa apa yang dia lakukan itu bakal merugikan diri sendiri. Misalnya, gara-gara menerobos lampu merah kemudian tabrakan sehingga terluka serius. Atau, gara-gara menerobos lampu merah kena denda maksimal, yakni Rp 500 ribu. Maklum, sanksi bagi melanggar marka dan rambu jalan adalah denda maksimal Rp 500 ribu atau penjara maksimal dua bulan.

Balik lagi solah KSH. “Targetnya adalah mendidik konsumen mentaati aturan lalin sehingga diantara konsumen dan produsen terjadi interaksi, yakni kebutuhan produk dan kenyamanan berkendara,” ujar Sigit Kumala.

Astra Motor adalah penjual atau dealer sepeda motor merek Honda. Ini adalah “saudara kandung” PT Astra Honda Motor (AHM) yang juga menjual motor Honda sekaligus memproduksinya. Maklum, tempat bernaung Astra Motor, yakni PT Astra International Tbk adalah pemilik 50% saham AHM. Bila merujuk data distribusi Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi), Honda menguasai sekitar 64% dari penjualan motor tahun 2014. Saat itu, total penjualan anggota Aisi mencapai sekitar 7,9 juta unit.

Sigit mengaku saat ini Astra Motor memiliki 11 area yang mencakup Jawa Tengah, Jogjakarta, Sumatera Selatan, Bengkulu, Bali, Papua, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Timur (Balikpapan), Kalimantan Barat, dan Sulawesi Barat. Kelak, katanya, KSH akan dikembangkan di area-area Astra Motor lainnya di luar Jawa Tengah. Area yang dibidik adalah yang populasi sepeda motornya tinggi. Dalam waktu dekat akan diperluas ke Sulawesi Selatan. “Tentu setelah melihat hasil evaluasi pelaksanaan di Jawa Tengah,” katanya.

Peran publik, termasuk korporasi menjadi penting manakala Negara belum mampu menanggulangi masalah kecelakaan sendirian. Kecelakaan lalu lintas jalan terus bertubi-tubi mendera Ibu Pertiwi. Setiap hari, sebanyak 300-an kasus kecelakaan lalu lintas jalan yang terjadi. Ironisnya, keterlibatan sepeda motor masih mendominasi, yakni sekitar 71%. (edo rusyanto)

sumber foto dari sini

Iklan
2 Komentar leave one →
  1. 27 Januari 2015 04:33

    bakal disiplin ga yaa

    • 27 Januari 2015 09:46

      butuh kemauan yg kuat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: