Skip to content

Mahasiswa Ini Meneliti Kicauan Twitter di Kedai Roti

22 Januari 2015

poster ke-12 kopcau_anak

KICAUAN di lini masa twitter kian bervariasi. Media sosial yang diperkenalkan sejak 2006 itu kian populer sebagai ajang interaksi. Sekalipun dibatasi hanya menampung tulisan sebanyak 140 karakter, twitter tak kalah riuh dibandingkan media sosial lainnya. Isi kicauan pun kian beragam, mulai soal kuliner hingga tips menjadi miliuner.

Di Indonesia, khususnya di Jakarta, keragaman isi kicauan juga dipengaruhi oleh latar belakang sang pemilik akun twitter. Maklum, pemilik akun juga amat beragam. Ada yang anak baru gede alias ABG, kelas menengah mapan, para pesohor, hingga presiden pemimpin kabinet pemerintahan. Jakarta bahkan dikenal sebagai kota yang cukup aktif memanfaatkan twitter sebagai fitur berinteraksi sosial, termasuk fitur melakukan kritik sosial.

Melihat kondisi seperti itu ekses dari kicauan di lini masa pun beragam. Ada yang menuai berkah, tapi juga ada yang berujung gelisah. Misalnya, menjadi lebih kesohor dan masuk ke dalam bilik penjara.

Pastinya, lini masa sudah mewarnai hidup masyarakat perkotaaan di Indonesia, khususnya Jakarta. Mau tidak mau, suka tidak suka, inilah salah satu “tempat kongkow” ala kehidupan modern. Maklum, lewat lini masa twitter juga terjadi tukar menukar pendapat, pengalaman, hingga tukar menukar barang.

Muhammad Fikri Islami, salah seorang mahasiswa tingkat akhir di Universitas Nasional, Jakarta Selatan tergoda untuk meneliti sejauh mana kicauan di twitter memiliki dampak bagi masyarakat di sekitarnya. Penelitian pun diarahkan ke kelompok yang rajin berkicau di lini massa, yaitu kelompok Kopdar Pengicau (Kopcau) yang baru didirikan pada 23 Desember 2012. “Yang saya mau teliti juga bagaimana interaksi atau komunikasi di dalam kelompok Kopcau yang demikian agresif menyebarluaskan kesadaran berkendara yang aman dan selamat,” ujar mahasiswa yang sehari-hari juga bekerja di sebuah kedai kaos di Jakarta.

Tak heran jika hasil penelitiannya dituangkan di dalam skripsi berjudul “Komunikasi Kelompok Kopdar Pengicau Dalam Kegiatan Rutin Perduli Keselamatan Dalam berkendara Bagi Pengguna Jalan Melalui Media Twitter Tahun 2014.”

Dalam salah satu bagian skripsinya dia menulis;

Kopdar Pengicau didirikan pada 23 Desember 2012 oleh sejumlah pengguna akun Twitter di Jakarta. Komunitas para admin akun Twitter kelompok pengguna sepeda motor tersebut memilih topik keselamatan jalan sebagai bahasan utama. Dalam setiap kopi darat (kopdar) yang digelar dua minggu sekali, diluncurkan poster digital berisi ajakan selamat di jalan dengan topik yang berbeda-beda.

kopcau dan mahasiswa

Muhammad Fikri paling kanan.

Poster digital yang disebarkan di ranah lini masa serta dunia maya, merupakan ciri khas Kopcau dalam menyuarakan ajakan berlalulintas jalan yang aman dan selamat. Dan yang terpenting, tidak arogan yang bisa memecah konsentrasi berkendara yang bisa memicu kecelakaan lalu lintas jalan.

Dalam kicauannya, Kopdar Pengicau selalu memberi hastag #aja(R)kanSelamat agar pengikutnya senantiasa berhati-hati dalam berkendara dan bisa mengajak serta mengajarkan secara langsung maupun tidak langsung bagi pengguna jalan yang kurang mentaati peraturan dan membahayakan keselamatannya. Visi dari Kopdar Pengicau adalah bahwasanya jalan raya itu milik bersama. Sedangkan misi nya adalah agar pengguna jalan menjadi aman dan selamat.1

Kopdar Pengicau awalnya berdiri karena rasa keperdulian para komunitas pengendara motor yang aktif di media sosial twitter. Mereka melihat ironi pengguna jalan di Jakarta yang selalu mencatatatkan angka kecelakaan cukup tinggi, yang mana hal ini disebabkan oleh faktor kelalaian pengguna dan penikmat jalan dalam menggunakan jalan raya. Maka tiap komunitas ini membentuk sebuah Komunitas Kopdar Pengicau yang di komandoi oleh Bapak Edo Rusyanto.

Melalui Twitter sebagai alat sosialisasinya. Kopdar Pengicau mengajak masyarakat agar perduli dengan keselamatannya di jalan dan selalu aman dalam berkendara. Bahkan dalam beberapa posternya, Kopdar Pengicau mengajak masyarakat terutama pengguna jalan yang sering melanggar aturan di jalan agar sadar akan perbuatannya yang bisa mengakibatkan kecelakaan bagi dirinya dan juga mengancam keselamatan pengguna jalan lain.

Dia juga melihat bahwa Kopdar Pengicau bergerak dalam sosialisasinya mengkampanyekan keselamatan bagi pengguna jalan, termasuk di DKI Jakarta yang mana di kota besar ini terdapat kecelakaan yang cukup tinggi. Kopdar Pengicau rutin mengadakan pertemuan tiap dua minggu sekali di kedai roti bakar di Jakarta Selatan. Setiap pembahasan yang didiskusikan dituangkan melalui lini masa supaya pesannya di lihat oleh masyarakat. Selain kicauan berupa teks, komunitas ini juga membuat poster digital.

Poster Digital yang dibuat cukup sederhana, yaitu berupa foto karya anggota Kopcau bernama Bayu yang di edit sedemikian rupa dan dilengkapi kalimat-kalimat pesan keselamatan jalan. Kemudian, Poster juga dilengkapi dengan hastag (#) #aja(R)kanSelamat. Maksud dari kicauan tersebut, adalah sebuah pesan ajakan untuk selamat saat berlalulintas jalan.

Sementara itu, dalam kesimpulan skripsinya, Fikri menyebutkan, Kopdar Pengicau merupakan kelompok Ingroup, karena Komunitas Kopdar Pengicau terbentuk oleh adanya solidaritas, kesenangan, loyalitas, dan membangun tujuan serta harapan bersama. Selain itu, Kopdar Pengicau adalah Komunitas yang selalu bertukar informasi dan melakukan keputusan secara bersama. Tipe kelompok Kopdar Pengicau adalah Problem Solving.

Oh ya, Fikri mengaku akan menjalani sidang skripsi pada Kamis, 22 Januari 2015. Iya, hari ini, bersamaan dengan terbitnya tulisan ini. Semoga diberi kelancaran ya Fikri. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: