Skip to content

Begini Jika Menyepelekan Rasa Kantuk

19 Januari 2015

ngantuk bikin celaka

SEJUMLAH kasus kecelakaan maut yang diduga lantaran pengemudi mengantuk terus bermunculan. Puluhan, ratusan, ribuan, bahkan puluhan ribu nyawa melayang sia-sia lantaran kecelakaan di jalan. Di antara mereka yang bergelimpangan itu sebagian dipicu oleh faktor pengemudi yang mengantuk. Memprihatinkan.

Di wilayah Polda Metro Jaya pada 2014 setiap empat hari sekali terjadi satu kasus kecelakaan yang disebabkan pengemudi mengantuk. Wilayah Polda Metro Jaya mencakup Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek). Di wilayah ini setiap hari dua orang tewas lantaran kecelakaan lalu lintas jalan.

Ya. Mengantuk menjadi salah atu aspek di dalam faktor manusia yang perlu menjadi perhatian serius para pengemudi. Di Jadetabek kontribusi mengantuk yang memicu kecelakaan sekitar 1% dari total kasus kecelakaan yang terjadi sepanjang 2014. Artinya, jangan anggap enteng serangan rasa kantuk saat mengemudi. Singkat kata, jangan mengemudi saat mengantuk, atau mengantuk maka jangan mengemudi. Kenapa?

Mengutip pernyataan kolega saya, dokter Andreas Prasadja, rasa kantuk akan menghilangkan konsentrasi seseorang saat mengemudi. Dan, tentu saja hal itu amat berbahaya, apapun kendaraan yang dikemudikannya. Fatal akibatnya, tabrakan alias kecelakaan lalu lintas jalan.

Jika di Jakarta setiap empat hari terjadi satu kecelakaan akibat mengantuk, di Indonesia terjadi enam kasus kecelakaan per hari. Ngeri kan?

Dokter ahli tidur itu pernah bilang, ngantuk hanya bisa diobati dengan tidur.

Nah, untuk mencegah rasa kantuk, kata dia, tidurlah yang cukup, yakni setiap hari berkisar 7-9 jam sehari. Lalu, tak perlu terburu-buru di jalan. Untuk perjalanan jarak jauh, usahakan ada teman untuk diajak berbincang atau bahkan bergantian berkendara. Selain itu, beristirahatlah setiap dua jam sekali.

Sanksi Soal Mengantuk

Soal urusan ngantuk, negara bahkan sampai mengaturnya di dalam Undang Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Lihat saja di pasal 106 ayat (1) yang menyebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

Rasa kantuk akan menghilangkan konsentrasi seseorang saat mengemudi.

ponsel dan ngantuk jakarta 10 14

Penjelasan mengenai”penuh konsentrasi” adalah setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dengan penuh perhatian dan tidak terganggu perhatiannya. Beberapa hal yang dianggap mengganggu perhatian adalah karena sakit, lelah, mengantuk, menggunakan telepon atau menonton televisi atau video yang terpasang di kendaraan. Selain itu, meminum minuman yang mengandung alkohol atau obat-obatan sehingga memengaruhi kemampuan dalam mengemudikan kendaraan.

Ternyata, sanksi untuk pengendara yang mengantuk cukup serius loh. Simak saja pasal 283 yang berbunyi setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan sebagaimana dimaksud dalam pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp 750 ribu.
Rasanya tak bisa menyepelekan ngantuk.

Pilihannya sulit, ditabrak atau menabrak di jalan raya. Saat risiko sudah diketahui, pilihan ada di tangan kita.
Oh ya, pada 2014, di Indonesia setiap hari sekitar 73 nyawa melayang sia-sia akibat kecelakaan di jalan raya. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: