Skip to content

Menyingkap Faktor Manusia Sebagai Pemicu Kecelakaan

15 Januari 2015

mobil busway1 jakarta globe

RASANYA gak ada orang yang secara sadar mau terlibat kecelakaan lalu lintas jalan. Apalagi jika kecelakaan itu berujung pada kematian. Menderita luka-luka saja sudah sengsara, apalagi jika lebih jauh dari itu. Banyak dari kita yang tak sudi menjadi korban jagal di jalan raya.

Ironi mengalun lembut tapi menyakitkan manakala kita tahu bahwa faktor manusia masih mendominasi sebagai pemicu terjadinya kecelakaan. Di wilayah Polda Metro Jaya yang mencakup Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek), faktor manusia menyumbang tak kurang dari 90% pada 2014. Artinya, manusia sebagai pengendara menjadi pemantik utama, khususnya pengendara yang berkendara tanpa konsentrasi.

Apa iya begitu?

Yuk kita singkap aspek-aspek di dalam faktor manusia yang memicu terjadinya kecelakaan di jalan raya Jakarta.
Tahun lalu, setiap hari ada 16 kasus kecelakaan lalu lintas jalan di Ibu Kota Republik Indonesia ini. Kasus-kasus tersebut berbuah getir dengan tewasnya dua orang setiap hari.
Nah, dari total kasus kecelakaan lalu lintas jalan yang dipicu faktor manusia, ternyata mayoritas disebabkan aspek lengah saat berkendara. Lengah menyumbang sekitar 56% kasus kecelakaan yang disebabkan faktor manusia. Tahun itu, setiap hari ada sekitar 10 kasus kecelakaan yang dipicu faktor lengah.

Ngomong-ngomong, kontribusi aspek lengah ternyata melonjak. Maklum, pada 2013, kontribusi aspek lengah sekitar 51%.
Pertanyaannya, apa yang membuat seseorang menjadi lengah saat berkendara?

Rasanya ada dua alasan utama, yakni dipicu internal dan eksternal pengemudi. Unsur internal yang membuat pengendara lengah bisa saja karena kondisi fisik sang pengemudi sedang turun atau pikirannya sedang mengembara. Sedangkan dari unsur eksternal karena ada obyek lain yang menarik perhatian pengemudi sehingga pandangannya tertuju pada obyek itu.

Setelah aspek lengah, kontributor kedua terbesar di faktor manusia adalah berkendara tidak tertib. Aspek yang satu ini menyumbang sekitar 24% terhadap kecelakaan yang dipicu oleh faktor manusia. Setiap hari, di Jakarta dan sekitarnya terjadi sekitar empat kasus kecelakaan yang dipacu oleh perilaku tidak tertib.

Bila dibandingkan dengan kasus serupa pada 2013, patut sedikit lega. Maksudnya, pada 2013, kontribusi aspek berkendara tidak tertib masih bercokol sekitar 39%. Terjadi penurunan drastis dari sisi kontribusi.

Secara awam bisa ditarik kesimpulan, tingkat ketaatan pengendara di Jadetabek terhadap aturan di jalan sudah kian membaik. Artinya, sosialisasi dan edukasi tentang faedah mentaati aturan untuk mencegah terjadinya kecelakaan sudah mendapat respons positif dari pengendara.

Oh ya, berkendara tidak tertib mudah dilihat dalam keseharian. Misal, melabrak marka dan rambu jalan. Ada yang menerobos lampu merah hingga melanggar zebra cross. Aksi ugal-ugalan seperti itu amat memperpendek jarak dengan kecelakaan lalu lintas jalan.

Melihat data yang ada tersebut mestinya menjadi perhatian kita semua bahwa kelengahan dan ketidaktertiban perlu dipangkas. Itu pun harus lewat cara yang pas agar para pengemudi sudi mengubah perilakunya. Tapi, langkah yang tak kalah mujarab adalah dengan penegakan hukum yang tegas, konsisten, kredibel, transparan, dan tidak pandang bulu. Lewat penegakan hukum seperti itu barulah sedikit terlihat peran Negara dalam melindungi warganya di jalan raya.
Selain aspek lengah dan tidak tertib, aspek lain di faktor manusia adalah berponsel (12%), tidak terampil (6%), serta lelah dan ngantuk yang masing-masing 1%. (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. 15 Januari 2015 01:21

    Emang carut marutnya lalu lintas di negeri kita, terutama metropolitan masih dirasakan. kadang aparat juga kurang tegas dalam menindak pengendara, dan mereka pun terkadang melakukan hal yang sama. semoga makin menyadarkan kita untuk lebih bijak berkendara.

    mungkin perlu diulas cara berkendara yang baik pak? 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: