Skip to content

Legitnya Bisnis Kuda Besi Rp 102 Triliun

14 Januari 2015

angkut motor tangerang

SETIAP jam hampir 900 sepeda motor menggerojok pasar Indonesia. Bayangkan, tiap jam, hampir 900 kuda besi yang masuk ke Indonesia pada 2014. Artinya, setiap hari 21.500-an motor menyerbu pasar domestik atau setara dengan sekitar 7,9 juta unit.

Jadi, nggak heran kalau setiap ke jalan raya kita melihat seakan jumlah sepeda motor terus bertambah. Atau, melihat tetangga di sekitar kita ada yang punya satu atau dua sepeda motor. Wong jumlah penjualannya masih cukup tinggi.
Kalau melihat data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi), data penjualan tahun 2014 yang sekitar 7,9 juta unit itu meningkat tipis jika dibandingan setahun sebelumnya. Maklum, pada 2013, sepeda motor yang menggerojok pasar sekitar 7,7 juta unit.

Kembali soal penjualan si kuda besi pada 2014. Ternyata, berjualan sepeda motor di Pulau Jawa masih cukup moncer. Bayangkan, dari sekitar 7,9 juta unit motor yang merangsek pasar Indonesia, sekitar 63% nya bertengger di Jawa.
Di Pulau berpenduduk paling padat di Indonesia itu setiap hari ada sekitar 13.500-an sepeda motor yang mengguyur pasar pada 2014. Angka itu jauh di atas pulau-pulau utama di Indonesia lainnya. Sebut saja misalnya Sumatera. Di Pulau itu tiap hari hampir empat ribu unit yang masuk ke pasar. Begitu juga di Kalimantan dan Sulawesi yang masing-masing sekitar 1.500-an unit dan 1.400-an unit.

Lantas, kenapa sepeda motor masih begitu moncer di Indonesia?

Lagi-lagi, alasan untuk kebutuhan alat transportasi masih menjadi alasan utama kenapa seseorang membeli sepeda motor. Maksudnya, si kuda besi dijadikan alat untuk memenuhi kebutuhan mobilitas alais wira-wiri untuk kepentingan aktifitas sehari-hari. Dasarnya, si kuda besi dianggap paling mangkus dan sangkil bila dibandingkan dengan angkutan umum yang ada saat ini.

Lalu, kenapa angkutan umum yang ada belum mampu mengakomodasi kebutuhan seluruh masyarakat? Pasti diantara kita sudah banyak yang tahu alasannya. Paling nggak bisa menebak-nebak bahwa Negara belum becus menyediakan moda transportasi umum massal yang aman, nyaman, selamat, tepat waktu, terjangkau, terintegrasi, dan ramah lingkungan. Jadilah sepeda motor dan mobil pribadi sebagai alternatif. Jadilah penjualan kuda besi terus berkilau, tak hanya dari segi volume tapi juga dari segi nilai.

wil motor 2014

Coba aja tengok, kalau harga rata-rata sepeda motor kita pakai Rp 13 juta per unit, pada 2014, omzet bisnis kuda besi sedikitnya mencapai Rp 102 triliun. Dahsyat kan?

Oh ya, bila dibandingkan tahun 2013 yang sekitar Rp 93 triliun, omzet tahun 2014 meningkat sekitar 10%. Legitnya bisnis kuda besi Indonesia.

Tunggu dulu, bagaimana dengan omzet penjualan mobil? Dengar-dengar sih mencapai sekitar Rp 180 triliun pada 2014. tapi, bagaimana persisnya, nanti saya coba caritahu dulu. (edo rusyanto)

Iklan
6 Komentar leave one →
  1. 14 Januari 2015 12:23

    jangan dibatasi lah itu motor, nanti ternak2 atpm bisa kere mendadak

  2. 14 Januari 2015 12:25

    tapi sayang mereka tidak mau ikut membantu menambah jalan raya..minimal memperbaiki jalanan yang rusak..bukan cuma bisa memacetkannya saja…

    • 14 Januari 2015 13:03

      setujuuuuu.

  3. Linda permalink
    14 Januari 2015 15:33

    Selamat sore Pak Edo,

    Pak, saya melihat postingan Bapak mengenai motor trail Kawasaki KLX Melejit pada tanggal 26 Desember 2011.
    Kebetulan saat ini saya sedang melakukan penelitian tentang motor trail. Apakah saya boleh minta no contact atau email Bapak untuk berbincang-bincang lebih jauh tentang motor trail?

    Terimakasih sebelumnya Pak.

    • 14 Januari 2015 16:44

      silakan email saja ke; edorusyanto@gmail.com, makasih.

  4. 16 Januari 2015 13:12

    dalam sejam 900 motor ? pantes motor makin banyak aja dijalanan.
    Tapi ada kemungkinan pasarnya akan jenuh gak ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: