Skip to content

Inilah Penguasa Pasar Motor Selama Puluhan Tahun

12 Januari 2015

honda stok dealer1

PASAR sepeda motor di Indonesia amat legit. Saking gurihnya, Indonesia menjadi pasar nomor tiga terbesar di dunia setelah Cina dan India.

Sekadar menyegarkan ingatan kita, saat ini, pasar motor di Cina mampu mencapai 20 puluhan juta unit per tahun dan India mencapai belasan juta unit per tahun. Nah, Indonesia berkisar 7-8 juta unit per tahun.

Boleh jadi pasar ketiganya bisa besar karena penduduknya juga besar. Cina dan India penduduknya sudah mencapai satu miliaran jiwa, sedangkan Indonesia mencapai 250 jutaan jiwa.

Melihat pasar yang seperti itu para produsen dan pedagang sepeda motor pun berbondong-bondong merangsek Indonesia. Mereka mencoba memikat hati konsumen dengan beragam produk. Bukan hanya tipe yang bejibun, teknologi dan penggunaan bahan bakarnya pun kian variatif. Ada pilihan yang berbahan bakar minyak (BBM) atau listrik. Walau, saat ini masih didominasi yang memakai BBM.

Lantas, siapa saja penguasa pasar sepeda motor di Indonesia?

Kita pun disodori fakta bahwa mereka yang hadir lebih awal dan tekun menggeluti konsumen yang mampu menjadi penguasa pasar. Ada empat pemain besar di pasar sepeda motor yang saat ini menguasai tak kurang dari 90% pasar domestik. Mereka adalah PT Astra Honda Motor (AHM), PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), dan PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI). Di luar keempat itu ada PT TVS Motor Company Indonesia, Viar, hingga para distributor motor buatan Eropa, Amerika, dan Cina.

Omzet Rp 80 Triliun

AHM menjadi figur yang paling dominan di pasar Indonesia. Hingga akhir 2014, AHM alias Honda telah menjual sedikitnya 47 juta sepeda motor di pasar Indonesia. Akhir tahun lalu, penguasaan pangsa pasar AHM sudah mencapai sekitar 64%. Dahyast!

Tentu saja keperkasaan itu tidak hadir serta merta. Ada rentang waktu cukup panjang yang dilewati AHM. Milestone sepak terjang AHM dimulai pada 11 Juni 1971 dengan nama PT Federal Motor. Saat itu, Federal Motor hanya merakit, sedangkan komponennya diimpor dari Jepang dalam bentuk terurai (completely knock down/CKD). Pada 31 Oktober 2000, PT Federal Motor dan Honda Investment merger menjadi PT Astra Honda Motor (AHM). Penggunaan nama resmi PT AHM dimulai sejak 2001. Kepemilikan AHM dibagi rata antara induk usaha, PT Astra International Tbk dan Honda Motor Corporation, Ltd (HMC), Jepang masing-masing 50%.

pangsa pasar motor 0514

Saat berdiri, kemampuan produksi hanya 1.500 unit, namun melesat menjadi 30 ribu unit pada 1972. Dan, pada akhir 2014 melejit menjadi tak kurang dari 5 juta unit dengan memiliki kapasitas produksi 5,3 juta unit per tahun. AHM memiliki empat pabrik, yakni dua di Jakarta (Sunter dan Pegangsaan) dan dua di Jawa Barat, yaitu pabrik ketiga di Cikarang dan pabarik keempat di Karawang (Kawasan Industri Indotaisei, Kota Bukit Indah). Bahkan, AHM menambah kapasitas produksi 500 ribu di lokasi yang sama dan ditargetkan beroperasi pada Juni 2015. Investasi untuk pabrik yang difokuskan untuk memproduksi tipe motor sport ini ditaksir Rp 1,9 triliun dengan kemampuan menyerap tenaga kerja 1.500 orang.

Pabrik keempat yang menghabiskan investasi sekitar Rp 3,3 triliun itu diresmikan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada 11 Desember 2014. Pabrik berkapasitas 1,1 juta unit per tahun ini difokuskan untuk memproduksi tipe skutik.

Sejak berdiri hingga kini, AHM mampu menyerap tenaga kerja 22.400 orang dan sekitar 3.500 orang diantaranya diserap di pabrik keempat yang berdiri di atas lahan seluas 84 hektare (ha). Namun, dengan tambahan hasil ekspansi di pabrik kelima di Karawang pada semester pertama 2015, total tenaga kerja yang bakal diserap mencapai sekitar 24 ribu orang.

Keperkasaan AHM di pasar domestik juga ditopang oleh jejaring distribusi dan bengkel yang menggurita. Executive Vice President Director AHM Johannes Loman pernah mengatakan, dalam rantai bisnis AHM pihaknya ditopang oleh sebanyak 15.245 institusi bisnis yang antara lain 981 pemasok komponen motor Honda langsung maupun tidak langsung dan 19 usaha mikro kecil menengah binaan AHM. Lalu, 29 dealer utama Honda, 1.817 dealer Honda, 3.646 bengkel resmi Astra Honda Authorized Service Station (AHASS), 250 outlet layanan Honda, 350 bengkel mitra binaan, 7.652 toko suku cadang, dan 300 outlet perusahaan pembiayaan sepeda motor Honda. Selain itu, 86 perusahaan logistik pengiriman motor Honda dan 115 outlet perusahaan asuransi sepeda motor Honda.

Rantai bisnis yang tersebar di seluruh Indonesia itu memiliki omzet sekitar Rp 80 triliun yang melibatkan sekitar 300 ribu tenaga kerja.

Oh ya, selama 43 tahun berkiprah di Indonesia, manajemen AHM mengaku sudah sekitar 47 juta sepeda motor menggerojok pasar domestik. Saat ini, AHM memiliki 14 model sepeda motor Honda yang terdiri atas 35 tipe dan 96 warna pilihan untuk berbagai segmen.

Kuasai 64%

AHM adalah penguasa nomor wahid di bisnis sepeda motor Indonesia. Sepanjang 10 tahun terakhir, 2005-2014, AHM masih bertengger diposisi teratas. Bahkan, seingat saya sejak tahun 1970-an, pemain yang satu ini selalu menjadi kampiun.

Mari kita tengok rentang 10 tahun tersebut. Rentang penguasaan pasar AHM dengan sang kompetitor terdekat, yakni YIMM, nyaris pernah amat tipis pada 2009 dan 2010. Bahkan, pada 2009, jarak di antara keduanya tak lebih dari 0,5%. Sengitnya persaingan tahun itu menjadi puncak rivalitas di antara perusahaan yang sama-sama berprinsipal asal Jepang tersebut.

pangsa pasar motor 2014

Sejak itu, AHM alias Honda melenggang nyaris tanpa gangguan berarti dari para kompetitornya. Sejak 2011 hingga 2014 penguasaan pangsa pasar AHM terus menanjak. Ketika 2010 masih berada di sekitar 46%, setahun kemudian sudah melejit ke sekitar 53% dan terus meningkat dari tahun ke tahun dengan puncaknya pada 2014, yakni sekitar 64%.

Sepak terjang tersebut tak terlepas dari keberhasilan AHM merebut singasana segmen motor skutik yang memang terus naik daun. Segmen tersebut semula didominasi oleh Yamaha sejak tahun 2005. Namun, pada 2011, AHM mampu melampaui penguasaan pangsa pasar YIMM. Praktis, siapa yang menguasai segmen motor skutik dia bisa melenggang di pasar domestik.

Keberhasilan AHM merangsek di segmen skutik tak terlepas dari kian meningkatnya kapasitas produksi Honda. Bahkan, pabrik mereka yang keempat di Karawang memiliki kapasitas skutik hingga 1,1 juta unit per tahun. Tentu saja, selain kapasitas produksinya yang digelembungkan, produk yang disodorkan juga kian memincut konsumen. Jangan kaget kalau pada 2014, salah satu skutik AHM, yakni Beat, mampu terjual hingga dua juta unit. Bisa jadi, inilah penjualan motor skutik terbesar dalam satu tahun yang dikantongi produsen motor di manapun di dunia.

Gempuran AHM di segmen motor sport juga perlu diwaspadai oleh YIMM. Sekalipun masih mendominasi segmen tersebut, YIMM mesti belajar dari hilangnya singasana di segmen motor skutik. Apalagi, AHM sudah mengisyaratkan menambah kekuatan di segmen sport dengan menambah kapasitas hingga 500 ribu pada semester kedua 2015.

Tren pembelian motor sport terus meningkat dalam beberapa tahun belakangan ini. Sejak 2010 hingga 2014, segmen motor sport terus meningkat pangsa pasarnya, yakni dari sekitar 7% menjadi sekitar 14%. Artinya, pangsa pasar motor sport naik 100% dalam rentang lima tahun terakhir.

Peningkatan permintaan motor sport memang tak segarang lonjakan motor skutik. Bayangkan, jika pada 2005 pangsa pasarnya baru sekitar 4%, namun pada 2014 menjadi sekitar 67%. Gila kan?

Sebaliknya, segmen motor bebek yang awalnya demikian dominan, kini tinggal sekitar 23%. Padahal, pada 2005, pangsa pasar motor bebek masih bertengger di angka 89%. Ada apa gerangan?

Pastinya, ada gejala pemakai sepeda motor kian menyukai yang lebih praktis dalam pengoperasiannya. Motor skutik dikenal lebih praktis karena sang penunggang tidak perlu mengoperasikan pemindahan gigi secara manual. Pengendara tinggal gas dan rem saja, motor sudah bisa berjalan.

Tipe motor seperti itu digemari oleh penduduk di perkotaan. Seiring pertumbuhan penduduk kawasan perkotaan, tak heran jika permintaan motor skutik juga kian membubung.

Artinya, kalau penduduknya banyak maka makin banyak juga pergerakan orang dari satu titik ke titik yang lain. Mobilitas warga kian tinggi. Karena itu, butuh alat transportasi. Pilihan jatuh pada sepeda motor barangkali karena angkutan umumnya belum aman, nyaman, selamat, tepat waktu, terjangkau, terintegrasi, dan ramah lingkungan. (edo rusyanto)

Iklan
2 Komentar leave one →
  1. 12 Januari 2015 15:54

    terimakasih infonyaaa 🙂

Trackbacks

  1. Apakah 2-3 tahun yang akan datang Yamaha, Suzuki, Kawasaki akan berebutan pasar dan bermain di angka 30% an saja | RingPiston

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: