Lanjut ke konten

Pacaran Nonton Balap Liar, Motor Dirampas

11 Januari 2015

motor lampu_david

KEBRUTALAN perampas sepeda motor hadir di setiap celah kota. Modus perampasan beragam. Mulai dari menuduh sang korban sebagai pelaku pemukulan hingga mengaku sebagai oknum petugas.

Kisah yang dialami seorang teman di Jakarta Timur ini sudah terjadi beberapa waktu lampau. Namun, bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk senantiasa waspada saat berkendara di jalan raya.

Rommyan, kita sebut saja begitu, harus berhadapan dengan oknum yang mengaku petugas. Malam itu, dia bersama sang kekasih menghabiskan waktu dengan menonton balap liar di kawasan Jakarta Timur. Sambil menunggu adu nyali di atas aspal, dia bersama sang pacar memilih sudut di dekat halte. Motor di parkir dan keduanya duduk di sudut halte sambil memadu kasih.

Tontonan adu kebut sepeda motor di atas aspal menjadi hiburan murah meriah bagi kedua pasangan yang sedang dimabuk asmara itu. Aksi meliuk dengan kuda besi membuat yang menyaksikan ikut berdebar-debar. Naiknya adrenalin menjadi hiburan tersendiri.

Belum lama waktu berselang, Rommyan didatangi tiga pria yang meminta surat-surat kendaraannya. Salah seorang di antara ketiga pria tadi memaksa dan mengaku akan membawa motor Rommyan ke kantor petugas. Tentu saja permintaan ditolak keras. Terjadilah adu argumen hingga tarik menarik. Singkat cerita, insiden pun terjadi. Rommyan mengalami luka-luka untuk mempertahankan hak miliknya.

Jurus Meredam

Risiko berkendara di jalan raya tak semata persoalan keselamatan berlalu lintas jalan. Ada risiko lain yakni tindakan kriminal. Aksi perampasan, pembegalan, atau penodongan merupakan sisi kelam jalan raya yang dilakukan oleh pelaku kriminal. Tak jarang harta benda dirampas, korban dilukai bahkan hingga ada yang tewas untuk memperhankan harta bendanya.

Pilihan rasional adalah membentengi diri semaksimal mungkin. Langkah awal adalah dengan tidak berkeliaran pada waktu-waktu yang rawan, misalnya, tengah malam atau dinihari.

Jika terpaksa, langkah kedua adalah hindari berkendara di area yang lengang, sendirian. Gunakan rute yang ramai sehingga bisa meminta bantuan bila memang diperlukan.

Jurus ketiga untung meredam potensi tindakan kriminal di jalan raya, saat merasa ada gelagat mencurigakan, bisa berhenti di kawasan yang ramai atau ke kantor polisi untuk meminta perlindungan.

Soal meminta perlindungan ke kantor petugas, hal ini bisa diterapkan juga bila ada oknum atau siapapun yang menuduh macam-macam. Ajaklah sang penuduh ke kantor polisi untuk menyelesaikan apa yang dia tuduhkan.

Karena itu, ada baiknya memiliki nomor-nomor kontak kantor petugas di sekitar tempat tinggal atau kawasan yang kerap dilintasi. Setidaknya, memiliki nomor pengaduan kantor polisi atau nomor darurat untuk meminta bantuan. Saat ini, bahkan kepolisian memiliki kontak di jejaring media sosial yang cukup responsif untuk pengaduan terkait kriminalitas.

Dari beragam jurus yang ada untuk meredam potensi kriminalitas, kita semua mesti mampu membela diri. Dan, yang amat penting senantiasa berdoa agar selalu selamat saat berkendara di jalan raya. (edo rusyanto)

3 Komentar leave one →
  1. 11 Januari 2015 11:45

    Nonton balap liar buat apa sih, trek lurus doang gt….

    ========
    Kuliner Jogja tengkleng gajah…. rasa dan harga memikat….
    http://yudakusuma.com/2015/01/11/kuliner-jogja-icip-icip-tengkleng-gajah-di-jalan-kaliurang-ngaglik-sleman/

  2. 12 Januari 2015 17:51

    hahaha, ,cari kesanangan bersama pacar mungkin mas, , gookil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: