Skip to content

Tak Puas, Akhirnya Warga Mengecat Sendiri

8 Januari 2015

stir zona sekolah1

PERNAH mendengar aksi warga yang mengecat sendiri marka jalan bagi para pedestrian di Jakarta?

Kala itu sejumlah aktivis Koalisi Pejalan Kaki terpaksa mengecat sendiri marka jalan yang sudah pudar. Mereka mengecat agar marka yang ada menjadi tampak jelas sehingga pedestrian menjadi lebih nyaman saat menyeberang jalan.

Kali ini, sejumlah aktivis keselamatan jalan melakukan hal serupa. Mereka jengah dengan kondisi lalu lintas jalan yang ada sehingga mencetuskan aksi mengecat sendiri. Aktivis yang berasal dari kampus STP Sahid di kawasan Tangerang, Banten itu membuat marka Zona Selamat Sekolah sendiri karena hingga kini pemerintah tidak membuat marka tersebut.

“Zona Selamat Sekolah ini kami buat untuk memberikan fasilitas yang memang hak pejalan kaki yang menuju kampus STP Sahid, agar tetap merasa nyaman saat menyeberang jalan,” kata Atika, ketua Sahid Tourism Riders Community (STIR.Com), di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Kehadiran marka jalan itu juga diharapkan membuat para pengendara sepeda motor dapat mengurangi kecepatannya saat melintas di area zona tersebut.

Atika mengaku, pengecatan dilakukan saat dinihari, yakni pukul 01.00-05.00 WIB. Tujuannya agar proses pengecatan tidak mengganggu para pengguna jalan sekaligus tidak membahayakan relawan yang mengecat. STIR.Com meminta izin dari pihak Ketua RT dan Ketua RW untuk mengecat jalan yang ada di dekat kampus STP tersebut. “Tapi, setelah dicat keesokan harinya hujan turun sehingga marka zona aman tadi jadi luntur,” kata Sandy salah seorang anggota STIR.Com.

Negara sesungguhnya wajib menyediakan marka dan rambu jalan. Peran negara hadir lewat perpanjangan tangannya, yakni dinas perhubungan di tingkat pemerintah daerah. Regulasi yang ada memastikan bahwa yang membuat marka dan rambu adalah dinas tersebut, bukan warga. Hal itu mengingat setiap marka dan rambu jalan memiliki standardisasi tertentu.

Hanya saja, sudah menjadi rahasia umum bahwa kehadiran Negara belum bisa diharapkan sepenuhnya. Banyak titik dan lokasi yang membutuhkan marka dan rambu justru belum tersedia. Ketika hal itu terjadi salahkah inisiatif warga mengecat sendiri? (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. 8 Januari 2015 11:05

    Bagus juga tu idenya mengecat jadi sebracros.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: