Skip to content

Ini Blind Spot bukan Blind Date

7 Januari 2015

spion bukan kaca hiasan pesan laka1

PERNAH dengar soal ‘blind spot’? Kalau ‘blind date’?

Iya. Keduanya memang berbeda, kemiripannya di kata ‘blind’ aja yah? Kalau ‘blind spot’ dimaknai sebagai ‘area tak terlihat oleh mata’, sedangkan ‘blind date’ bermakna ‘kencan buta’ alias gak kenal sama sekali tapi udah ketemuan untuk berkencan.

Lantas apa hubungannya?

Ya, lagi-lagi memang gak ada hubungannya secara langsung. Tapi, kalau dipikir-pikir ada sedikit kemiripan loh. (maksa mode on)

Nggak percaya? Yuk kita simak kisah di bawah ini.

Waspadai Blind Spot

Seorang kolega saya bercerita soal peristiwa yang dialaminya. Dia menceritakan bagaimana saat mobil yang dikendarainya hendak berbelok ke kiri, tiba-tiba muncul sepeda motor. Nyaris terjadi serempetan karena sang sepeda motor juga berbelok ke kiri. “Padahal, saya sudah menyalakan lampu sein kiri dan melihat ke kaca spion. Motor muncul, nekat banget,” sergahnya, suatu ketika di Jakarta.

Saya menduga bahwa apa yang dialami pria berusia 40 tahunan itu karena sepeda motor berada di area blind spot. Bila posisi motor di situ, praktis sang pengendara mobil tidak bisa melihat. Tapi, kok yah sang penunggang kuda besi nekat nyerobot? Itulah… Indonesia.

Nah, blind spot adalah sebutan untuk area yang tak terlihat saat kita sedang berkendara di jalan raya. Area blind spot tak tertangkap oleh kaca spion. Dia ada di sisi kanan dan kiri jalan, belakang, hingga depan kendaraan kita, terutama untuk kendaraan roda empat atau lebih.

Para pengemudi kendaraan bermotor mesti mewaspadai area blind spot. Terlebih bagi para pesepeda motor, pengetahuan mengenai area blind spot perlu digandakan. Maklum, bentuk sepeda motor yang lebih kecil dibandingkan sedan, minibus, apalagi truk, rentan untuk tidak terlihat oleh pengemudi mobil. Para sopir truk menjadi kelompok yang paling kesulitan mengetahui keberadaan sepeda motor, terutama di area blind spot tadi.

Pemahaman yang baik terhadap area blind spot akan amat membantu pesepeda motor untuk memperkecil risiko terjebak insiden kecelakaan lalu lintas jalan. Salah satu faedah yang besar adalah ketika pesepeda motor hendak mendahului. Bila tahu titik area blind spot dengan baik, proses mendahului menjadi relatif lebih aman. Tentu saja mesti dilengkapi dengan pengetahuan cara mendahului yang aman dan selamat. Tahapan untuk mendahului juga harus dipenuhi, seperti melihat arah depan dan belakang. Selain itu, memberi isyarat klakson atau lampu untuk memberitahu pengemudi di depannya bahwa ada kendaraan yang akan mendahului.

Hal lain adalah jangan nekat nyalip mobil di tikungan. Nyalip pacar orang aja berisiko, apalagi nyalip mobil di tikungan. Pasalnya itu tadi, ada area blind spot yang membuat pengendara mobil tidak melihat kehadiran sang pesepeda motor. Bisa repot urusannya. Bisa-bisa terjadi tabrak depan samping yang merepotkan.

Kita tahu bahwa tabrak depan samping merupakan jenis kecelakaan kedua terbesar di Indonesia. Data Korlantas Polri membeberkan, pada 2013, kontribusi jenis kecelakaan yang satu ini sebesar 22,30%. Sedangkan setiap harinya terjadi sekitar 61 kasus kecelakaan tabrak depan samping.

Karena itu, bagi kita para pesepeda motor, jangan selalu beranggapan bahwa pengemudi lain, terutama mobil berukuran besar, bisa melihat kita. Sekalipun sudah menerapkan prinsip menyalakan lampu utama saat berkendara sepeda motor alias day running light (DRL) dengan motor bersistem automatic headlamp on (AHO), bukan mustahil ada area blind spot yang benar-benar mematikan. Misalnya, satu meter disamping kemudi truk atau satu meter di depan truk.

blind_spot2_crimsonconcrete

Sampai disini, belum kelihatan hubungan antara blind spot dengan blind date. Coba lanjutkan bacanya.

Blind date kerap hadir ketika seseorang dimakcomblangi. Misal, pria A dikenalkan oleh temannya si C dengan perempuan D. Nah, A dan D kemudian dibikinin janji untuk ketemuan semacam kencan gitu.

Pria A tentu saja belum tahu banyak soal si D, demikian pula sebaliknya. Saat akhirnya kencan itu terjadi, praktis banyak ‘titik buta’ diantara keduanya. Mulai dari soal hobi hingga latar belakangan asmara masing-masing. Salah bicara sedikit bisa buyar keasyikan berkencan buta itu.

Nah, mengenali sosok yang diajak untuk blind date menjadi amat penting untuk berjaga-jaga jangan sampai tabrakan perasaan. Maksudnya, jangan sampai sang mitra kencan menjadi tersinggung.

Karena tulisan ini sedikit memaksa untuk kait mengkait antara blind date dan blind spot, maka rasanya terpaksa kita melihat ada kemiripan diantara keduanya. Kalau pengendara berada di area blind spot bisa terjebak insiden tabrakan. Maka, mereka yang terlibat blind date juga ada area titik buta yang bisa-bisa menyinggung perasaan sang mitra. Kalau tabrakan perasaan terjadi (baca:menyinggung perasaan), rasanya menjadi gak asyik lagi blind date-nya. Bisa-bisa, itu adalah pertemuan pertama dan terakhir. Hemmmm….. (edo rusyanto)

skema blind spot dicomot dari sini

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: