Skip to content

Begini Kronologis Mata Elektronik di Indonesia

6 Januari 2015

Operasi Zebra-tno5

PENGGUNAAN teknologi informasi dan elektronik dalam penegakkan hukum di jalan raya (Electronic Traffic Law Enforcement/ETLE) masih menghadapi lika liku. Entah kapan akan diterapkan di Indonesia. Padahal, Indonesia sudah punya dua payung hukum untuk memanfaatkan teknologi mutakhir untuk mewujudkan lalu lintas jalan yang aman, nyaman, dan selamat.

Payung itu mencakup Undang Undang (UU) UU No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dalam ayat 1 pasal 5 UU ITE disebutkan bahwa info elektronik dan atau dokumentasi elektronik dan atau hasil cetaknya merupakan alat bukti hukum yang syah. Lalu, pada ayat 2 dinyatakan bahwa info elektronik dan atau dokumentasi elektronik dan atau hasil cetaknya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan perluasan dari alat bukti yang syah sesuai dengan hukum acara yang berlaku di Indonesia.

Sementara itu, UU No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Dalam ayat 1 pasal 272 UU tersebut ditegaskan bahwa untuk mendukung kegiatan penindakan pelanggaran bidang LLAJ dapat digunakan peralatan elektronik. Sedangkan ayat 2 nya mengatakan, hasil penggunaan peralatan elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat digunakan sebagai alat bukti di pengadilan.

Dalam kasus kecelakaan yang menimpa pesohor Ari Wibowo di Jalan Wolter Monginsidi, Jakarta Selatan, pada Senin, 10 Juni 2013, alat elektronik sempat dimanfaatkan sebagai barang bukti. Pelaku yang mengendarai sepeda motor gede menabrak pejalan kaki hingga tewas. Ari Wibowo semula sempat ditetapka sebagai tersangka, namun belakangan diubah menjadi korban setelah menyodorkan barang bukti berupa rekaman kamera CCTV yang memperlihatkan sang pedestrian menyeberang tidak menoleh kanan dan kiri.

Alat elektronik seperti CCTV seyogyanya menjadi pintu masuk bagi penegakkan hukum di jalan raya. Bila alat perekam itu terintegrasi dengan teknologi informasi, fungsinya bisa lebih beragam. Mulai dari pengatur manajemen lalu lintas jalan, penegakan disiplin pengguna jalan, hingga sebagai barang bukti di pengadilan.

Tujuan pemakaian alat elektronik dan teknologi informasi sejatinya cukup banyak. Polda Metro Jaya bahkan mengatakan, tujuan itu mencakup untuk mengurangi kemacetan berlalu lintas dan mengurangi pelanggaran lalu lintas. Lalu, mengurangi kecelakaan, meningkatkan ketertiban berlalu lintas, dan meningkatkan pelayanan polisi kepada masyarakat.

Selain itu, untuk mengembalikan citra polisi di masyarakat, menghilangkan kolusi antara petugas dengan masyarakat, dan sebagai implementasi program inisiatif anti korupsi.

Perjalanan Panjang

Setahun setelah UU No 22/2009 tentang LLAJ dikeluarkan, pemerintah menggelar rapat koordinasi (rakor) dan diskusi soal penggunaan alat elektronik. Rakor yang digelar pada 9 Desember 2010 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan itu membahas penerapan sistem info elektronik dalam penindakan pelanggaran lalu lintas jalan tertentu. Peserta rakor adalahMahkamah Agung RI, Korlantas Polri, dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Saat itu, penindakan yang akan memakai alat elektronik ditujukan untuk tiga jenis pelanggaran lalu lintas jalan. Pertama, pelanggaran atas pasal 287 (2) Jo Pasal 106 (4) huruf c UU No 22 /2009, yakni pelanggaran aturan perintah/larangan yang dinyatakan dengan alat pemberi isyarat lalu lintas (menerobos lampu merah). Pelanggaran atas aturan ini sanksinya pidana kurungan maksimal dua bulan. Atau, denda maksimal Rp 500.000.

Kedua, pelanggaran pasal 287 (1) Jo Pasal 106 (4) huruf b UU No 22 / 2009, yakni melanggar marka tanda garis berhenti. Pelanggar aturan ini bisa dikenai sanksi pidana penjara maksimal dua bulan atau denda maksimal Rp 500.000.

Ketiga, pelanggaran atas pasal 287 (1) Jo Pasal 106 (4) huruf b UU No 22/ 2009, melanggar marka kuning (yellow box). Pelanggaran aturan ini sanksinya bisa berupa penjara maksimal dua bulan atau denda maksimal Rp 500.000.

tilang-elektronik-mekanisme

Belakangan pemanfaatan ETLE juga termasuk untuk mendeteksi pengendara yang berkendara melampaui batas kecepatana maksimum. Polisi juga mengaku bahwa pemakaian elektronik bertujuan untuk memudahkan penindakan terhadap pelanggar, kecepatan pendataan, dan keakuratan pembuktian. Selain itu, untuk meningkatkan disiplin pengguna jalan dan mengefektifkan petugas,” tukasnya.

Soal kapan diimplementasikan, kabar terbaru adalah bahwa pada 2015 ini bakal dilakukan ujicoba dengan menempatkan Jakarta sebagai pilot project.

Perjalanan panjang penerapan ETLE sempat saya catat seperti tertera di bawah ini;

Kronologis Penerapan Mata Elektronik

22 Juni 2009 : Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menerbitkan UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang memungkinkan penggunaan elektronik untuk penegakan aturan lalu lintas dan angkutan jalan.

9 Desember 2010: Digelar rapat koordinasi (rakor) dan diskusi soal penggunaan alat elektronik di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. Rakor membahas penerapan sistem info elektronik dalam penindakan pelanggaran lalu lintas jalan tertentu. Peserta rakor adalahMahkamah Agung RI, Korlantas Polri, dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

10 Desember 2010: Polda Metro Jaya menandatangani Perjanjian Kerjasama dibidang Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE)/Electronic Registration and Indentification (ERI) dengan PT RIN Indonesia Jaya. ERI adalah pencatatan kendaraan bermotor secara elektronik sehingga memudahkan penegakan hukum di jalan. Data menjadi lebih akurat dan terintegrasi dengan sistem kamera pengawas.

24 Februari 2011: Polda Metro Jaya mengujicoba sistem kamera pengawas lalu lintas jalan di kawasan Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, persisnya di depan pusat perbelanjaan Sarinah. Saat itu dilontarkana pula bahwa ujicoba tilang elektronik bakal digelar pada April 2011.

26 September 2012: Digelar diskusi Penegakan Hukum Lalu Lintas Berbasis Teknologi Informasi, di Jakarta.

25 September 2013: Digelar Diskusi Publik tentang Electronic Registration and Indentification (ERI) di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan yang digelar oleh Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ).

15 April 2014: Kepala Korlantas Polri Inspektur Jenderal (Pol) Pudji Hartanto mengatakan, Polri siap menguji coba mekanisme Tilang Elektronik mulai tahun 2014. Jakarta dijadikan lokasi ujicoba pertama karena infrastrukturnya infrastruktur dianggap penunjang dan paling lengkap dibanding daerah lain.

17 September 2014; Rapat Koordinasi Pembahasan Hasil Kajian Umum Penerapan E-Camera for Road Safety System (E Cross) di Gedung Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan. Peserta rakor mencakup pihak Kepolisian RI, instansi terkait seperti kementerian perhubungan, kejaksaan, hingga lembaga swadaya masyarakat. Untuk tahap awal, Kepolisian RI bakal memakai kamera untuk merekam pelanggaran lalu lintas.

14 November 2014: Polda Metro Jaya mengaku bakal menguji coba tilang elektronik. Uji coba dilakukan di kawasan HR Rasuna Said, Pancoran, dan perempatan Mampang. Yakni Jalan Rasuna Said menuju Mampang, dan Jalan MT Haryono menuju Pancoran, dan di perempatan Mampang.

4 Januari 2015: Polda Metro Jaya berharap bisa mengujicoba tilang elektronik pada 2015. Namun, saat ini masih dalam persiapan baik software maupun hardware nya.

Kita semua berharap lalu lintas jalan kian humanis. Penggunaan sistem teknologi informasi dan elektronik menjadi salah satu upaya penting untuk mewujudkan hal itu. Semoga tak ada lagi kasus kecelakaan yang menimbulkan fatalitas memilukan. Bagaimana tidak, pada 2013, setiap hari kita harus kehilangan 70-an anak negeri lantaran kecelakaan di jalan. (edo rusyanto)

Iklan
2 Komentar leave one →
  1. 6 Januari 2015 17:19

    gk ada alasan lagi ya om, bukti di kamera..

    nitip om ttg RHK

    https://boerhunt.wordpress.com/2015/01/06/ruang-henti-khusus-rhk-idenya-bagus-sayang-kurang-efektif-ada-cara-yang-lebih-efektif/

  2. 28 Januari 2015 13:50

    Reblogged this on Suetoclub's Blog.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: