Lanjut ke konten

Antara Pan American, Skyvan, Silk Air, dan Air Asia

30 Desember 2014

air asia Malaysia ke Taiwan1

INDONESIA punya sejumlah catatan kecelakaan pesawat udara. Sepanjang 1967 hingga 2013 setidaknya terdapat 39 kecelakaan yang merenggut tak kurang dari 1.400 korban jiwa.

Jumlah tersebut dihimpun dari kecelakaan pesawat udara yang terjadi di Indonesia, baik milik maskapai domestik maupun milik asing. Termasuk, kecelakaan maskapai Indonesia yang terjadi di luar negeri, seperti pesawat Garuda 865 yang terbakar di Bandara Fukuoka, Jepang pada 13 Juni 1996. Ketika itu, merenggut tiga korban jiwa dan mencederai 16 orang.

Sepanjang 47 tahun terakhir ada beberapa kasus kecelakaan pesawat udara milik maskapai asing yang terjadi di wilayah Indonesia. Pada 22 April 1974, pesawat Boeing 707-321B nomor registrasi N446PA milik Pan American World menabrak gunung di Bali. Wikipedia menyebutkan, pesawat itu terbang dari Hong Kong ke Sydney, Australia dengan transit di Denpasar, Bali, Indonesia. Kecelakaan yang terjadi lima menit menjelang mendarat di Bandara Ngurah Rai, Bali itu merenggut 107 korban jiwa.

Maskapai asing lainnya yang mengalami kecelakaan di wilayah Indonesia adalah Skyvan Pan Malaysia Air Transport 9M-PID. Pesawat carter ini hilang 35 menit setelah lepas landas dari Polonia, Medan. Pesawat dengan 11 penumpang dan 3 awak jatuh dan hilang di kawasan Aceh Timur pada 31 Januari 1993.

Belakangan, sekitar 17 tahun kemudian, persisnya pada Agustus 2010, mencuat kabar bahwa ditemukan kerangka pesawat dengan sejumlah kerangka manusia di Aceh Besar. Diduga kerangka pesawat itu milik Skyvan Pan Malaysian Air Transport yang jatuh pada 1993. Namun, hingga kini belum ada kabar termutakhir terkait konfirmasi dugaan tersebut.

Kecelakaan ekstrim maskapai asing yang terjadi di wilayah Indonesia menimpa pesawat Silk Air 185 pada 19 Desember 1997 atau 23 tahun setelah Pan American World di Bali. Pesawat Boeing 737-300 milik Silk Air jatuh di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan.

Dalam kecelakaan itu Silk Air yang merupakan anak usaha Singapore Airlines, Singapura harus kehilangan seluruh kru Silk Air 185. Peristiwa itu merenggut seluruh penumpang dan kru pesawat yang mencapai 104 jiwa. Pada 14 Desember 2000, Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Indonesia menyatakan bahwa penyebab kecelakaan tidak dapat diketahui (undetermined).

Saat kejadian, Silk Air sedang menempuh rute penerbangan Jakarta-Singapura. Ketika itu, pesawat sedang terbang dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, Indonesia menuju Bandara Changi, Singapura.
Pada penghujung 2014, kita dihadapkan lagi oleh kabar hilang kontaknya pesawat Air Asia QZ-8510 yang terbang dari Bandara Djuanda, Surabaya menuju Bandara Changi, Singapura. Pesawat yang dioperasikan oleh PT Indonesia Air Asia itu hilang kontak pada Minggu, 28 Desember 2014 pada sekitar pukul 06.17 WIB. Saat itu, pesawat membawa 155 penumpang.

Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mencari lokasi pesawat yang hilang kontak tersebut. Segenap tenaga dikerahkan dengan melibatkan banyak instansi, mulai dari kementerian perhubungan, TNI AL, TNI AU, hingga Basarnas. Bahkan, Indonesia juga bekerjasama dengan Malaysia dan Singapura untuk melacak keberadaan pesawat yang diduga di hingga ke Belitung di Pulau Sumatera.

Oh ya, PT Indonesia AirAsia, selaku operator QZ8501, sebanyak 49% sahamnya dimiliki oleh Air Asia Group yang berbasis di Malaysia. Sedangkan sebesar 51% sahamnya dimiliki oleh Awair, Indonesia.

Kita berharap pesawat yang hilang kontak itu dapat ditemukan dan seluruh penumpang dan awaknya diberi keselamatan. Amin. (edo rusyanto)

*) dirangkum dari berbagai sumber

2 Komentar leave one →
  1. 31 Desember 2014 07:45

    Mengerikan juga sampai segitu banyak korbannya.

  2. 5 Januari 2015 13:30

    Reblogged this on Suetoclub's Blog.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: