Lanjut ke konten

Jurus Beijing dan Vietnam Menekuk Motor

27 Desember 2014

vietnam9_motoredo

PADA tulisan kemarin kita sudah melihat jurus Malaysia dan Australia dalam menangani masalah sepeda motor. Kali ini, kita akan mengintip bagaimana jurus yang dilakukan oleh Beijing, Taiwan, dan Vietman.

Belajar dari Beijing

Pemerintah Kota Beijing, Tiongkok melarang sepeda motor berkeliaran di ruas jalanan kota, kecuali yang diperuntukkan untuk wisata. Selain menebar polusi, larangan menggunakan sepeda motor ini juga dilakukan demi mengurangi tingkat kemacetan dan kecelakaan jalan raya. Kebijakan yang sebenarnya menunjukkan ironi, karena Tiongkok terkenal sebagai produsen motor terbesar di dunia, namun ternyata penggunaan motor di negara ini malah dibatasi.

Segala kebijakan pembatasan sepeda motor tadi juga diimbangi dengan tersedianya sarana transportasi umum yang memadai. Pada 2007, pemerintah Beijing mengimplementasikan kebijakan transportasi publik murah, dimana ongkos subway dan bus dikurangi 60% untuk meningkatkan jumlah pengguna moda transportasi umum.

Namun demikian, usaha-usaha hebat yang dilakukan pemerintah Beijing tadi ternyata belum juga memecahkan masalah kemacetan. Data Komisi Transportasi Beijing memperlihatkan, waktu rata-rata kemacetan di ruas jalan kota pada 2013 berkisar 1 jam 55 menit atau meningkat 25 meni jika dibandingkan dengan tahun 2012.

Belajar dari Taiwan

Sekalipun tingkat populasi sepeda motor di Taiwan cukup tinggi, yakni sekitar 15 juta unit pada 2012, namun penggunaannya cenderung menurun. Hal ini karena pemerintah Taiwan melakukan beberapa langkah pembenahan seperti perbaikan layaan transportasi publik serta penerapan manajemen parkir.

Pada aspek pertama, perbaikan sarana dan prasarana angkutan umum dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari bus umum, MRT, kereta api cepat, semuanya memiliki jadwal kedatangan dan keberangkatan sangat tepat waktu dan tertera di stasiun umum. Integrasi intermoda juga difasilitasi antara sepeda motor dengan alat transportasi lainnya seperti metro, kereta api, dan kapal ferry. Beberapa fasilitas parkir yang berdekatan dengan stasiun penghubung dibangun demi mempermudah pengendara motor berganti akses.

Sedangkan di aspek kedua, dilakukan pengaturan dan penerapan tarif parkir yang berlaku tidak hanya bagi mobl, tapi juga terhadap sepeda motor. Langkah ini menimbulkan hasil yang positif. Trotoar jalan di Taiwan setidaknya menjadi lebih teratur sehingga jumlah masyarakat pejalan kaki di dalam kota terus meningkat.

pemotor di taipei

Untuk mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas jalan, pemerintah Taiwan juga memberlakukan kebijakan yang terkait dengan penggunaan sepeda motor antara lain kewajiban pemakaian helm dan pengaturan aliran arus sepeda motor di lampu merah. Selain itu, pemisahan jalur antar-mobil dan sepeda motor di beberapa ruas jalan utama.

Hasilnya? Dalam lima tahun terakhir Taiwan mampu menurunkan tingkat kecelakaan hingga 51%. Selain itu, urai Bambang, pembenahan transportasi juga mampu menahan penggunaan sepeda motor yang cukup mengesankan.

Belajar dari Vietnam

Lebih dari sepertiga penduduk Vietnam memiliki sepeda motor. Lihat saja, populasi penduduk sebesar 90 juta jiwa, sedangkan populasi sepeda motor menyentuh 39 juta unit. Dengan begitu, kemacetan menjadid pemandangan yang biasa di Vietnam.

Untuk mengatasi masalah seputar motor dan transportasi, pada 2012 pemerintah Vietnam mencoba menerapkan manajemen kebutuhan lalu lintas (traffic demand management) seperti perubahan waktu kerja dan jam sekolah, pembangunan jalan dan jembatan baru, serta penerapan kewajiban memakai helm. Namun, berbagai upaya ini masih belum menunjukkan hasil positif.

Berdasarkan data dari Komite Nasional Keselamatan Vietnam (NTSC), masih terdapat sekitar 26 orang meninggal dan 81 orang terluka setiap harinya dalam kecelakaan yang melibatkan sepeda motor.

Karenanya, pemerintah Vietnam berencana untuk mengurangi jumlah sepeda motor menjadi 36 juta pada 2020. Salah satu kebijakan yang diambil adalah dengan melakukan pembatasan penggunaan sepeda motor terutama pada kota-kota besar, seperti ibu kota Hanoi dan Ho Chin Minh. Selain akan membatasi jumlah kepemilikan sepeda motor per keluarga, nantinya pengendara juga tidak diperbolehkan memasuki area yang memiliki kemacetan tinggi di pusat kota. Sebagai gantinya, akan dibangun 8 jalur Metro di Hanoi, 6 jalur Metro, serta 3 jalur light rail di Ho Chin Minh..

Nah, itulah sejumlah jurus pemerintah-pemerintah negara di Asia terkait sepeda motor dengan kemacetan dan kecelakaan. Lantas, bagaimana dengan di Indonesia dan khususnya Jakarta yang kini sedang mengujicoba pelarangan sepeda motor ke Jl MH Thamrin-Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat? Kita lihat saja nanti kelanjutannya. (edo rusyanto)

One Comment leave one →
  1. 31 Desember 2014 11:59

    mobilisasi massa ada saatnya harus dibatasi, baik dr umur ,th pembuatan, jalan eksklusif dll

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: