Skip to content

Mengintip Penanganan Motor di Malaysia dan Australia

26 Desember 2014

malaysia bikers

SAAT ini ada getaran kebijakan panik dalam menangani membanjirnya sepeda motor di Jakarta. Hal itu yang terasa saat mencuat soal pelarangan sepeda motor melintas di jalur protokol, khususnya di ruas Jl MH Thamrin-Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Ngomong-ngomong soal penanganan sepeda motor bila dikaitkan dengan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas jalan, mestinya kita bisa belajar dari negara-negara lain. Ada sejumlah pengalaman menarik ketika saya membaca buku besutan doktor ahli transportasi Bambang Susantono yang berjudul “Revolusi Transportasi”. Buku setebal 334 halaman yang diterbitkan Gramedia pada 2014 itu menyelipkan pembahasan soal sepeda motor di bab dua, persisnya di halaman 57-68.

Nah, beberapa hal penting yang bisa saya kutip berikut ini barangkali bisa memperkaya sudut pandang kita soal penanganan sepeda motor di Tanah Air.

Tulisan saya bagi dua, pertama, terangkum dalam artikel “Mengintip Penanganan Motor di Malaysia dan Australia.” Dan, kedua tertuang di dalam artikel “Jurus Beijing dan Vietnam Menekuk Motor.”

Belajar dari Malaysia

Pemeritah Malaysia menyediakan jalur khusus bagi sepeda motor di beberapa ruas jalan raya dan jalan tol. Jalur khusus ini ditempatkan di sebelah lajur kiri dan hanya dapat digunakan untuk motor dengan kapasitas mesin di bawah 250cc. Keamanan pengendara sangat diperhatikan di sini. Rambu-rambu, lampu penerangan, dan terowongan yang menembus persimpangan jalan, semuanya disediakan sehingga arus lalu lintas menjadi lebih nyaman.

Selain itu, tulis mantan wakil menteri perhubungan ini sanksi tegas dan denda tinggi juga diterapkan kepada pengendara yang melanggar atau tidak menggunakan jalur khusus tersebut. Upaya tersebut tidak sia-sia, karena dalam waktu satu tahun setelah pembukaan jalur khusus motor, terjadi penurunan angka kecelakaan sebesar 39%. Tuh kan.

Belajar dari Australia

Di Negara Kanguru ini untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan bermotor, pemerintah kota Victoria di Australia menerapkan manajemen keselamatan yang ketat demi menyiasati kecelakaan lal lintas yang disebabkan sepeda motor. Sestiap lokasi yang rawan kecelakaan atau sering disebut blackspot dipelajari secara detail, untuk kemudian dilakukan penanganan sesuai akar masalahnya. Baik dari segi desain, maupun sistem lalu lintas.

Hebatnya, tulis Bambang Susantono, ahli konstruksi dan keselamatan jalan juga dilibatkan dalam proses penanganan ini, sehingga bisa memberikan rekomendasi solusi terbaik. Melalui program yang dimulai sejak tahun 2003 tersebut, kota Victoria sukses menurunkan tingkat kecelakaan motor sebanyak 24% di 87 titik rawan kecelakaan. (edo rusyanto)

Iklan
3 Komentar leave one →
  1. 30 Desember 2014 20:48

    tingkat jumlah motor di Indonesia dengan negara tersebut tentu berbeda. Di Indonesia, pangsa pasar terbesar industri motor, ditambah kemudahan memiliki motor karena sistem kredit, pajak yang rendah, akan semakin tak terkendali. Jika dibuatkan jalur khusus, dengan jumlah motor yang membludak, apalagi lebar jalan seperti jalur khusus busway, mungkin akan banyak motor crash, kalau tidak nyungsep. Solusinya paling baik di Indonesia adalah perbanyak transportasi rakyat, syukur gratis, dan tinggikan pajak kendaraan bermotor.

    • 1 Januari 2015 12:41

      nice comment, otak lau cerdas gan. gokil

  2. 31 Desember 2014 07:44

    Seharusnya memang ada jalur khusus untuk sepeda motor. Motor tidak campur dengan roda empat, sehingga lebih tertata rapi dan mengurangi kecelakaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: