Skip to content

Pria Ini Sibuk Memasarkan Proyek Rp 200 Triliun di Tangerang

23 Desember 2014

jopy rusli lippo_edo

PRIA ini menjadi salah satu sosok penting dalam proyek kota terpadu Millennium Village senilai Rp 200 triliun di Tangerang, Banten. Bertubuh tinggi, penampilan tenang, dan memiliki tutur sapa yang tertata, memunculkan impresi elegan saat pertama kali saya bertemu dengannya beberapa waktu lalu di Jakarta.

Saat itu, kami berbincang mengenai mega proyek yang menempati lahan seluas 70 hektare (ha) tersebut. Itulah sosok Jopy Rusli, Chief Marketing Offiicer (CMO) Lippo Homes PT Lippo Karawaci Tbk. Salah satu pengembang properti terbesar di Indonesia pada saat ini.

Pria kelahiran Jakarta, 8 Juli 1962 ini sangat tak asing dengan urusan bangun membangun suatu kawasan. Sentuhannya pada proyek-proyek properti garapan Kelompok Lippo sudah cukup teruji. Proyek Rp 200 triliun di Tangerang baru salah satunya. Dia juga sedang terlibat dalam urusan jual menjual proyek Lippo lainnya, yakni Orange County di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Untuk yang ini bahkan nilai proyeknya menyentuh Rp 250 triliun. Dahsyat kan?
Bagi warga Tangerang, kehadiran Millennium Village bakal menghebohkan. Bagaimana tidak, kelak di proyek ini bakal berdiri gedung perkantoran berketinggian 100 lantai. Bayangkan, sejangkung apa itu gedung. Saat ini, belum ada gedung sejangkung itu di Tangerang, bahkan di Indonesia.

Proyek ini menjadi bagian dari Lippo Village yang memiliki luas 2.500 ha. Manajemen Lippo Karawaci mencadangkan lahan selua 132 ha untuk central business district (CBD) dan dari total lahan itu seluas 70 ha dirancang untuk proyek terpadu Millennium Village yang memiliki nilai sekitar Rp 200 triliun.

“Kami punya tiga gedung perkantoran yang terdiri atas dua perkantoran setinggi 75 lantai dan satu gedung setinggi 100 lantai,”urai Jopy Rusli yang jebolan University of Oregon, Amerika Serikat itu.

Persisnya, kata dia, gedung-gedung perkantoran pencakar langit yang merupakan landmark tower itu mencakup Gateway Tower setinggi 75 lantai, Super Tower 75 lantai, dan Iconic Tower 100 lantai. Keren deh Tangerang, punya banyak gedung jangkung.

Taman di Ketinggian

Mega proyek yang dirancang oleh arsitek internasional DP Architects, Singapura ini kental dengan konsep properti hijau (green property). Karena itu, area hijau yang disediakan tergolong cukup besar jika dibandingkan antara lahan yang tersedia dengan jumlah kawasan hijaunya. Dari 70 ha yang ditempatiMillennium Village, sebanyak 50 ha bakal dipakai untuk taman dan lahan hijau lainnya.

“Itu berarti sekitar 70% area yang ada untuk kawasan hijau,” katanya.

millennium village lippo tangerang

Coba saja bandingkan dengan kota sejenis yang sudah ada di dunia. Bishan Park, Singapura hanya memiliki 23% lahan hijau. Lalu, Hyde Park, Londong, Inggris hanya 7,5%. Bahkan, Central Park di New York, Amerika Serikat paling banter hanya 30%.

“Lahan hijau kami mencakup yang natural seperti taman dan lapangan golf, Millenium Sky Park, dan Green Boulevards,” jelasnya.

Keunikan yang bakal hadir salah satunya diusung oleh Millenium Sky Park. Inilah ‘taman’ yang berada di ketinggian, yakni di level sembilan yang menghubungkan antara pencakar langit yang ada di MillenniumVillage. Luasnya tidak tanggung-tanggung, yaitu 25 ha. Disinilah surga bagi pedestrian. Mereka bisa melenggang di jalan tanpa harus ketemu kendaraan bermotor yang wira-wiri. Jalan kaki bisa nyaman, sambil menikmati seabrek fasilitas yang ada di Sky Park dan terpenting pedestrian tidak menghirup gas emisi buang dari kendaraan bermotor karena memang tidak ada kendaraan yang lewat di taman tersebut.

Tunggu dulu, masih ada lagi jurus untuk memanjakan pedestrian. Sebut saja misalnya terowongan untuk melintas bagi pejalan kaki dan shopping street sepanjang 1,5 kilometer (km) yang diisi oleh berbagai pedagang, restoran, dan kafe. Agar pedestrian merasa lebih nyaman, trotoar yang dibangun di areashopping street itu tidak tanggung-tanggung, yakni 22 meter (m).

Oh ya, untuk pengaturan sistem lalu lintas Lippo menyewa Aecom dari Singapura sehingga praktis arus kendaraan menjadi lancar dan memberi kenyamanan dan keselamatan bagi pedestrian.

Kapan itu semua terwujud? “Proyek ini rencananya rampung dalam 20 tahun terhitung sejak 2014,” jelas Jopy Rusli. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: