Skip to content

Revolusi Para Pejuang Road Safety

21 Desember 2014
tags:

sca aksi stir tangerang 2014

Mengapa perlu ada revolusi di dalam road safety alias gerakan keselamatan jalan?

Ok, sebelum lebih jauh, mari kita kita samakan dulu makna kata revolusi.

Salah satu yang menjadi rujukan kita adalah Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang menyebutkan bahwa arti revolusi adalah perubahan yang cukup mendasar dalam suatu bidang. Sedangkan Wikipedia menyebutkan bahwa revolusi adalah perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat. Bila disimak mendalam, esensi dari keduanya sama, yakni perubahan secara cepat untuk hal yang mendasar atau pokok.

Hadirnya SCA 2014

Dalam perjalanannya, negara juga belum becus menyelesaikan peliknya masalah kecelakaan lalu lintas jalan. Pada 2013, masih terjadi 320-an kasus kecelakaan per hari dan merenggut 70-an jiwa per hari.

Segenap sumber daya pemerintah mesti pontang panting mengatasi masalah tersebut. Karena itu, peran publik, baik itu masyarakat maupun dunia usaha menjadi amat penting. Gerakan elemen publik menjadi kunci keberhasilan upaya menekan fatalitas kecelakaan lalu lintas.

Kelompok pengguna sepeda motor, baik itu yang tergabung dalam komunitas maupun klub motor juga memiliki andil penting. Kehadiran 15 peserta Safety Campaign Award (SCA) 2014 yang digelar Adira Insurance, Road Safety Association (RSA) Indonesia, Bikersmagz, dan Sportku.com termasuk yang memiliki kekuatan tersendiri.

Mereka yang di tengah kesibukan dan risiko berkendara, masih sempat menyuarakan pentingnya berkendara yang aman dan selamat kepada masyarakat luas. Mereka yang merupakan orang-orang harus survive di tengah buruknya angkutan umum, masih sempat memikirkan keselamatan orang lain, selain dirinya. Lewat segala macam kegiatan kampanye keselamatan jalan, mereka terus bergerak.

Ketika panitia SCA 2014 memberikan apresiasi kepada mereka, ada harapan yang tersembunyi, yakni bahwa pergerakan mesti terus dilakukan. SCA 2014 bergulir mulai dari penghujung Agustus 2014 hingga Desember 2014.

Dari 15 yang lolos verifikasi proposal, mereka mengimplementasikan proposalnya. Lalu, dewan juri memilih kelompok, hingga akhirnya dipilih tiga penerima anugerah dengan dua kelompok penerima anugerah khusus.

Indikator penilaian dalam SCA 2014 cukup lengkap. Saat tahap penyeleksian proposal yang masuk mencakup; Public exposure (20%), Multiplier effect (25%), Innovation/Uniqueness (10%), Lolos verifikasi kelengkapan (5%), Road safety activity (15%), dan Road safety concept (25%).

Lalu, dalam tahap implementasi mencakup ; Time Frame (5%), Public exposure (25%), Multiplier effect (30%), Keterlibatan anggota (15%), dan Road safety concept (25%).

Sedangkan pada tahap 10 besar untuk mencari tiga yang mendapat anugerah mencakup; Public exposure (25%), Multiplier effect (30%), Road safety knowledge (10%), Road safety concept (25%), Presentation skill (5%), dan Innovation/Uniqueness (5%).

2014-12-20 18.55.47_resized

Tidak ada kalah menang dalam SCA 2014. Para peserta tidak saling mengalahkan satu dengan yang lainnya mengingat musuh bersama para peserta adalah sang jagal jalan raya yang merenggut 70-an jiwa per hari.

Tiga penerima anugerah SCA 2014 maupun dua penerima anugerah khusus adalah wujud refleksi dari pergerakan peserta SCA 2014. Anugerah diberikan atas penilaian apa yang sudah dilakukan para peserta selama proses kegiatan SCA 2014. dengan atau tanpa adanya SCA 2014, saya percaya gerakan moral kelompok pesepeda motor tak pernah surut. Dia terus menyala dalam dada dan terus mengalir dalam denyut darah kita semua.

Tiga penerima anugerah SCA 2014 berturut-turut sesuai urutan adalah; Pulsarian Bekasi (Bekasi), STIR (Tangerang), dan SSFCI (Jakarta). Sedangkan dua penerima anugerah khusus adalah YVCI Cikarang (Bekasi) untuk kategori peserta pemberi inspirasi dan YMCI Tangerang sebagai peserta dengan program yang unik.

Kembali ke judul tulisan soal revolusi road safety. Mau tidak mau, suka tidak suka. Revolusi harus terjadi. Mengubah perilaku berkendara yang ugal-ugalan menjadi lebih sudi taat aturan dan toleran. Para pejuang road safety pun mesti berani merevolusi diri dan pergerakan yang dilakukan. Misalnya, tak sekadar mensosialisasikan cara berkendara yang aman dan selamat di sekolah, namun juga membangun sistem sekolah yang aman dan selamat serta mengajak orang tua dan lingkungan sekolah ikut peduli. (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: