Skip to content

Vlogger Gathering dan Parkiran Mal Mewah

19 Desember 2014

blogger viva 2014

JUDULNYA terkesan kurang gaul banget yah? Jujur aja, sudah bertahun-tahun gak pernah mampir ke mal ini, sekalinya mampir terkaget-kaget. Itu pun atas undangan acara Vlogger Gathering yang digelar, Selasa, 16 Desember 2014.

Ya. Berkah ajang Vlogger Gathering 2014 bertajuk ‘Bagaimana Blog dan Social Media Mengubah Kultur Masyarakat Kota?’ itu cukup banyak. Kalau buat saya, selain bertambah kenalan blogger, kenal para awak Vivanews, juga jadi tahu parkiran mal mewah di Jakarta Selatan itu. Hehehehehe….

Oh ya, materi yang dipaparkan dalam ajang Gathering itu juga keren-keren. Ada cerita soal pengelolaan restoran Perancis, Boka Buka yang dibawakan oleh duo Ratria dan Sandria. Wajar aja sih, acaranya memang digelar di Boka Buka, Street Gallery Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan. Kalau mau nyobain masakan keong sawah, Escargot datang aja ke restoran Perancis ini. Eh keong sawah apa siput sih? Gak tahu deh. Pastinya, gak sembarangan karena kabarnya diolah dengan bumbu rahasia Boka Buka.

Oh ya, ada juga cerita dari pengelola Foodpanda yang dibawakan oleh Sander Van Der Veen. Materi dalam ajang kumpul blogger kali ini ditutup oleh Indriyatno Banyumurti, seorang food blogger. Ngomong-ngomong, kapan neh ngundang road safety blogger. Hehehehe.

Parkiran “Istimewa”

“Apa istimewanya?” Tanya seorang teman saat saya bercerita soal parkiran di mal mewah yang dibangun pengembang properti raksasa di Indonesia itu.

Bertahun-tahun lalu, saat pertamakali ke PIM 1, Jakarta Selatan, motor bisa diparkir di bagian belakang mal yang kini sudah meluas dengan tambahan PIM 2 dan segera dibangun lagi PIM 3. Bahkan, untuk PIM 3 yang mulai dibangun tahun 2015 anggaran yang disediakan mencapai Rp 5 triliun. Sang pengembang properti, yakni PT Metropolitan Kentjana Tbk menggabungkan PIM 3 dengan dua menara perkantoran. Lokasinya berdekatan dengan PIM 1 dan PIM 2. Tuh, tambah rame kan?

parkir moge pim

Nah, kini Desember 2014, para pesepeda motor yang mau ke PIM harus parkir di luar area mal yang menjajakan beragam barang mewah. Mulai dari handuk, kosmetik, hingga mobil mewah seharga miliaran rupiah per unit. Parkir motor ada di sisi kanan dan kiri bangunan PIM 1.

Bedanya, kalau yang di sisi kanan bangunan pesepeda motor bisa parkir di area yang lebih luas dan dekat dengan pedagang makanan dan minuman. Selain itu, ada penitipan helm. Lalu, penunggang kuda besi bisa berjalan kaki di bawah atap kanopi sehingga sedikit terhindar dari percikan air jika turun hujan. Hanya saja, pejalan kaki harus menaiki tangga penyeberangan yang cukup tinggi. Total jarak tempuh berjalan kaki bisa berkisar 5-10 menit menuju PIM 1.

Sedangkan untuk parkiran di sisi kiri bangunan, yakni saat pengunjung PIM 1 masuk lewat Street Gallery, area parkirnya masih tergolong baru. Lokasinya setelah melewati padang golf Pondok Indah. Jarak tempuh nyaris sama, bedanya tidak mesti naik tangga penyeberangan jalan dan tidak ada penitipan helm.

Kalau soal tarif, keduanya mematok harga yang sama, yakni dua jam pertama Rp 2 ribu dan dua jam selanjutnya Rp 2 ribu. Untuk penitipan helm silakan membayar seribu rupiah per titipan.

parkir motor pim 1

Ada lagi nih. Bagi penunggang kuda besi berkapasitas mesin 400cc ke atas bisa parkir di depan Street Gallery. Parkirannya istimewa, maksudnya, dari lokasi parkir ke area Street Gallery tak lebih dari 10 meter. Sekali lagi, tak lebih dari 10 meter. Asyikkan? Ya, tapi mesti punya motor gede (moge) dulu.

Nah, yang paling asyik adalah para pesepeda kayuh. Di sisi kiri bangunan, tak jauh dari lokasi parkir moge, tersedia parkir sepeda angin atau sepeda kayuh. Tempat parkirnya menyatu dengan bangunan Street Gallery. Hanya saja, terlihat bahwa kapasitas parkir hanya untuk enam sepeda kayuh.

parkir sepeda pim

“Jumlah maksimum parkir sepeda enam unit. Sepeda harus dikuci, manajemen PIM tidak bertanggung jawab atas segala kehilangan sepeda atau bagian dari sepeda.” Bunyi papan pengumuman di lokasi parkir sepeda.

Segitu dulu yah pengalaman parkir di PIM, tinggal pilih mau parkir dimana. Sekarang udah tahu bedanya untuk bawa motor di bawah atau di atas 400cc, atau bawa sepeda kayuh. Kalau soal bawa mobil pribadi atau naik angkutan umum tentu ada cerita tersendiri. (edo rusyanto)

Iklan
6 Komentar leave one →
  1. 19 Desember 2014 04:54

    Asyik juga kalo kayak gini

    • 19 Desember 2014 11:20

      asyiknya silaturrahim mas 🙂

  2. 19 Desember 2014 11:17

    Wah,,,, ternyata kemarin kita tidak ketemuan nih Mas, apa karena terlalu ramai ya jadi kurang perhatian. he,, he,, he,,,

    • 19 Desember 2014 11:20

      saya duduknya di belakang, jadi pemantau 🙂

  3. 20 Desember 2014 07:47

    Met berakhir pekan Mas,

    Ini tulisan ketiga tentang vlog gathering yg saya baca pagi ini.
    Nyesek kalo lihat acara yg bagus untuk dihadiri, tapi acaranya dilangsungkan di hari kerja. Cuma bisa gigit jari…

    Salam kenal Mas dari saya di Sukabumi,

    • 20 Desember 2014 11:35

      salam kenal juga kang. saya bisa hadir, kebetulan tinggal di Jakarta dan bisa “bolos” kerja pagi 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: