Skip to content

Pemobil Ini Ngeloyor Melihat Pesepeda Motor Nyungsep

17 Desember 2014

laka maut cirebon 2012

INI fakta di sekeliling kita. Ada ketakutan untuk menolong korban kecelakaan, atau empati kepada korban kecelakaan meluntur.

Sekitar dua puluh tahun lalu saya pernah mengalami kecelakaan sepeda motor. Saat itu, posisi saya dibonceng teman. Kami terjerembab dalam kecelakaan di malam yang dingin, motor kami berbenturan dengan mobil yang tiba-tiba berbelok tanpa memberi lampu sein untuk berubah arah. Saat itu, banyak warga yang melihat, banyak taksi dan mobil pribadi yang melintas, tapi tak ada yang mau berhenti untuk menolong.

Hingga akhirnya ada seorang ibu yang menghentikan kendaraannya lalu mengantar kami ke rumah sakit, termasuk mengurus uang pendaftaran berobat di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan. Hingga kini, saya tak pernah tahu siapa ibu sang penolong tadi. Tak tahu namanya, apalagi untuk tahu alamatnya. Saat itu, saya hanya bisa mengucapkan terimakasih.

Kawan saya terluka di bagian kepala dan tangan. Belakangan kawan saya pulih setelah dirawat dan mendapat beberapa jahitan.

Fakta dua puluh tahun lalu itu ternyata relevan di kondisi kekinian. Adalah seorang kolega saya yang bercerita tentang pengalamannya melihat pesepeda motor nyungsep di sudut Jakarta. Malam itu, cerita dia, saat melenggang dengan mobil sedannya, tiba-tiba dikejutkan oleh kehadiran pesepeda motor yang mendahului dari sisi kiri jalan.

“Dan, tahu-tahu motor itu jatuh. Rupanya ada lubang. Dia nyalip dari kiri, terus jatuh dan celaka. Gue sih terus aja, gak sempat nolong tuh korban,” ujar dia, suatu petang di Jakarta, belum lama ini.

Dia melanjutkan, niatnya untuk menolong tidak ada karena ada rasa was-was. “Gue sempat lihat sang pesepeda motor duduk terdiam di sisi jalan setelah terjatuh, gak tahu lukanya seperti apa. Pertanyaannya, apa benar nyalip dari sisi kiri jalan?” sergahnya.

Barangkali ada rasa khawatir saat hendak menolong korban kecelakaan. Kekhawatiran tadi mungkin karena enggan ditanya-tanyai pihak berwajib selaku saksi. Atau, sang penolong enggan direpotkan untuk membawa korban ke rumah sakit. Itu semua baru sekadar menduga-duga.

Betul, untuk menolong korban kecelakaan tidak bisa sembarangan. Terlebih, bila sang korban menderita luka parah. Kesalahan dalam memberi pertolongan bisa berujung fatal bagi sang korban. Saya pernah membaca sebuah artikel bahwa sangat mungkin korban kecelakaan yang berpotensi selamat hingga 80% berujung fatal lantaran kekeliruan cara pertolongan. Apalagi, ditambah dengan keterlambatan dalam memberikan pertolongan. Lantas, apa yang mesti dilakuan jika melihat korban kecelakaan di jalan? Ada yang punya saran? (edo rusyanto)

Iklan
4 Komentar leave one →
  1. 17 Desember 2014 09:47

    didiamkan sampai mati saja pak, lalu difoto atau direkam…
    lalu diupload ke youtube, path, twitter dan facebook…
    biasanya sih gitu…

  2. 17 Desember 2014 10:55

    Pemotor yang tak pakai riding gear yg layak atau riding sruntulan sangat pantas didiamkan sampai mati.

  3. 17 Desember 2014 12:28

    tapi entah kenapa, ane riding dengan safety, jalur kiri, kalo nyalip pakai sein plus klakson dulu, pake riding gear komplit plus decker malah jadi bulan-bulanan pengendara mobil ya bro?
    berkali kali ane dipepet sama avanza xenia, apv, mercedes (paling sering), truck gas dan galon…
    padahal ane ga arogan di jalan…

    apa karena sekarang dalam benak pengendara mobil berlaku sistem “kalo nabrak orang harus sampai benar2 mati, korban masih hidup lindas lagi sampai yakin mati biar ga gede bayar uang kerohimannya”…?

    pengalaman, tetangga ane “seharusnya” masih bisa menghirup udara namun karena ke aroganan pengendara mobil yang telah menabraknya dia harus rela berpisah selamanya dengan keluarga…
    dan keluarga hanya dapat rp.10juta dari uang kerohiman…
    padahal setau ane, dia orangnya selalu pakai riding gear lengkap dan hati2 kalau sedang berkendara motor…

  4. 24 Desember 2014 09:41

    aplagi banyak yang nolong tapi salah :/ . harus ada penyuluhan dari pmi .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: