Skip to content

Begini Pengalaman Soal BPJS Kesehatan

15 Desember 2014

bpjs kartu 2014

MEMASUKI penghujung Desember 2014 ini kian heboh soal BPJS Kesehatan. Kehebohan mencuat terkait dengan batas waktu pengurusan fasilitas kesehatan tersebut yang digadang-gadang akhir Desember 2014. Lebih heboh lagi, ketika beredar kabar kalau tidak punya BPJS Kesehatan bakal dipersulit pengurusan dokumen negara seperti pengurusan STNK dan pajak. Tapi, apa iya?

Ini sedikit pengalaman saya soal BPJS Kesehatan. Hal yang ingin saya bagikan disini khususnya terkait dengan pemindahan dari pendaftaran pribadi ke perusahaan. Bagaimana?

Ini dia.

Semula saya sekeluarga mendaftar BPJS Kesehatan secara perorangan. Maksudnya, kami sekeluarga mendaftar dan membayar iuran sendiri. Saat itu, kami mendaftar di kawasan Jakarta Timur. Fasilitas kesehatan yang dipilih adalah untuk kelas satu dengan iuran per bulan sebesar Rp 59.900 per orang.

Untuk yang kelas dua iurannya Rp 45.500, sedangkan kelas tiga Rp 25.500. Masing-masing untuk iuran per orang. Buat kita para pesepeda motor, iuran BPJS Kesehatan tersebut rasanya cukup terjangkau.

Cara mengurusnya ternyata tidak ribet. Pendaftar cukup membawa kartu keluarga (KK) dan kartu tanda penduduk (KTP), bisa pakai yang e-KTP maupun non e-KTP. Semua data yang ada di dalam KK dituangkan di dalam formulir pendaftaran. Proses administrasinya tidak terlalu lama, tapi antre untuk mendaftar yang cukup lama karena cukup panjang. Total waktu yang dibutuhkan hingga mendapat kartu mencapai sekitar lima jam.

Sekitar seminggu kemudian isteri saya sempat menjajal fasilitas berobat yang ada di BPJS Kesehatan. Untuk di tingkat klinik, semua proses berobat lancar jaya. Gratis tis tis.

Tapi, saat mencoba berobat ke rumah sakit rujukan dari klinik, ternyata ada jenis obat yang ditanggung BPJS Kesehatan. Obat untuk kandungan itu, saya juga gak ngerti jenisnya, terpaksa kami beli di apotek terdekat, lumayan juga sih sekitar Rp130 ribu.

Nah, cerita menjadi lain ketika ternyata di kantor saya mulai Desember 2014 mensosialisasikan soal BPJS Kesehatan. Semua karyawan diminta mengisi formulir yang disedikan bagian human resources development (HRD). Formulir diisi dengan data yang ada di KK dan KTP. Mirip dengan saat kami mendaftar secara perorangan.

“Bedanya, bapak membayar penuh ketika mendaftar secara perorangan, tapi kalau didaftarkan oleh perusahaan bapak hanya membayar kira-kira setara satu orang, tapi sudah menanggung lima orang anggota keluarga,” jelas karyawati bagian HRD di kantor, saat saya menanyakan soal BPJS Kesehatan, di Jakarta, baru-baru ini.

Dia menambahkan, karyawan yang menjadi peserta BPJS Kesehatan hanya membayar 1% dari gaji pokok. Iuran lainnya, kata dia, yakni sekitar 4% ditanggung oleh perusahaan. “Bapak cukup mengisi formulir dan mengirimkan foto atau scan kartu BPJS Kesehatan yang sudah ada kepada kami, nanti diurus oleh perusahaan,” tuturnya.

Wah, jadi lebih ringan nih. Karena itu, buru-buru saya urus perpindahan dari pendaftaran perseorangan ke program yang digelar perusahaan. “Kami ingin semua karyawan sudah memakai BPJS Kesehatan mulai Januari 2015,” kata karyawan itu lagi.

Nah, sekarang proses perpindahan sedang berlangsung. Semoga lancar jaya deh. Ngomong-ngomong, selama ini kami di kantor mengantongi kartu asuransi kesehatan dan fasilitas penggantian berobat. Misalnya, saat sakit, lalu berobat maka biayanya diganti oleh perusahaan. Untuk kartu asuransi, jika dirawat inap maka pengobatan ditanggung pihak asuransi. Semoga BPJS Kesehatan lebih baik dari itu semua, walau pasti ada kelebihan dan kelemahannya. Ada yang punya pengalaman soal kelemahannya? (edo rusyanto)

Iklan
11 Komentar leave one →
  1. 15 Desember 2014 13:21

    saya sudah jadi sebelum lebaran kemarin di urus oleh kantor, namun selama ini ane belum pernah pakai. kalau istri saya memang pakai untuk cek ke puskesmas dan emang gratis. tinggal nanti lahiran minta rujukan ke rumah sakit
    http://orongorong.com/2014/12/15/bc-honda-ini-sangat-frontal-sekali/

  2. 16 Desember 2014 10:29

    Ths sharenya,
    kelemahannya mungkin rumah sakit yang terima BPJS terbatas pada RS Umum, sedangkan swasta pasti sedikit , Jenis obat yang tercover juga sepertinya pilih2, seeprti askes sebelumnya. Mohon koreksi jika salah 🙂

    thx
    Creamsaribaru.com

  3. 16 Desember 2014 10:38

    gak ada yang gratis mbak, cuman biaya pengobatan di bebankan dlu atau di tanggulangi oleh pemerintah, dan tiap bulan kita wajib bayar tergantung kelas yang kita daftarkan , makanya saya tidak setuju ada istilah bpjs itu gratis…dan istilah gratis ini kadang disalah artikan oleh sebagian orang kalau BPJS itu bayarnya cuman sekali pada saat pendaftaran saja, sisanya mereka gak wajib bayar..

  4. 16 Desember 2014 11:32

    kantor saya kapan ya?…maaf mo tanya, dari pengalaman teman…mengapa jika ambil kelas 1 maka harus naik setingkat diatasnya (VIP)? dan itu langsung disampaikan saat pendaftaran di RS, tks

  5. 22 September 2015 18:10

    BPJS emang sangat bermanfaat sekali buat masyakarat, terimakasih atas pengalaman anda yg anda share di blog ini

  6. Galih permalink
    15 Januari 2016 14:40

    Saya sudah menjadi peserta sejak 2014 memilih kelas 1 iuran sebesar 59.500. Akhir 2015 perusahaan mendaftarkan lagi. Dan yang membayar perusahaan. Saat saya resign saya cek ke kantor bpjs minta cetakan kartu, karena dari awal saya tidak mencetak krtu. Ternyata sama perusahaan didaftarjan kelas 2. Dan untuk merubah sesuai awal saya harus registrasi ulang untuk merubah dari kelas 2 kembali ke kelas 3. Agak ribed

  7. 4 Februari 2016 14:40

    mau tanya, kalian yang mendapatkan bpjs dari perusahaan apakah biaya iuran setiap bulannya ditanggung oleh perusahaan, atau sendiri, karena di perusahaan saya tidak menanggung iuran bpjs, jadi setiap bulan gaji saya dipotong untuk iuran bpjs tersebut, gimna menurut kalian, bisa diterima gak.

    • 4 Februari 2016 14:53

      kalau saya iurannya dibayarkan perusahaan. trims.

  8. 4 Februari 2016 14:42

    Tes

  9. 27 September 2016 20:32

    Terima kasih atas informasinya gan.

    Tapi menurut agan sendiri mana yang lebih baik, bpjs perusahaan atau bpjs mandiri ya ?memang secara kasat mata tanpa melihat hitung-hitungannya sepertinya PPU lebih murah karena bisa menanggung anggota keluarga sebanyak 5 hanya 1 kali bayar untuk semuanya. dan berhak atas kelas 1 dan kelas 2, ya mungkin disesuaikan dengan gaji juga kayaknya.

    sekali lagi thanks gan, Artikelnya cukup informatif dan bisa menambah referensi untuk artikel di blog saya tentang prosedur dan persyaratan pendaftaran bpjs mandiri

  10. Pengguna BPJS permalink
    22 Oktober 2016 01:44

    Istri melahirkan total biaya Rp.8jt ditanggung BPJS.
    Orangtua dirawat di ICU perhari harga mulai Rp.6jt-12jt (tergantung tindakan dan obat) juga ditanggung BPJS. Sampai hari ini sdh berjalan 5 hari.

    BPJS bersifat gotong-royong. Dari kita untuk kita disaat butuh nanti.. Terimakasih BPJS…
    Saya pribadi lebih suka yang berbayar drpada yg gratis. Hitung2 membantu negara. Toh suatu saat juga kita butuh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: