Skip to content

Kecelakaan Paling Banyak di Jakarta Timur

8 Desember 2014

wilayah laka jakarta 2013

KOTA Jakarta bak tak pernah tertidur. Denyut kehidupannya terus bergulir, dari matahari terbit hingga terbenam. Lihat saja lalu lintas jalannya, tak pernah sepi dilintasi kendaraan bermotor. Maklum, ada belasan juta kendaraan bermotor di Ibukota Republik Indonesia itu.

Di antara seabrek dinamika kehidupan Jakarta, kita dipertontonkan kelamnya petaka di jalan raya. Kecelakaan lalu lintas di Jakarta masih mewarnai kehidupan kota yang dihuni tak kurang dari 9,5 juta jiwa ini.

Data Ditlantas Polda Metro Jaya memperlihatkan bahwa di Jakarta, pada 2013, tiap hari terjadi tak kurang dari delapan kasus kecelakaan. Tunggu dulu, kasus itu yang terjadi di lima wilayah DKI Jakarta, yakni Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Utara. Maklum, wilayah Polda Metro Jaya tidak hanya mencakup kelima kota tadi, tapi juga mencakup kota dan kabupaten Tangerang, kota dan kabupaten Bekasi, serta Depok.
Nah, tulisan ini hanya mencukil data kecelakaan yang terjadi di Jakarta.

Pada 2013, kasus kecelakaan tertinggi di wilayah Jakarta Timur. Kontribusi wilayah ini sebesar 26,04% terhadap total kasus kecelakaan di Jakarta. Angka itu setara dengan sekitar 2,12 kasus kecelakaan per hari. Sedangkan wilayah kedua terbesar adalah kawasan Jakarta Utara yang menyumbang 22,51% atau setara dengan sekitar 1,83 kasus per hari.

Mengapa di Jakarta Timur kecelakaan demikian tinggi?

Sekadar menebak-nebak, barangkali wilayah Jakarta Timur banyak dilintasi oleh penglaju dari sekitar kota Jakarta. Kawasan Jakarta Timur menjadi pintu masuk bagi warga di sekitar Bekasi dan Bogor. Praktis, kendaraan yang lalu lalang pun cukup tinggi.

Sekalipun kasus kecelakaan tertinggi terjadi di Jakarta Timur, tidak serta merta tingkat fatalitasnya juga disandang wilayah ini. Jumlah korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas yang tertinggi justeru tercatat di kawasan Jakarta Utara. Wilayah ini menyumbang hampir 40% terhadap total korban meninggal dunia akibat kecelakaan di Jakarta pada 2013. Saat itu, total korban tewas di Jakarta mencapai sekitar 350-an jiwa. Di Jakarta Utara hampir tiap tiga hari sekali terjadi satu korban tewas akibat kecelakaan.

Dari segi fatalitas, Jakarta Timur justeru menempati posisi paling buncit. Wilayah kedua terbesar dalam fatalitas adalah Jakarta Barat yang menyumbang sebanyak 28%. Di kawasan ini hampir dalam setiap empat hari tercatat satu orang tewas akibat kecelakaan lalu lintas jalan.

Jakarta Barat dan Jakarta Timur nyaris mirip bila dilihat dari sudut sebagai pintu masuk para urban ke kota Jakarta. Jakarta Barat merupakan pintu masuk penduduk dari Kota dan Kabupaten Tangerang yang hendak beraktifitas di Jakarta dan sebaliknya. (edo rusyanto)

Iklan
3 Komentar leave one →
  1. 8 Desember 2014 00:13

    prihatin juga ya , makin maraknya ranmor, makin banyak pula lakalantas … hmm .. ada sebab ada akibat juga sih .

  2. 9 Desember 2014 08:55

    Eyang.. itu knapa di grafik disebutnya Jakarta Utara.. ??

    • 9 Desember 2014 10:41

      grafik menegaskan soal fatalitas, makanya Jakut. kalau judul, merujuk pada kasus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: