Skip to content

Mengintip Pesan di Dalam Poster Digital

5 Desember 2014

Road-Workers

KINI, puluhan juta orang memanfaatkan jejaring media sosial di Indonesia. Bahkan, mungkin lebih. Apa artinya?

Di era digital tak pelak dunia maya yang memanfaatkan medium internet menjadi salah satu kebutuhan dalam interaksi sosial. Coba tengok sekeliling kita, mulai dari perkotaan hingga perdesaan, banyak orang yang akrab dengan jejaring media sosial. Baik dalam bentuk blog maupun mikroblog. Mulai dari yang berisi informasi, berita, hingga sekadar ajang narsis eksis.

Kemudahan mengakses internet ditopang oleh meluasnya telepon seluler (ponsel) cerdas. Populasi jumlah ponsel ditaksir sudah mencapai tak kurang dari 200 juta unit. Di sisi lain, para operator seluler juga memberi fasilitas yang memadai bagi pengguna dalam mengakses jaringan internet. Kloplah sudah, konsumen dipermudah untuk eksis di dunia maya.

Di tengah itu semua, peran media digital kian menghujam jantung kehidupan masyarakat kita. Para pegiat media sosial maupun korporasi yang profit oriented menjadikan medium ini untuk melebarkan penetrasi. Setidaknya sebagai ajang membangun citra dan merawat loyalitas atas merek yang dibangun.

Di sisi lain, kekuatan media sosial juga mampu menjadi penyuara sekaligus penggerak tuntutan atas ketidaksinkronan tatatan sosial yang ada. Misalnya, menyuarakan ketidakadilan atas tindakan para penguasa maupun kekuatan lain yang mendistorsi etika sebagai perekat kehidupan masyarakat. Karena itu, tak jarang media sosial menjadi ajang kritik sosial. Bahkan, menjadi medium propaganda efektif dengan isu kekinian.

Kelompok Road Safety Association (RSA) Indonesia termasuk yang menyadari hal itu. Lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang berbasis di Jakarta itu memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan kampanye berlalu lintas jalan yang aman dan selamat (road safety). Sejak embrio pada 2007, RSA Indonesia sudah memanfaatkan media sosial untuk meluaskan gerakan untuk mewujudkan lalu lintas jalan yang berwajah humanis.

Memasuki 2014, ketika hadir seorang relawan bernama Apip, kampanye RSA Indonesia dalam medium poster digital kian menjadi aktratif. Bahkan, mampu menembus kancah lebih luas di pergaulan internasional. Respons atas poster digital besutan Apip dan kawan-kawan seperti tercantum di artikel ini cukup mendapat respons masyarakat internasional dan nasional.

poster digital rsa_ponsel

Pesan yang diusung dalam kampanye poster digital kali ini menitik beratkan pada bahaya berponsel sambil mengendara dan risiko tinggi berkendara saat mengantuk. Terkait berponsel, jargon yang digulirkan ‘Stop Killing While Driving’. Hentikan perilaku berponsel sambil berkendara mengingat risikonya bisa merusak konsentrasi dan mengundang sang jagal jalan raya hadir lebih awal. Di Indonesia, hampir tiap hari ada satu kasus kecelakaan yang melibatkan aktifitas berponsel sambil mengemudi.

Sedangkan terkait mengantuk sambil berkendara, jargon yang diusung adalah ‘Pull Over Before It’s Over’. Mengantuk sambil mengemudi benar-benar berisiko tinggi. Fatalitas kecelakaan yang ditimbulkan akibat mengantuk bisa dilihat dari arsip-arsip pemberitaan yang tersebar di dunia maya. Setiap hari, setidaknya terjadi enam kasus kecelakaan yang dipicu oleh aspek mengantuk saat mengemudi.

Lewat poster digital yang digelontorkan RSA Indonesia kali ini diharapkan kesadaran publik akan risiko berponsel dan ngantuk sambil mengemudi kian tinggi. Konkretnya, para pengemudi tidak lagi memaksakan diri berkendara sambil menanggung kantuk. Atau, memaksakan diri berponsel sambil mengemudi, entah itu bersepeda motor apalagi mengemudi mobil.

Oh ya, sesungguhnya sejak 2013, kelompok “sayap RSA Indonesia”, yakni Kopdar Pengicau telah cukup gencar berkampanye road safety dengan menggunakan poster digital.
(edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. 5 Desember 2014 00:13

    banyak banget kecelakaan yang disebabkan karena orang nelpon dan sms… 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: