Skip to content

Oh Begini Rupanya Fungsi Bahu Jalan

4 Desember 2014

bahu jalan dilibas

INI kisah kolega saya. Suatu hari dia melaju di jalur jalan tol Jakarta-Cikampek. Jalur yang terkenal cukup ramai dilalui para urban menuju ke Jakarta itu harus dia lalui karena hendak menuju ke Bandung. Setelah melintas di Jakarta-Cikampek, selanjutnya masuk tol Purbaleunyi.

Babak pilu dimulai ketika sang kolega merasa suntuk menghadapi antrean panjang setelah gerbang tol Bekasi Timur mengarah ke Cikampek. Dia melirik ke kaca spion dan arah depan di bagian kiri. Dilihatnya lajur paling kiri sepi. Melengganglah dia. Hingga akhirnya dicegat oleh petugas kepolisian yang sedang patroli. Kena tilang.

Hati sang kolega kian suntuk. Niatnya ingin lancar malah kena tilang. Tunggu dulu, kisah belum berhenti. Merasa sudah ditilang, di jalur tol yang sama ketika menghadapi kemacetan serupa dia nekat lagi melintas bahu jalan. Dan, lagi-lagi dia kena dicegat petugas. “Wah kamu lagi, tadi kan sudah dikasih tahu nggak boleh melintas di bahu jalan dan sudah kena tilang. Masih aja nekat lewat bahu jalan,” ujar petugas seperti dicerita ulangkan kolega saya.

Kolega saya senyum kecut ketika menceritakan pengalamannya kena tilang di bahu jalan. Tuduhannya serius, melanggar marka jalan garis menyambung. Kalau memakai sanksi maksimal bisa disemprit Rp 500 ribu atau kurungan badan alias penjara maksimal dua bulan. Sejak itu, kata dia, dirinya kapok melintas di bahu jalan kalau sekadar menerobos antrean kendaraan.

Apa Sih Bahu Jalan?

Bahu jalan adalah sisi bagian kiri di lajur jalan tol. Lazimnya bahu jalan hanya bisa dilintasi satu kendaraan atau mobil satu arah. Bahu jalan dibatasi oleh marka jalan menyambung.

Sedangkan penggunaan bahu jalan di tol diatur oleh peraturan pemerintah (PP). Pada PP Nomor 15 tahun 2005 tentang Jalan Tol, khususnya pasal 41 disebutkan mengenai penggunaan bahu jalan. Pertama, digunakan bagi arus lalu lintas pada keadaan darurat. Kedua, diperuntukkan bagi kendaraan yang berhenti darurat. Lalu, ketiga, tidak digunakan untuk menarik/menderek/ mendorong kendaraan. Terkahir, keempat, tidak digunakan untuk keperluan menaikkan atau menurunkan penumpang dan/atau barang dan/atau hewan.

Artinya, cukup jelas kan? Bahu jalan hanya dipakai untuk kondisi darurat.

Lantas, apa itu kondisi darurat?

Dalam aturan yang sama di bagian penjelasan ditegaskan soal defenisi darurat. Begini ceritanya.

Pada dasarnya kendaraan tidak diperkenankan berhenti di sepanjang jalur bahu jalan. Sedangkan yang
dimaksud dengan kendaraan berhenti darurat adalah kendaraan yang berhenti sebentar karena keadaan darurat yang disebabkan antara lain kendaraan mogok, menertibkan muatan, gangguan lalu lintas, dan gangguan fisik pengemudi.

Kisah Pilu

Lalu, kenapa masih nekat melibas bahu jalan hanya sekadar malas antre?
Padahal, fakta membeberkan, sepanjang 2014 ini sudah cukup banyak kisah memilukan yang terjadi di bahu jalan tol. Silakan berkelana di dunia maya dan ketik kalimat tabrakan di bahu jalan pasti banyak ditemui berita pilu itu.

Masih ingatkah Anda mengenai seorang pengemudi truk boks yang tewas seketika setelah kendaraan yang dikemudikannya menabrak truk di bahu jalan ruas Tol Jakarta-Cikampek Kilometer 13, Kecamatan Bekasi Barat, Senin malam, 21 Juli 2014. “Sopir truk yang ditabrak lalu melarikan diri,” tulis tempo.co, edisi Selasa, 22 Juli 2014.

Laman berita itu juga menulis, berdasarkan penyelidikan sementara saat itu, truk yang dikemudikan korban melaju dari arah Jakarta menuju Cikampek dengan kecepatan cukup tinggi. Diduga lalai, pengemudi mengambil lajur kiri untuk mendahului hingga kahirnya menabrak truk yang tengah berhenti di depannya.

Atau, Anda masih ingat kisah pilu yang pernah diberitakan tribunnews.com edisi Jumat, 29 Agustus 2014? laman berita tersebut menulis, sebuah mobil Nissan Grand Livina menabrak truk trailer yang terpakir di bahu jalan di ruas tol JORR KM 60, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara pada Jumat (29/8/2014) dini hari. Akibatnya, tiga dari empat penumpang mobil penabrak tewas di lokasi dan satu penumpang lainnya bawa ke rumah sakit. Saat itu, truk trailer dan pengemudinya melarikan diri.

Kita juga mendengar kisah pilu lainnya di tol Purbaleunyi maupun tol lain seperti di Surabaya. Barangkali kejadian di bahu jalan tol Surabaya merupakan tragedi yang paling memilukan pada 2014. Situs merdeka.com, edisi Kamis, 25 September 2014 menulis, terjadi kecelakaan lalu lintas di Tol Waru-Dupak, Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 25 September 2014. Truk trailer yang sedang parkir di bahu jalan untuk mengganti ban yang bocor ditabrak oleh truk lainnya dari arah belakang. Enam orang tewas akibat kecelakaan tersebut. (edo rusyanto)

2 Komentar leave one →
  1. 11 Agustus 2015 10:09

    wah, ijin share di kaskus ya gan, tengkyu infonya. Soalnya masih bnyak sodara kita yg gatau ini info..

    • 11 Agustus 2015 11:01

      silakan, makasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: