Skip to content

Ternyata Begini Profil Kecelakaan di Solo

24 November 2014

solo sudut jalan

WALAU hanya dua hari berada di Kota Surakarta atau Solo ternyata cukup memberi kesan. Mulai dari keramahan warga kotanya hingga wisata kulinernya yang cukup menggoda selera. Ada kerinduan untuk datang lagi.

Selama dua hari saya berkunjung ke Solo pada minggu ketiga November 2014 lalu saya sempat melihat-lihat kondisi lalu lintas jalan di Kota Batik tersebut. Solo ternyata punya profil kecelakaan lalu lintas jalan yang mirip dengan kota-kota lain di Indonesia. Banyak kendaraan bermotor yang wira-wiri di tengah kota, walau masih tampak terlihat juga kendaraan non bermotor seperti sepeda kayuh dan becak.

“Di Kota Solo ada 658.521 kendaraan bermotor dan sekitar 80% nya adalah sepeda motor,” ujar AKP Jamal Alam, kasatlantas Surakarta saat berbincang dengan saya suatu malam.

Dia bercerita, penduduk kota Solo saat ini sekitar 556 ribu jiwa. Sedangkan jumlah kendaraan bermotor yang masuk ke Solo tiap bulannya berkisar 2.500-3.000 kendaraan.

Ironisnya, kalau mengutip pernyataan Jamal Alam, tiap lima hari satu nyawa melayang akibat kecelakaan lalu lintas jalan.

“Sepanjang Januari-Oktober 2014, tiap hari rata-rata ada 45 kasus kecelakaan di jalan,” kata dia.

Nah, mayoritas pemicu kecelakaan tersebut, tambahnya, karena perilaku melanggar aturan di jalan. Dia mencontohkan, perilaku berkendara melampaui batas kecepatan alias ngebut. Lalu, melanggar marka dan rambu jalan serta permisifnya orang tua mengizinkan anak di bawah umur berkendara di jalan.

Pernyataan Jamal Alam ternyata setali tiga uang. Solopos TV dalam video yang diunggah ke youtube membeberkan bagaimana kecelakaan tragis terjadi di Solo lantaran perilaku-perilaku tersebut. Dalam satu tayangan tampak terlihat bagaimana lantaran ngebut dua sepeda motor saling bertabrakan. “Pertigaan Faroka, Sriwedari, Perempatan Fajar Indah dan Telkom atau Jalan Jenderal Sudirman Solo pantas Anda waspadai karena rawan terjadi kecelakaan,” tulis Solopos TV.

Solopos TV mengutip kamera CCTV milik Dinas Perhubungan dan Kominfo Solo. Dalam tayangan yang diterbitkan 28 Juni 2014 itu dengan gamblang juga kita melihat bagaimana perilaku melanggar aturan yang memicu kecelakaan. Silakan klik video tayangan tersebut disini.

Menurut Jamal Alam, butuh tindakan refresif dari kepolisian untuk mengurangi perilaku ugal-ugalan di jalan. Walau, kata dia, pihaknya juga melakukan tindakan preemtif dan preventif. Salah satunya dengan mengedukasi kepada masyarakat, baik lewat sekolah maupun di kalangan perguruan tinggi.

Bagi Dekan JPTK FKIP Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo M Furqon, saat ini ada gejala tidak sehat di lalu lintas jalan kota Solo. Dia mencontohkan, banyak pengendara sepeda motor yang saling nyalip dari kiri dan tidak menyalakan lampu sein. “Kalau diberi tahu malah melotot. Ini gejala tidak sehat. Karena itu, mahasiswa UNS di Pabelan harus menjadi contoh soal keselamatan berkendara,” sergah dia saat membuka seminar Safety Riding dan Bedah Buku Menghapus Jejak Roda, di kampus UNS Solo Pabelan, baru-baru ini.

Ya. Profil kecelakaan lalu lintas jalan di Solo mirip dengan kota-kota lain di Indonesia. Bahkan, di Indonesia, pada 2013, mayoritas pemicu kecelakaan adalah perilaku tidak tertib di jalan raya. Tahun 2013, tiap hari ada 320-an kasus kecelakaan per hari yang merenggut 70-an jiwa per hari. (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. 25 November 2014 06:58

    Tiapa 5 hari nyawa melayang sia-sia? Mengerikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: