Skip to content

Nyaris Dicium Terios Hitam

9 November 2014

lalin jakarta

KISAH kolega saya ini benar-benar memprihatinkan. Niatnya mau mengecek pesan, malah nyaris dicium Terios Hitam yang lepas kendali.

Kejadiannya malam hari. Lalu lintas jalan di Jakarta pada pukul 23.00 WIB malam itu masih cukup ramai. Kolega saya, sebut saja Ikza, berniat mengecek pesan yang masuk ke ponselnya.

“Saya menepi sejenak, buka handphone dan baca pesan yang masuk. Tapi, tiba-tiba terdengar derit mobil mengerem dari arah belakang,” sergah dia saat berbincang dengan saya di Jakarta, suatu sore.

Belum selesai disitu. Dia menambahkan, dari arah belakang menggelinding sebuah helm. Belakangan dia baru tahu bahwa helm itu berasal dari pesepeda motor yang ada di belakangnya. Sang pesepeda motor itu dicium sang mobil Terios Hitam hingga tersungkur. “Tangan dan kaki orang itu terluka dan velg motornya rusak,” kata Ikza.

Adegan dramatis dan keputusan cepat harus dibuat oleh Ikza. Dia pun melompat dari sepeda motor dan menghempaskan motornya ke permukaan aspal. Langkah itu ditempuh lantaran panik dan takut dicium dari belakang oleh mobil warna hitam itu. “Namun, sang pengemudi mobil membanting stir, menghindari benturan dengan saya,” tuturnya.

Malam terus bergulir. Sang pengemudi mobil menghentikan kendaraannya dan keluar dari balik kemudi. Dia menyambangi pesepeda motor yang diciumnya. “Sopirnya bapak-bapak. Dia punya itikad baik. Sebenarnya, dia bisa aja kabur. Tapi, dia mau menolong orang yang ditabraknya. Saya lihat dia memberi uang kepada pesepeda motor yang jadi korban,” lanjut Ikza.

Perbincangan kami pun bergeser ke topik soal pentingnya memilih tempat menepi yang aman, nyaman, dan selamat. Maklum, perilaku pengguna jalan di Jakarta sulit diterka. Sewaktu-waktu bisa muncul pengemudi yang lepas kendali. Sekalipun kita sudah amat berhati-hati, bukan mustahil menjadi korban sia-sia perilaku pengemudi yang bar-bar.

Langkah yang bisa ditempuh hanya mengurangi fatalitas. Mengurangi risiko yang mungkin terjadi saat semua berlalu begitu saja. Tak ada yang bisa menebak kapan kecelakaan lalu lintas jalan akan terjadi.

Di sisi lain, saya dan Ikza pun sepakat pada satu hal, masih ada dan mungkin banyak, pengguna jalan yang memiliki nurani. Mereka yang peduli dengan sesama pengguna jalan. Barangkali, salah satunya adalah Anda. (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. 12 November 2014 20:23

    Bisa jadi Ikza adalah pemicu kecelakaan. Karena Ikza berhenti, motor dibelakang harus melebar untuk menyalib Ikza yang berhenti. Terios terlambat antisipasi pergerakan motor tadi sehingga menabraknya. Harusnya Ikza berhenti di tempat parkir atau setidaknya tempat yang aman. Ikza sendiri tahu kalau posisi dia tidak aman sehingga sempat melompat. .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: