Lanjut ke konten

Knalpot Brong Dimusnahkah Polisi

7 November 2014

knalpot dong_edit

CERITA soal knalpot nyaring kian sering mencuat di media massa. Salah satu yang saya baca adalah cerita dari wilayah Kepolisian Resor Madiun Kota, Jawa Timur. Di kawasan ini, knalpot seperti itu disebut knalpot “brong” alias knalpot yang dianggap tidak sesuai dengan standard. Entah standard siapa yang dimaksud.

Pastinya, kantor berita Antara memberitakan bahwa Kepolisian di wilayah itu baru-baru ini memusnahkan sekitar 165 knalpot “brong”. Knalpot-knalpot tersebut merupakan hasil operasi lalu lintas petugas setempat.

Pemusnahan dilakukan di halaman kantor Satuan Lalu Lintas Polres Madiun Kota. Caranya, petugas membelah knalpot tersebut menjadi beberapa bagian dengan alat yang telah disediakan. Sehingga tidak dapat digunakan lagi.

“Knalpot yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil operasi lalu lintas yang dilakukan selama memasuki bulan Muharam atau Suro,” ujar Kapolres Madiun Kota AKBP Farman kepada wartawan, seperti dilansir Antara, Rabu, 5 November 2014.

Sesuai data dari Satuan Lalu Lintas, 165 knalpot yang dimusnahkan itu merupakan jumlah gabungan untuk kendaraan roda dua baik bermesin empat langkah maupun dua langkah.

Pihaknya menyatakan, operasi lalu lintas masih terus dilakukan selama bulan Muharam. Hal tersebut untuk menjaga ketertiban lalu lintas.

Selain itu, katanya, juga untuk menghindari konflik sosial antarpesilat yang rawan terjadi. Terlebih, pada Minggu, 9 November 2014 ada kegiatan “Suran Agung” yang dilakukan oleh pesilat anggota Persaudaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo.

Farman menambahkan, untuk Suran Agung mendatang, pihaknya masih tetap melaksanakan pengamanan yang sama seperti kegitan perayaan malam 1 Muharam yang dilakukan oleh pesilat anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).

“Bagi siapapun yang datang ke Kota Madiun dengan menggunakan sepeda motor berknalpot brong, tidak memakai helm, ataupun kelengkapan lain, maka akan dilakukan penilangan dan bahkan penyitaan,” katanya.

Jauh sebelum kabar dari Madiun itu sejumlah penindakan juga terjadi di sejumlah daerah. Salah satunya seperti yang terjadi di Bogor. Atau, penindakan serupa seperti yang terjadi pada 2011 ini.

Standard Kebisingan

Penindakan terhadap knalpot yang dianggap nyaring dan mengganggu masyarakat eloknya memakai alat pengukur tingkat kebisingan. Keberadaan alat itu dapat membuat lebih obyektif penindakan yang dilakukan oleh petugas. Selain itu, perlu juga disosialisasikan tentang ambang batas kebisingan suara yang tidak diperkenankan.

bising-dan-pengukurannya

Masyarakat juga mesti diberitahu bahwa ambang batas tersebut juga berlaku untuk seluruh jenis sepeda motor. (Lihat aturan detail disini)

Kalau merujuk pada Undang Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) memang bisa jadi suara knalpot yang dianggap bising bakal kena semprit.

UU tersebut bilang, khususnya di pasal 48 dan 210, setiap kendaraan bermotor yang beroperasi di jalan wajib memenuhi persyaratan ambang batas emisi gas buang dan tingkat kebisingan. Lalu, dalam pasal 285 ditegaskan bahwa yang melanggar aturan itu bakal diancam sanksi pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu.

Lantas, bagaimana batasan kebisingan itu?

Kita pun dirujuk pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup (Permen LH) No 7 Tahun 2009 tertanggal 6 April 2009. Dalam aturan itu dibilang bahwa uji tipe kebisingan adalah pengujian tingkat kebisingan terhadap kendaraan bermotor tipe baru yang berlaku 1 Juli 2013.(lihat tabel di atas)

Rasanya lebih afdol jika petugas memiliki alat ukur untuk lebih memastikan pelanggaran yang dimaksud. Selain itu, cara pengukurannya pun dijelaskan agar publik memahami itu semua.

Ya, suara yang super bising tentu bisa mengganggu pendengaran dan jangan-jangan juga mengganggu konsentrasi para pengendara. Kalau konsentrasi hilang bisa bikin lengah berkendara yang buntutnya bisa jadi memicu terjadinya kecelakaan. Maklum, di faktor manusia, kelengahan menjadi pemicu nomor dua terbesar di Indonesia. (edo rusyanto)

2 Komentar leave one →
  1. 9 November 2014 09:57

    Saya setuju knalpot yang seperti itu dimusnahkan. Membuat polusi suara. Membuat yang sakit jantung kambuh.

  2. 11 November 2014 11:37

    Telinga polisi BUKAN alat ukur kebisingan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: