Skip to content

Harapan Kopcau Soal Angkutan Umum Massal

3 November 2014

poster ke-26 kopcau_angkutum

KOMUNITAS yang satu ini dikenal cukup concern soal keselamatan jalan alias road safety. Kopdar Pengicau atau yang biasa disapa Kopcau, menyuarakannya lewat poster digital yang disebar via lini masa, jejaring sosial twitter.
“Kita ingin berbagi mengajak public lebih aman dan selamat saat berlalulintas jalan,” ujar Eko, salah seorang anggota Kopcau, saat kopi darat (kopdar), di Jakarta, baru-baru ini.

Pria muda yang sehari-hari bekerja di perusahaan media online ternama di Jakarta itu mengaku prihatin akan peliknya masalah keselamatan di jalan. Maklum, hingga kini, tiap hari tak kurang dari 70-an anak negeri yang bertumbangan di jalan lantaran kecelakaan. Mereka meninggal dunia lantaran insiden di jalan yang tak pernah diinginkan sama sekali.
Lewat poster digitalnya, Kopcau mengajak public untuk menyadari akan risiko berlalu lintas jalan yang jika dikerucutkan menjadi, ditabrak atau menabrak. Ironisnya, mayoritas kecelakaan yang terjadi di Indonesia melibatkan kendaraan bermotor pribadi, khususnya sepeda motor. Keterlibatan sepeda motor dalam kecelakaan mencapai tak kurang dari 70%.

“Orang pakai motor sudah seperti gak memperdulikan keselamatan dirinya sendiri,” kata Nursal, anggota Kopcau yang lainnya.

Penggunaan kendaraan pribadi bukan sebagai pilihan yang spontan. Pemilihan kendaraan pribadi juga dipicu oleh karena angkutan umum yang ada belum mampu mengakomodasi mobilitas warga. “Karena itu saya usul agar kita juga mengkampanyekan soal angkutan umum massal,” kata Bayu, anggota Kopcau lainnya.

Pria muda yang punya kegemaran membuat desain grafis itu pun lantas merancang poster yang dimaksud. Setelah melewati proses diskusi, kampanye penggunaan angkutan umum massal pun mengerucut pada harapan bentuk angkutan yang dimaksud. Kopcau menganggap perlu diwujudkannya angkutan umum massal yang aman, nyaman, selamat, tepat waktu, terjangkau, dan ramah lingkungan.

Angkutan umum yang seperti itu sudah digariskan dalam UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pemerintah berkewajiban mewujudkannya sebagai salah satu fungsi pemerintah menjamin kenyamanan berlalu lintas jalan.

“Hari ini, Jumat, 31 Oktober 2014, kita luncurkan poster digitalnya yah,” ujar Iful, anggota Kopcau yang getol di media sosial.

Harapan publik pada angkutan umum massal yang seperti itu tentu bukan semata datang dari komunitas yang lahir pada Desember 2012 itu. Banyak dari masyarakat kita berharap transportasi publik massal yang lebih manusiawi. Ujungnya, dengan angkutan yang seperti itu lalu lintas jalan diharapkan mampu menunjukan wajahnya yang lebih humanis. “Walaupun kita sadar tidak mudah mewujudkan angkutan seperti itu. Tapi, tidak mudah bukan berarti tidak bisa,” kata Nursal.

Pada muaranya, lalu lintas jalan yang humanis bisa menekan terjadinya kecelakaan lalu lintas jalan. Tentu saja, bagi saya dan teman-teman di Kopcau, fatalitas kecelakaan pun kian menyusut. Jangan ada lagi 70-an orang tumbang lantaran sang jagal di jalan raya. Semoga. (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. 3 November 2014 16:28

    Artikelnya menarik, jangan lupa berkunjung ke http://moblog.esy.es
    ada berita, artikel dan lain-lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: