Skip to content

Bisikan Halus di Sudut Hingar Bingar Pameran Otomotif

30 Oktober 2014

forwot foto 2014

LOKASINYA agak terpojok. Hanya sedikit orang yang lalu lalang di area itu. Perhatian pengunjung justru terfokus pada menu utama, pameran otomotif sepeda motor.

Sekalipun terletak di sudut yang kurang eye catching, sesungguhnya apa yang disuguhkan disalah satu sudut Jakarta Convention Centre (JCC) tersebut memiliki kekuatan tersendiri.

Ya. Inilah pameran foto yang dibalut dengan jargon “Everyone Crashes. Some get back on. Some dont some cant”. Pameran yang dimotori awak Forum Wartawan Otomotif (Forwot) itu berada di salah satu sudut ajang Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2014, di JCC, Jakarta, 29 Oktober – 2 November 2014.

Setidaknya ada 15 foto yang dipajang memakai bingkai dan ditata rapi di sudut area IMOS 2014. Foto hasil jepretan anggota Forwot seperti bercerita tentang dramatisnya penggunaan sepeda motor di jalan raya. Salah satu adegan adalah bagaimana sepeda motor ditumpangi lima orang. Dua penumpang dewasa dan tiga penumpang anak-anak. Mereka berjejal-jejalan.

“Gak apa-apa berlima. Masa sih anaknya gak diajak pergi. Memangnya mau ditinggal di rumah sendirian,” gerutu seorang perempuan dewasa yang datang bersama pria dan anak kecil, Rabu, 29 Oktober 2014 siang.

Permisifme seperti yang diutarakan pengunjung perempuan dewasa itu seakan menjadi cerminan masyarakat kita saat ini. Hal itu pula yang direkam oleh deretan foto yang disajikan Forwot di ajang IMOS 2014. Misalnya, ada pengendara sepeda motor yang dengan santainya melenggar di trotoar jalan dan busway.

Trotoar, seperti kita tahu, merupakan lajur bagi pedestrian untuk berjalan kaki. Ketika trotoar dijejali oleh kendaraan bermotor, praktis hak pedestrian tercabik-cabik. Di sisi lain, bukan mustahil bisa memicu terjadinya insiden di jalan.

Begitu pula dengan busway. Jalur yang satu ini dikhususnya bagi angkutan umum massal Trans Jakarta. Artinya, kendaraan bermotor pribadi seperti sepeda motor, tidak berhak melintas di jalur tersebut.

Kehadiran foto-foto yang disajikan Forwot tampaknya ingin menyodorkan fakta-fakta di sekitar kita kepada para pengunjung pameran otomotif IMOS 2014. Pameran foto itu seperti membisikan sesuatu kepada para pengunjung bahwa kalau sudah membeli sepeda motor, cara memakainya lebih beradab dan manusiawi. Tak perlu merampas hak orang lain dengan melintas di trotoar atau berjejalan di satu motor dengan lebih dari dua orang.

“Cara berkendara seperti itu berbahaya. Saya gak berani,” ujar pengunjung pria dewasa saat berbincang dengan saya Jumat sore.

Bisikan itu terdengar sangat halus. Bisikan mengalir dari sudut yang tak seramai pengunjung di deretan motor berkilau yang dijaga para dara berparas jelita. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: