Skip to content

Pak Polisi Mau Pakai Speed Gun di Jalan Tol

29 Oktober 2014

kombes_indrajit

Kombes Indrajit

SOSOKNYA tegap. Saat berbicara nada suaranya tegas dengan tatapan tajam.

Kali pertama saya berjumpa pria yang satu ini kesan yang mencuat adalah figur yang tegas.

Betul saja, “Besaran tilang rata-rata Rp 30 ribu, bagaimana pelanggar mau jera?”

Itulah salah satu pernyataan lugas yang disampaikan Kabagbingakum Korlantas Mabes Polri Kombes Indrajit, di Jakarta, Rabu, 29 Oktober 2014.

Saat itu, saya bertemu di forum seminar yang digelar Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) dalam rangkaian Indonesia Motor Show, di Jakarta. Dalam seminar bertema “Teknologi Hijau, Sikap Disiplin dan Keselamatan Berkendara” itu Indrajit memaparkan materi Kakorlantas yang mengusung tema “Mewujudkan Keselamatan Jalan Oleh Pengendara Sepeda Motor Melalui Pembenahan di Sektor Hilir.”

Dia bercerita, pihaknya sudah bertindak tegas dengan menilang para pelanggar aturan di jalan. Namun, sanksi yang diberikan oleh pengadilan justru tidak maksimal. Misalnya, kata dia, pelanggaran berkendara tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM) semestinya denda maksimal Rp 1 juta. Tapi, pada praktiknya tidak sebesar itu.

Karena itu, dia berharap masyarakat ikut serta mewujudkan keselamatan di jalan. Caranya, kata dia, dengan tidak melanggar aturan di jalan. “Jika tetap melanggar aturan, tinggal tunggu waktu saja, bisa menjadi pelaku atau korban kecelakaan,” sergahnya.

Dalam mengurangi perilaku melanggar aturan, lanjut Indrajit, pihaknya sedang menyiapkan perangkat elektronik sebagai alat penegakan hukum. Penerapan electronic law enforcement (ELE) diyakini mampu mengurangi risiko terjadinya kecelakaan di jalan. “Sepanjang 2014, hingga September, tiap hari dua orang meninggala dunia akibat kecelakaan,” tukasnya.

Alat elektronik yang akan segera diujicobakan, urai dia, adalah alat ukur batas kecepatan atau speed gun. Menurut Indrajit, alat ukur tersebut akan diujicobakan di sejumlah ruas jalan tol yang ada di Indonesia. Saat ini, Korlantas Polri memiliki 19 unit speed gun. “Kini, kami sedang latihan mengenai cara pemakaiannya,” ujar dia.

Speed gun tersebut, tambahnya, akan diarahkan kepada kendaraan yang melintas. Lantas, alat itu akan mengeluarkan data-data kendaraan yang “ditembakan” speed gun. Lalu, petugas akan berkoordinasi dengan petugas lainnya yang ada di arah depannya, misal, di mulut jalan tol, untuk menindak pelanggar batas kecepatan. “Kecepatan maksimal di jalan tol 100 kilometer per jam. Namun, dalam uji coba yang akan digulirkan akhir November 2014, kami akan sesuaikan dengan kondisi yang ada, misalnya, memakai 120 kilometer per jam sebagai batas maksimal,” tegas dia.

Nah, kita tunggu aja nanti bagaimana ceritanya di lapangan. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: