Skip to content

Mahasiswa di Garda Depan Road Safety

25 Oktober 2014

poljan aksi di jalan 23 okt 14

PESONA Bandung sulit lepas dari ingatan para wisatawan yang pernah singgah ke kota yang dijuluki Paris van Java itu. Para pelancong punya seabrek pilihan buat memanjakan mata, bergoyang lidah, hingga memborong fesyen.

Di sudut lain, Bandung punya segudang perguruan tinggi untuk mendulang ilmu. Beragam jurusan ilmu pengetahuan tersedia bagi mereka yang haus pengetahuan. Di Pulau Jawa, Bandung cukup terkenal sebagai salah satu kota tujuan mengasah intelektual. Aktifitas para mahasisnya pun cukup bersuara di kancah nasional.

Di antara keriuhan perguruan tinggi tersebut, barisan intelektual muda di Politeknik Pajajaran yang kondang disapa Poljan, Bandung, menghadirkan karakter khas. Mereka tampil di garda depan untuk urusan keselamatan jalan. “Kampus ini memang kecil kang Edo, tapi mereka punya kemauan dan kepedulian yang besar,” ujar Teddy Suryadi kolega saya beberapa waktu lalu saat bertemu di Jakarta.

Pernyataan pria muda yang tinggal di kota Bandung itu terbukti. Memasuki penghujung Oktober 2014, belasan mahasiswa dan mahasiswi Poljan Bandung turun ke jalan menggelar aksi simpatik. Mereka bergandengan dengan RSA Bandung dan komunitas sepeda motor mengusung pesan keselamatan jalan (road safety). Kepada para pengguna jalan mereka melontarkan pesan mulai dari ajakan tidak ugal-ugalan di jalan hingga seruan bahwa jalan raya bukan untuk mengakhiri hidup.

“Ada yang menerima dengan baik, tapi ada juga yang bilang gak usah ngajarin dirinya soal keselamatan,” ujar Egi, salah satu mahasiswa Poljan Bandung saat berbincang dengan saya, Jumat, 24 Oktober 2014.

Aksi simpatik di jalan raya pada Kamis, 23 Oktober 2014 menjadi titik awal. Sehari setelahnya, mereka mengisi batere lewat seminar nasional “Save Your Ride, Avoid The Accident”. Seminar itu rangkaian dari Road Show Road Safety buku “Menghapus Jejak Roda” yang saya terbitkan Juli 2014.

Poljan Edo
Dalam seminar tampil pembicara-pembicara yang kompeten dii bidangnya, seperti Kasubdit Penegakan Hukum Ditlantas Polda Jawa Barat AKBP M Agung Suyono dan Ketua Yayasan AHM, Hari Sasono.

Di ajang itu Poljan Bandung juga menunjukan komitmennya untuk membangun budaya keselamatan berlalu lintas di kalangan civitas akademika.

Garda Depan

Ya, kelompok usia muda, khususnya dari kalangan mahasiswa mutlak tampil di garda depan dalam menekan fatalitas kecelakaan jalan. Mereka bisa tampil sebagai generasi pendobrak mentalitas jalan pintas yang menjadi pemicu terjadinya kecelakaan. Mereka bisa memangkas mentalitas jalan pintas dan egoisme yang menjadi akar perilaku tidak tertib saat berlalu lintas jalan.

Perilaku tidak tertib di jalan terbukti menjadi pemicu mayoritas terjadinya kecelakaan di jalan. Pada 2013, seperti dilansir Korlantas Polri, dari 270-an kasus kecelakaan setiap hari, sebanyak 42% dipicu perilaku tidak tertib.

Ironisnya, pada 2013, sekitar 25% korban kecelakaan lalu lintas jalan adalah kalangan pelajar dan mahasiswa. Sedangkan sekitar 19% pemicu kecelakaan adalah kelompok usia muda tersebut. Tahun itu pula, setiap hari sekitar 72 orang tewas akibat kecelakaan lalu lintas jalan.

poljanBareng

Dalam kesempatan yang sama, Kasubdit Penegakan Hukum Ditlantas Polda Jawa Barat AKBP M Agung Suyono, mengatakan, masalah keselamatan di jalan adalah tanggung jawab semua pihak termasuk kalangan perguruan tinggi. Pihak kepolisian, kata dia, tentunya juga berperan aktif dalam menindak pelanggaran aturan di jalan. “Alasannya untuk keselamatan pengguna jalan dan kelancaran arus lalu lintas jalan,” katanya.

Hal itu dilontarkan dia menanggapi pernyataan saya yang berharap petugas bertindak tegas, konsisten, kredibel, transparan, dan tidak pandang bulu. Lewat sikap petugas yang seperti itu diharapkan mampu mengurangi pelanggaran aturan di jalan. “Polisi juga harus ikut mendukung terciptanya peerilaku yang aman dan selamat,” sergah Ida, mahasiswi Politeknik Pajajaran.

poljanacara

Sedangkan Direktur Politeknik Pajajaran Sigit, berharap pihaknya dapat menjadi inkubator untuk mengkampanyekan keselamatan jalan. Seluruh civitas akademika yang dipimpinnya siap menjadi agen perubahan keselamatan jalan. Para mahasiswa dan dosen diharapkan membawa pulang ke rumah semangat berlalu lintas jalan yang aman dan selamat, mengedukasi keluarga dan masyarakat. “Mahasiswa dan dosen diharapkan tak sekadar berpengetahuan keselamatan jalan, tapi juga mengiimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya,

Menurut Ketua Yayasan AHM, Hari Sasono, perubahan mindset soal keselamatan jalan amat diperlukan pada saat ini. Kesadaran pengguna jalan untuk berlalu lintas jalan perlu ditanamkan sejak dini. “Kalangan perguruan tinggi punya peran berarti dalam hal ini,” sergahnya.

Sementara itu, bagi Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi) Gunadi Sindhuwinata, peran kalangan industri amat penting dalam mensosialisasikan masalah keselamatan jalan kepada para konsumennya. Sosialisasi itu, kata dia, melengkapi langkah industri selain memproduksi sepeda motor yang memenuhi kaidah kenyamanan dan keselamatan. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: