Skip to content

Sinergi Dong, Jangan Jalan Sendiri-sendiri

20 Oktober 2014

upaya pemerintah turunkan kecelakaan

NEGARA harus hadir untuk melindungi warganya di jalan raya. Kewajiban negara atau pemerintah tak semata menyediakan perangkat regulasi untuk menjamin keselamatan para pengguna jalan. Langkah nyata melalui organ-organ pemerintah justru menjadi lebih vital selain segudang regulasi yang ada.

Lewat segala instrumennya, pemerintah mutlak berkewajiban menjamin keselamatan para pengguna jalan sebagai amanat Undang Undang (UU) No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Instrument atau perpanjangan tangan pemerintah cukup lengkap. Di lini infrastruktur ada kementerian pekerjaan umum dan dinas pekerjaan umum. Di lini transportasi publik ada kementerian perhubungan dan dinas perhubungan. Hingga di lini penegakan hukum ada jajaran kepolisian. Tinggal bagaimana pemimpin pemerintahan tertinggi memadukan instrumen yang ada menjadi sebuah gerakan yang tepat sasaran. Bukan asal-asalan, misalnya, sekadar menghabiskan anggaran.

Indonesia punya target menurunkan fatalitas kecelakaan hingga 50% sepanjang 2010-2020. Artinya, pada 2020 korban tewas akibat kecelakaan di jalan bakal menjadi sekitar 43 jiwa per hari. Beragam jurus untuk menurunkan fatalitas kecelakaan tersebut sudah sering kita dengar. Tiap instansi pemangku kepentingan (stakeholder) punya aneka kegiatan yang bertujuan mulia, yakni menekan angka kecelakaan di jalan.

Hanya saja, seperti sering dilontarkan, sinergi masih menjadi barang mewah di negeri ini. Antara satu instansi dengan instansi yang lain seperti jalan masing-masing. Sinergi belum benar-benar terwujud, kecuali sebatas seremonial belaka.

Padahal, sinergi inilah yang paling dibutuhkan saat ini. Kekompakan antara para pemangku kepentingan menjadi kunci utama dapat terwujudnya target yang sudah digulirkan oleh pemerintah. Masa sih tidak belajar dari pengalaman 10 tahun terakhir. Sebagai ilustrasi, pada 2004, jumlah korban tewas setiap hari sekitar 31 jiwa. Namun, pada 2013, setiap hari tak kurang dari 72 jiwa tewas bergelimpangan di jalan raya. Kenapa justru melonjak?

Mari lihat data yang dilansir Korlantas Polri. Pada 2004, setiap hari terjadi sekitar 48 kasus kecelakaan di jalan raya. Namun, pada 2013, melonjak menjadi sekitar 274 kasus kecelakaan di negara kita. Boleh jadi segudang alasan yang membuat itu semua terjadi. Misalnya, jumlah populasi penduduk yang terus meningkat dan jumlah populasi kendaraan yang terus bermunculan.

Pertanyaannya, apakah kita berdiam diri saja melihat itu semua?

Sekali lagi, negara harus hadir dalam melindungi warganya di jalan raya. Kunci dari keberhasilan negara adalah bersinerginya seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kementerian pekerjaan umum, kementerian perhubungan, kementerian perindustrian, pemerintah daerah, hingga jajaran kepolisian. Presiden harus tampil sebagai komando yang mampu menggerakan seluruh program yang sudah disusun.

Di sisi lain, kita para pengguna jalan tentu saja memiliki andil cukup besar. Selain terus meningkatkan kesadaran berkendara yang aman dan selamat, para pengguna jalan juga mesti mampu lebih toleran. Mentalitas jalan pintas yang enggan antre di tengah kemacetan dan egoisme mesti dipangkas habis. Coba saja lihat data Korlantas Polri yang menyebutkan bahwa sekitar 42% kecelakaan dipicu oleh perilaku tidak tertib di jalan raya. Tidak cukupkah itu untuk menggambarkan bahwa perilaku ugal-ugalan sebagai biang kerok terjadinya kecelakaan? Lantas, kapan kita mulai berhenti mementingkan diri sendiri ketika berlalu lintas jalan? (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. 31 Oktober 2014 09:28

    Reblogged this on Suetoclub's Blog.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: