Lanjut ke konten

Begitu Ngebut, Sang Taksi Menjerit

1 Oktober 2014

taksi dari dalam malam_1

DINIHARI masih berbalut dingin. Maklum, jarum jam baru menunjukkan sekitar pukul 03.20 WIB. Sempat celingukan mencari taksi untuk minta diantar ke bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten. Jarak yang lumayan jauh dari kawasan Cibubur, Jakarta Timur.

Setelah mendapat taksi berwarna biru, perjalanan menuju bandara pun berlanjut. Tak ada yang spesial. Taksi melaju normal, saya pun sibuk memeriksa gadget. Hingga akhirnya taksi masuk ke jalan tol Jagorawi menuju tol dalam kota Jakarta.

Situasi jalan tol Jagorawi belum terlalu ramai bila dibandingkan ketika memasuki jam lima atau enam pagi. Tampak sejumlah mobil melesat menuju jantung Jakarta.

Tiba-tiba terdengar suara mirip alarm. “Tuittt..tuittt”. saya tengok jarum di speedometer sang taksi, benar saja, jarumnya menuju angka 120 kilometer per jam (kpj). Wow!

“Kenapa ada bunyi itu pak?” Tanya saya, di penghujung September 2014.

“Oh itu artinya kecepatannya di atas 110 kilometer per jam,” jawab sang sopir enteng.

“Wah, gak usah buru-buru pak, saya terbangnya jam enam kurang kok. Sekarang baru jam setengah empat,” sergah saya.

Sang sopir pun memperlambat kecepatan dan suarat tuitttt…tuittt tadi hilang dengan sendirinya. Saya pun tiba di bandara terbesar di Indonesia itu tanpa ketinggalan jadwal penerbangan.

Ya. Suara taksi yang menjerit menjadi pengingat bagi para pengemudi agar tidak memacu kendaraannya melebihi batas kecepatan. Apalagi, di jalan tol kecepatan maksimum adalah 100 kpj.

Seorang sopir taksi yang lain berujar, “Bunyi tanda itu mengingatkan kita agar tidak ngebut pak.”

Sopir yang saya temui pada kesempatan lain itu bercerita bahwa dia sempat terlena oleh kondisi jalan to yang sepi. “Apalagi kalau menuju bandara dan penumpangnya minta buru-buru karena ngejar waktu. Tapi, saya sih gak berani sampai suara itu bunyi,” selorohnya.

Berkendara melebih batas kecepatan maksimal termasuk salah satu pemicu kecelakaan lalu lintas jalan di Indonesia. Aspek ini menyumbang sekitar 13% terhadap total kasus kecelakaan tahun 2013.

Di Indonesia, menurut data Korlantas Polri, setiap hari terjadi sekitar 36 kasus kecelakaan yang dipicu oleh faktor ngebut. Tentu hal ini bukan persoalan main-main.

Tidak hanya di Indonesia, di dunia, menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO), berkendara melebihi batas kecepatan maksimal merupakan salah satu momok bagi keselamatan pengguna jalan. WHO menyebutkan bahwa ngebut menjadi masalah keselamatan jalan utama di semua negara. Ngebut meningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan dan parahnya dampak kecelakaan lalu lintas jalan.

Dalam laporan WHO yang bertajuk ‘Global Status Report on Road Safety 2013’ juga disebutkan bahwa pejalan kaki dan pesepeda menjadi kelompok paling berisiko cedera akibat pola berkendara yang berkecepatan tinggi. Tiap hari, rata-rata 747 pejalan kaki tewas atau 31 orang per jam. Sedangkan pesepeda yang tewas akibat kecelakaan lalu lintas jalan di dunia, tiap hari sebanyak 169 jiwa. WHO menyebutkan kecelakaan lalu lintas jalan merenggut sekitar 1,24 juta jiwa di dunia.

Nah, lebih detail soal batas kecepatan maksimal, silakan simak di tulisan saya yang ini. (edo rusyanto)

3 Komentar leave one →
  1. 1 Oktober 2014 07:47

    Taksi Blue Bird itu eyang, udah lama koq pake alarm itu. Alarm itu terpantau ama kantor taksi, kalo sering bunyi si sopir bisa kena sanksi.

    • 1 Oktober 2014 10:48

      ya betul, tinggal bagaimana sang pengemudi mengerem emosinya agar tidak terlena memacu kecepatan mobilnya. penumpang juga bisa mengingatkan jika sang pengemudi terlalu asyik.

  2. Agustino Cakra Buana permalink
    2 November 2014 15:41

    Nama alatnya apa ya??? Soalnya supir sy parah bwa mobilnya…. makasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: