Lanjut ke konten

Kecelakaan Tunggal Paling Mematikan

24 September 2014

laka lantas jagorawi1
DARI berbagai bentuk kecelakaan lalu lintas jalan, kecelakaan tunggal ternyata paling mematikan. Kesimpulan tersebut mengerucut dari perbandingan korban tewas yang dipicu oleh beragam kecelakaan seperti tabrak lari dan kecelakaan pada umumnya.

Merujuk pada data Korlantas Polri, pada semester pertama 2014, sekitar 24% korban kecelakaan tunggal berujung pada kematian. Lalu, untuk ditabrak lari sekitar 23%, sedangkan kecelakaan secara keseluruhan sekitar 15%.
Pada rentang enam bulan tahun ini terdapat 17 kasus kecelakaan tunggal setiap harinya. Dari kejadian tersebut, rata-rata per hari ada 8 jiwa yang meninggal sia-sia akibat petaka di jalan raya. Belum lagi mereka yang menderita luka-luka.

Lantas, pertanyaannya, kenapa terjadi kecelakaan tunggal dan kecelakaan ini lebih mematikan?

Sekadar menebak-nebak, kecelakaan tunggal terjadi karena sang pengendara hilang kontrol atas kendaraannya. Hilangnya kontrol bisa jadi dipicu oleh buyarnya konsentrasi sang pengendara lantaran tidak fokus dan waspada. Salah satunya adalah melamun saat mengemudi kendaraan bermotor.

Kondisi itu bisa bertambah runyam manakala sang pengemudi dalam kondisi lelah, sakit, dan kondisi jalan yang berlubang. Atau, ada pergerakan tiba-tiba dari obyek lain seperti binatang menyeberang dan pengereman mendadak dari kendaraan lain. Karena itu, mau tidak mau, suka tidak suka, konsentrasi adalah harga mati saat berkendara. Mutlak!
Sedangkan soal kenapa kecelakaan tunggal lebih mematikan, barangkali lebih karena terlambatnya pertolongan. Hal itu terjadi karena misalnya tidak ada yang tahu keberadaan sang korban. Maksudnya, kecelakaan terjadi di daerah yang tidak banyak dilalui orang atau di kawasan itu kondisinya sepi.

Bisa jadi ada alasan lain. Tapi, setidaknya bisa menjadi perhatian kita bahwa ikhtiar untuk mereduksi potensi terjadinya kecelakaan, termasuk kecelakaan tunggal, merupakan upaya awal. Jurus untuk melindungi diri itu bisa dimulai dengan terus menjaga kewaspadaan dan senantiasa fokus dalam berkendara. Dan, pastikan berkendara dalam kondisi fit alias bugar. Setuju? (edo rusyanto)

3 Komentar leave one →
  1. 24 September 2014 10:55

    Wahh harus di perhatikan tuh safety Driving nyaa, di jalanan itu harus waspada akan sesuatunya.. mampir ke http://www.alatuji.com

  2. 24 September 2014 13:30

    nice info gan, teruskan!!!!

    mampir kesini yak

    http://bit.do/utm-murah

  3. Aa Ikhwan permalink
    24 September 2014 16:10

    ngerii

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: