Lanjut ke konten

Big Boss Transjakarta Pun Angkat Bicara

21 September 2014

busway mampang motor1

PERAN angkutan umum Transjakarta tergolong penting bagi mobilitas sebagian warga Jakarta. Bagaimana tidak, setiap harinya tak kurang dari 400 ribu penumpang diangkut oleh bus yang mulai beroperasi pada 2004 itu.
Di tengah segala dinamika soal bus khusus ini terselip persoalan yang cukup menyita perhatian, yakni kecelakaan lalu lintas jalan. Kecelakaan yang melibatkan bus Transjakarta selalu menyita perhatian warga yang wira-wiri di Jakarta. Maklum, bus ini sudah memiliki jalur khusus, namun tetap saja terjadi kecelakaan.

Big boss PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) pun angkat bicara. “Sebanyak 50% kecelakaan di jalur Transjakarta atau busway karena adanya aksi penyerobotan jalur,” tegas Antonius Kosasih, direktur utama PT Transportasi Jakarta, dalam rapat koordinasi di Polda Metro Jaya, Jakarta, baru-baru ini.

Dia menambahkan, lebih dari 50% kecelakaan di busway melibatkan sepeda motor. Artinya, banyak sepeda motor yang menyerobot masuk ke busway, lalu terjadi insiden kecelakaan. Tentu saja sebagian besar bertabrakan dengan armada Transjakarta. “Busway mestinya jalur VIP karena membawa nyawa 160 orang dalam sekali jalan,” sergahnya.

Guna meningkatkan rasa aman, kenyamanan, dan keselamatan pengguna angkutan Transjakarta, badan usaha milik daerah (BUMD) itu bersedia mengintegrasikan sistem CCTV yang dimilikinya. CCTV yang dimiliki Transjakarta bisa diintegrasikan dengan sistem Kepolisian RI sehingga juga bisa sekaligus dijadikan alat penegakan hukum.

Terkait dengan ulah pengemudi yang tidak tertib di jalan, menurut Kosasih, pihak kepolisian silakan menindaknya. Langkah Kepolisian untuk menertibkan lalu lintas jalan agar aman dan selamat, semestinya tidak pandang bulu. “Kami berharap pengemudiTransjakarta yang nakal ditindak saja, misal pengemudi keluar dari jalur. Kalau perlu mobilnya disita,” tegas sang dirut.

Ya. Kita semua sepakat bahwa penegakan hukum semestinya tegas, konsisten, kredibel, transparan, dan tidak pandang bulu. Lewat tindakan yang seperti itu diharapkan kasus kecelakaan lalu lintas jalan dapat ditekan lebih drastic. Maklum, mayoritas pemicu kecelakaan di jalan adalah karena perilaku berkendara yang tidak tertib. Secara teori, bila ketertiban dapat ditingkatkan, angka kasus kecelakaan bisa ditekan.

Nah, untuk menertibkan pengguna jalan, peran Kepolisian amat dominan. Tentu saja, perlu disokong oleh kesadaran para pengguna jalan bahwa keselamatan adalah prioritas. Cara mewujudkannya dengan berlalu lintas jalan yang aman dan nyaman. Kuncinya, tertib bin taat aturan di jalan, plus sudi toleran dengan sesama pengguna jalan. Salah satu caranya, mulai deh tidak lagi menyerobot jalur Transjakarta alias busway. Apalagi, ancaman sanksi menyerobot busway cukup berat, yakni denda maksimal Rp 500 ribu atau penjara maksimal dua bulan.

Kalau nggak mau kena macet di Jakarta yah berangkat lebih awal, atau nikmatilah kemacetan sebagai salah satu drama di Ibu Kota tercinta. (edo rusyanto)

2 Komentar leave one →
  1. Aa Ikhwan permalink
    21 September 2014 21:34

    saling mendukung

  2. 22 September 2014 01:59

    Memang harus ditindak tegas tuh om

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: