Lanjut ke konten

Menggodok Gerakan Anak Negeri

13 September 2014

raker rsa 2014_1

KETIKA ada segudang persoalan semestinya juga ada segudang jalan keluar. Bukankah setiap persoalan pasti ada jalan keluarnya?

Pergerakan anak-anak muda yang ingin terbebas dari petaka jalan raya terus bergulir. Mereka dengan perlahan namun pasti terus menyuarakan pentingnya berlalu lintas jalan yang aman dan selamat. Tanpa lelah mereka mencoba mengajak semua pengguna dan penikmat jalan membuka mata bahwa ada sisi kelam di jalan raya.

Salah satu yang melakukan itu adalah kelompok Asosiasi Keselamatan Jalan atau Road Safety Association (RSA) Indonesia. Kelompok yang merintis gerakan sejak 2007 ini sadar betul bahwa persoalan jalan raya kita masih segudang. Persoalan yang paling menonjol tentu saja seputar nasib anak negeri yang masih didera sang petaka jalan raya.

Ya. Saat ini, setiap hari rata-rata 72 anak negeri bergelimpangan di jalan raya akibat kecelakaan lalu lintas jalan. Rasanya, di luar faktor penyakit, kecelakaan di jalan merupakan salah satu pemicu kematian yang dominan. Saat itulah pergerakan mengajak publik mewaspadai bahaya laten yang satu ini menjadi sebuah upaya penting.

RSA Indonesia yang berbasis pada kegiatan sosialisasi, edukasi, dan advokasi terus mencoba berbagai formula untuk membuka mata dunia. Setiap langkah yang ditempuh melalui proses penggodokan yang tak jarang menyedot waktu, tenaga, biaya, hingga pemikiran. Apa yang dilakukan lewat sebuah pertimbangan yang sebisa mungkin cukup komprehensif, termasuk memastikan goal apa yang hendak dicapai.

Medium penting yang menjadi proses penggodokan gagasan serta sekaligus mengevaluasi setiap pergerakan adalah rapat kerja alias raker. RSA Indonesia sebagai sebuah organisasi menggelar raker guna introspeksi sekaligus merancang segudang program untuk mengajak publik terhindar dari petaka di jalan raya.

Kali ini, RSA Indonesia menggelar raker di Jakarta, Sabtu, 13 September 2014 sebagai kota basis kegiatan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang fokus pada gerakan keselamatan jalan (road safety) ini. Bertempat di gedung Graha Adira, Jakarta Selatan, sejumlah pengurus dan badan pengawas RSA Indonesia sudah memulai raker sejak sekitar pukul 10.00 WIB.

Beragam program coba digodok dengan apik. Mulai dari bagaimana membuat pemetaan permasalahan keselamatan di jalan, segmen kelompok yang disasar, hingga bagaimana menguatkan daya tahan finansial organisasi. Pembahasan lewat penuangan berbagai argumentasi pun bergulir dengan sesekali diselingi canda guna mencairkan suasana. Maklum, sejumlah materi yang digodok terkadang membutuhkan pemikiran yang kuat dan inginnya komprehensif.

raker rsa 2014 di jakarta

Misalnya saja, bagaimana merajut dan mempertahankan hubungan dengan kelompok akar rumput (grass root) yang selama ini menjadi basis pergerakan RSA Indonesia. Pembahasan mencakup bagaimana strateginya hingga substansi dalam setiap pergerakan seperti yang diterjemahkan lewat kopi darat keliling (kopdarling).

Di sisi lain, pembahasan juga bergulir seputar bagaimana merajut komunikasi dan hubungan dengan para pemangku kepentingan (stakeholder) keselamatan jalan. Strategi yang dipakai selama ini adalah bagaimana fungsi advokasi RSA Indonesia tetap berjalan, namun jalinan komunikasi bisa berjalan mulus tanpa mencederai silaturahhim. Maklum, niat baik dengan cara yang baik diyakini bisa menghasilkan hal yang baik.

Setelah melalui proses penggodokan sepanjang hampir tujuh jam, raker penggodokan untuk nasib anak negeri pun dituntaskan. Perjalanan masih panjang. Perjuangan masih membutuhkan energi. Pastinya, tujuan agar anak negeri tak lagi bergelimpangan di permukaan aspal masih menjadi pekerjaan yang tidak mudah. (edo rusyanto)

foto-foto dok RSA Indonesia

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: