Lanjut ke konten

Menyalakan Lampu Utama Dipertanyakan

12 September 2014

spion motor mobil

SUASANA auditorium kampus dipenuhi mahasiswa dan pelajar SLTA. Mereka asyik menyimak paparan demi paparan. Tiba saatnya sesi tanya jawab, tak pelak mereka berlomba mengacungkan tangan.

“Apa alasan pesepeda motor wajib menyalakan lampu utama saat siang hari?” Tanya seorang mahasiswa yang mengaku panggilan akrabnya adalah Mayor.

Ya. Itulah penggalan suasana bedah buku Menghapus Jejak Roda yang digelar di Kampus UPN Veteran Jakarta, Jl RS Fatmawati, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Kamis, 11 September 2014 pagi. Banyak pertanyaan lain yang bermunculan seputar berkendara yang aman dan selamat (road safety). Namun, pertanyaan soal kewajiban menyalakan lampu utama tersebut termasuk yang menarik. Tentu, bagi saya.

“Menyalakan lampu utama itu agar pengendara motor menjadi tertib di jalan. Selain itu, fakta selama ini, menyalakan lampu utama mampu mengurangi kecelakaan hingga 30%,” papar Kasi Dikmas Subdit Dikyasa Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Susana Benjamin menjawab pertanyaan sang “Mayor”.

Oh ya, Kompol Susana dan Hari Sasono, sekjen Asosiasi Industri Sepeda Motor, serta Emerson dari Yayasan AHM hadir dalam bedah buku yang digulirkan oleh LPM Aspirasi UPN Veteran Jakarta, Kamis itu. Mereka hadir menjadi pembicara dengan topik masing-masing.

Kompol Susana tentu saja merefleksikan peran polisi dalam mewujudkan lalu lintas jalan yang aman dan selamat. Rujukannya, kata dia, Undang Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). “Dalam undang undang itu pesepeda motor malah diwajibkan menyalakan lampu utama pada siang dan malam hari,” kata dia.

Ya. Dalam regulasi tersebut memang ditegaskan bahwa pesepeda motor sebagai salah satu kendaraan bermotor, wajib menyalakan lampu utama pada malam hari. Lihat saja pasal 107, UU No 22/2009 tentang LLAJ yang dengan tegas disebutkan bahwa (1) pengemudi kendaraan bermotor wajib menyalakan lampu utama kendaraan bermotor yang digunakan di jalan pada malam hari dan pada kondisi tertentu.

Yang dimaksud dengan “kondisi tertentu” adalah kondisi jarak pandang terbatas karena gelap, hujan lebat, terowongan, dan kabut. Aturan tersebut berlaku untuk kendaraan roda dua maupun roda empat alias sepeda motor dan aneka mobil.
Bedanya, khusus bagi sepeda motor ditambah dengan (2) pengemudi sepeda motor selain mematuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib menyalakan lampu utama pada siang hari. Tuh kan.

Saking seriusnya soal lampu utama, para pembuat undang-undang menyiapkan sanksinya. Ini dia, ada di pasal 293 ayat (1) setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan tanpa menyalakan lampu utama pada malam hari dan kondisi tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu.

Sedangkan di ayat (2) setiap orang yang mengemudikan sepeda motor di jalan tanpa menyalakan lampu utama pada siang hari sebagaimana dimaksud dalam pasal 107 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15 (lima belas) hari atau denda paling banyak Rp 100 ribu.

Oh ya, ternyata yang dimaksud dengan siang hari versi UU tersebut adalah rentang waktu pukul 06.00 hingga 18.00 WIB.
Fungsi lampu utama menyala sebenarnya bagian dari upaya awal dari berlalulintas jalan yang aman dan selamat, yakni melihat dan terlihat. Menyalakan lampu utama menjadi kehadiran sepeda motor lebih terlihat bagi pengguna kendaraan lain, khususnya mobil. Cahaya lampu utama bisa membantu pengemudi mobil melihat kehadiran pesepeda motor yang datang dari arah belakang melalui kaca spion.

“Selama ini tidak disosialiasikan mengenai alasan mengapa sepeda motor wajib menyalakan lampu utama,” kata Mayor kepada saya.

Mesti menjadi catatan banyak pihak bahwa sosialisasi mengenai aturan di jalan masih mutlak digulirkan kepada masyarakat. Temuan Road Safety Association (RSA) Indonesia sepanjang semester pertama 2014 masih banyak masyarakat yang belum mengetahui aturan di jalan. Walau, ada juga yang tahu tapi tidak mau tahu. Anda masuk yang mana? (edo rusyanto)

2 Komentar leave one →
  1. jape methe permalink
    12 September 2014 19:05

    mengurangi kecelakan sebesar 30% itu sudah diuji ITB dan IPB belum pak? 😀

  2. Andra permalink
    18 September 2014 17:30

    Pengalaman menegur pengendara yang jalan malam tapi lampu utamanya mati. Mas, itu lampu motornya mati. Jawabannya lebih galak dia: “Emang kenapa? Motor-motor gua sendiri. Suka-suka gua dong.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: