Lanjut ke konten

Jejak SBY (RUNK Jalan)

9 September 2014

tabrakan mobil di rcti
Di negara kita, merujuk data pada 2010, loss productivity dari korban dan kerugian material akibat kecelakaan diperkirakan mencapai 2,9 – 3,1% dari total produk domestik bruto (PDB), atau setara dengan Rp 205–220 triliun dengan total PDB mencapai Rp7.000 triliun. Bayangkan jika angka tersebut untuk program pembangunan di bidang transportasi massal umum, barangkali sudah bisa mendukung mobilitas yang lebih produktif dibandingkan kondisi tahun 2011.

Di tengah itu semua, pemerintah Indonesia pada 20 Juni 2011, bertempat di Kantor Wakil Presiden Boediono, mencanangkan apa yang disebut Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) Jalan.

Rencana tersebut disusun berdasarkan amanat Pasal 203 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, sebagai wujud tanggung jawab Pemerintah dalam menjamin keselamatan lalu lintas jalan.

RUNK Jalan memiliki periode 2011 hingga 2035. Pemerintah mengklaim RUNK selaras dengan pencanangan Decade of Action (DoA) for Road Safety 2011 – 2020 oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dicanangkan pada Maret 2010.
Jejak SBY dalam bentuk RUNK Jalan ini bisa menjadi legasi rujukan bagi pemerintah selanjutnya. Penyusunan RUNK Jalan menggunakan pendekatan lima pilar keselamatan jalan yang meliputi manajemen keselamatan jalan, jalan yang berkeselamatan, kendaraan yang berkeselamatan, perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan dan penanganan korban pascakecelakaan. Pencapaian target RUNK ini menggunakan strategi sistem lalu lintas jalan yang berkeselamatan, yaitu penyelenggaraan lalu lintas jalan yang mengakomodasi human error dan kerentanan tubuh manusia, yang diarahkan untuk memastikan bahwa kecelakaan lalu lintas jalan tidak mengakibatkan kematian dan luka berat.

DoA for Road Safety versi PBB akan menjadi bagian dari materi RUNK Jalan. Sepuluh tahun pertama dari RUNK Jalan ini ditetapkan menjadi program Dekade Aksi Keselamatan Jalan Republik Indonesia 2011-2020.

Setelah memiliki arah, RUNK juga memiliki target jangka panjang yakni menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas sebesar 80% pada tahun 2035 berbasis data tahun 2010 yang diukur berdasarkan tingkat fatalitas per 10.000 kendaraan atau disebut indeks fatalitas per 10.000 kendaraan. Pada tahun 2035, indeks fatalitas yang diinginkan sebesar 0,79.

Target Jangka Panjang penyelenggaraan keselamatan jalan Indonesia ini akan dicapai secara inkremental menjadi target lima tahunan.

RUNK Jalan juga menggunakan indikator angka kematian per 100.000 populasi dan case fatality rate (CFR) sebagai alat untuk mengukur dan mengevaluasi keberhasilan kinerja keselamatan jalan. Pada tahun 2010 angka kematian per 100.000 populasi adalah sebesar 13,15 dan ditargetkan pada 2020 dan 2035 akan menjadi 6,57 (penurunan 50%) dan 2,63 (80%). Nilai CFR pada tahun 2010 sebesar 50,70%, dan ditargetkan pada tahun 2020 dan 2035 menjadi 25,35% (penurunan 50%) dan 10,14% (80%).

Dalam pelaksanaannya, kelima Pilar menjalankan kewenangannya dengan prinsip mutually inclusive atau integrasi dari interaksi pilar-pilar keselamatan jalan yang bernilai tambah.

Pada bagian akhir dokumen Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) Jalan 2011-2035 ditegaskan ulang soal pentingnya aksi nyata. Selain itu, kebijakan bisa dikaji ulang sesuai dengan kondisi zaman.

RUNK Jalan 2011-2035 sebagai dokumen perencanaan yang mempunyai kedudukan strategis dalam mendukung pelaksanaan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Oleh sebab itu RUNK Jalan ini dapat menjadi rujukan dan pedoman dalam menetapkan kebijakan dan program yang dijalankan dalam penyelenggaraan keselamatan jalan secara nasional saat ini dan kedepan. (edo rusyanto)

Jejak SBY (Inpres Penyelamat Pengguna Jalan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: