Lanjut ke konten

Jejak-jejak SBY Mengurus Nyawa di Jalan Raya

9 September 2014
tags:

gernas sby dan warga

BERAPA banyak anak-anak yang kehilangan orang tua? Berapa banyak isteri yang kehilangan suami, atau orang tua yang kehilangan anak harapan keluarga? Bahkan, muncul pertanyaan berapa banyak keluarga yang terlunta-lunta lantaran tiang ekonomi keluarga tumbang akibat kecelakaan lalu lintas jalan.

Ya. Sisi kelam jalan raya Indonesia masih terlihat dengan gamblang. Tiap hari, dua ratusan kecelakaan menghiasi permukaan aspal hitam. Tiap hari pula ratusan orang terkulai dalam derita luka. Bahkan, sekitar 16% dari mereka harus meninggal dunia. Mereka melewati hari yang getir lantaran petaka yang tak pernah sedikitpun mereka minta.
Mengurusi nasib warga negara di jalan raya bukan urusan gampang. Coba aja lihat, tiap hari jutaan orang bergerak wira-wiri. Ada yang naik angkutan umum dan gak sedikit yang pakai kendaraan bermotor pribadi. Mulai dari mobil hingga sepeda motor. Dan, ironisnya, tiap hari pula 70-an nyawa bertumbangan di jalan raya akibat kecelakaan.

Negara mutlak hadir dalam menjaga nyawa anak bangsa di jalan raya. Presiden sebagai pemimpin negara wajib menjadi tokoh sentral pengendali beragam jurus menjaga pengguna jalan dari incaran sang jagal jalan raya. Di tangan presidenlah segenap perintah dan koordinasi ditentukan. Mau jalan mulus atau amburadul, ya presiden yang menentukan.

Nah, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) punya legasi dalam urusan keselamatan di jalan alias road safety. Kalau merunut jejak-jejak yang ada, tampaknya putra Pacitan, Jawa Timur ini bolehlah menjadi salah satu sosok yang peduli nasib anak bangsa di jalan raya. Sepanjang 2004-2014 saat SBY berkuasa tampak sejumlah jejak yang bisa menjadi rujukan presiden-presiden selanjutnya.

Jejak-jejak itu bertebaran di dalam beragam lini. Lazimnya rezim penguasa, jejak termudah dilihat dari sisi regulasi. Lalu, rancangan program kerja, aksi nyata, dan tentu saja apa yang sudah diraih. Berikut ini setidaknya saya mencatat enam jejak besar yang ditinggalkan SBY. Bisa kita renungkan dan bisa kita tingkatkan hal yang sudah baik. Tentu saja yang buruk mesti ditinggalkan. Setuju? (edorusyanto)


Jejak SBY (Aturan di Jalan Raya)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: