Lanjut ke konten

Kata Profesor Danang Soal Kenaikan Harga BBM

1 September 2014

jokowi dan bbm

WAH belakangan ini ramai sekali pemberitaan mengenai perlunya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dinaikkan. Alasannya, subsidi selama ini tidak tepat sasaran dan kalau gak dinaikkan beban APBN tahun 2015 bakal tambah berat. Kabarnya, subsidi untuk BBM bakal mencapai Rp 291 triliun pada tahun depan. Duh.

Lantaran pingin tahu sedikit soal kenaikan harga BBM dan imbasnya pada transportasi, saya sempatkan diri berbincang-bincang via surel dengan ahli transportasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Profesor Doktor Danang Parikesit, Sabtu, 30 Agustus 2014.

Doktor Transportation Engineering, Technische lulusan Universitat Wien, Austria ini pun bercerita bahwa kenaikan harga BBM semestinya di bawah 30%. Pria kelahiran Yogyakarta 3 Juni 1965 ini juga menyarankan agar publik bermigrasi ke angkutan masal dan pemerintah menyederhanakan perizinan di sektor transportasi.

Berikut ini petikan bincang-bincang via surel yang sebagian besar juga saya tuangkan dalam koran ekonomi Investor Daily, edisi Senin, 1 September 2014.

Bagaimana solusi untuk pemangkasan anggaran subsidi BBM?

Kalau kita mengambil asumsi kelembaman dampak kenaikan harga BBM atau pada harga berapa pengaruh harga BBM tidak memberikan dampak terhadap persepsi publik, maka kenaikan harga BBM haruslah dibawah 30% dari harga saat ini. Artinya kita akan bicara harga BBM subsidi akan menjadi sekitar Rp. 8.000 – 9.000.

Berapa besar pemangkasan subsidi yang bisa menimbulkan gejolak di masyarakat dan tidak melonjakkan inflasi?

Kalau secara teoretik, kenaikan psikologis yang tidak memberikan dampak signifikan adalah sebesar kurang dari 30%. Kenaikan diatas 30% secara psikologis akan menyebabkan perspektif negatif. Kalau secara inflasi, saya menyarankan untuk segera melakukan migrasi ke angkutan masal dan menyederhanakan perijinan di sektor transportasi sehingga biaya logistik berkurang dan harga komoditi terjaga

Jika pemangkasan subsidi kecil atau BBM bersubsidi naik hanya Rp 1.000 per liter, tidak akan terlalu berdampak untuk menaikkan dana infrastruktur, karena paling tidak seperempat penghematannya perlu digunakan untuk dana program Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Sehat?

Ini yang menurut saya menjadi penting, karena BBM adalah kebutuhan sektor transportasi. Sehingga, harus ada yang dikembalikan ke program transportasi publik. Dengan demikian masyarakat akan melihat bahwa pemerintah mengenali bahwa kebijakan transportasi dan kebijakan energi merupakan satu paket kebijakan yang harus dilakukan secara terintegrasi.

Lalu masih perlukan dibarengi pula dengan pelaksanaan RFID, konversi BBM ke gas, dan mandatori biodiesel, apa keuntungannya?

danang edo tys edit

Sarapan pagi bareng pengamat transportasi Darmaningtyas dan profesor Danang Parikesit di Padang, Sumatera Barat beberapa waktu lalu.

Kebijakan RFID perlu dilihat kembali mengapa tidak ada kelanjutannya. Menurut saya kebijakan ini sangat terburu-buru sehingga terlihat hanya fokus pada program pengadaan teknologi tanpa diketahui kemanfaatannya yang secara luas. Prospek yang lebih besar sebenarnya ada pada konversi BBM ke BBG dan fuel blending policy. Kebijakan ini secara bersama-sama menurunkan kebutuhan subsidi dan pada saat yang sama mendorong industri dalam negeri. Kebijakan BBG terutama untuk transportasi perkotaan dan kebijakan dual fuel truk antar kota akan juga memberikan dampak lingkungan, termasuk udara bersih yang signifikan.


Saat ini berapa harga pasar pemium vs harga subsidi per liter dan harga pasar solar vs harga subsidi, berapa masing-masing jatah kiloliter solar dan premium tahun 2014?

Jatah BBM bersubsidi adalah 46 juta KL. Namun persoalannya adalah fuel mix untuk 46 juta KL ini apakah BBM atau juga termasuk biofuel tidaklah dilaksanakan secara konsisten.

Nah, dari perbincangan dengan peraih meraih gelar Master (MSc.(Eng)) dari The Institute for Transport Studies (ITS) di Leeds University, UK, tahun 1990 ini saya berkesimpulan, pentingnya angkutan umum massal. Tentu saja angkutan umum massal yang aman, nyaman, selamat, tepat waktu, terjangkau, dan ramah lingkungan. Semoga ke depan angkutan yang seperti itu bisa terwujud sehingga diharapkan juga dapat mengurangi kecelakaan lalu lintas jalan yang saat ini setidaknya merenggut 72 nyawa setiap hari.

Ngomong-ngomong, kapan angkutan umum massal seperti itu dapat terwujud di seluruh kota di Indonesia? (edo rusyanto)

7 Komentar leave one →
  1. 1 September 2014 00:29

    saya setuju saja lah mbah, manut wong belum bisa bikin sendiri, dan butuh

  2. 1 September 2014 03:37

    Kapan angkutan massal terwujud?
    Saat pengambil keputusan di negara ini sudah memikirkan negaranya

  3. 1 September 2014 08:56

    klo bisa dijakarta dulu :D… armada busway emang sudah bertambah, tp ternyata penumpangnya jg tambah banyak

  4. 1 September 2014 14:12

    kalau saya dimana-mana setuju, apbn kita kan menyusut gara-gara subsidi bbm

    • 3 September 2014 13:34

      kalo APBN kerampokan buat subsidi BBM. semua bisa jd setuju ya. maka ketika pemda-pempus melakukan langkah2 LUAR BIASA. semua pun wajib mingkem dan manut.

      kalo APBN kerampokan di korupsi dipake bancakan oleh semua lini departemen….?
      ada yg mbahasa apa tidak….? ada yg nge blow up beritanya apa tidak…?
      pasti tidaaak…. kekekekekek. krn foya2 bancakan APBN itu adalah bahagian buday akita yg paling nyata

  5. 1 September 2014 19:50

    apa kabar rfid itu..

  6. 3 September 2014 13:29

    pak professor gak pernah ngitung ya. ada berapa juta taksi yg minum bbm subsidi jenis premium setiap harinya di seluruh indonesia…? taksi itu bukan angkutan umum massal. tapi angkutan umum EKSKLUSIF. makanya taripnya pun eksklusif.. pak profesor pernah ngga sekali2 ngintip spbu yg dekat pool taksi setiap malam mendekati jam 12. Saya sering liat rombongan taksi rame2 isi premium ratusan ribu/puluhan liter sekali tenggak.

    kalo bicara angkutan umum mau digalakkan dan kendpri dipersulit beredar.. coba tengok ERP aja deh yg lagi anget2nya mau di paksakan. itu ERP bukan senjata ampuh buat menghadang masuknya mobil pribadi ke jalan utama… JUSTRUUUUUUUU…. dgn adanya ERP itu kami2 ini selaku pemilik mobil2 mewah 2 pintu 2 kursi… akan semakin BAHAGIA…. krn kami bs tiap hari bawa mobil mewah bladas bludus di jalan jakarta.

    yg penting kan … saya sdh BAYARRRRR…. ( bayar ERP )
    mau 50 ribu kek itu ERP.. ya tidak masalah. wong PKB mobil saya saja bs 120 juta/tahun. (kata yg punya supercar )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: