Lanjut ke konten

Tiap Jam Jakarta Diguyur 134 Motor

16 Agustus 2014

angkut motor tangerang

COBA tengok sekeliling kita, pasti dengan mudah menjumpai sepeda motor. Nah, khusus di Jakarta, setiap jam rata-rata diguyur 134 sepeda motor dalam rentang Januari-Juli 2014.
Angka itu mengutip data distribusi Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia atau Aisi yang dilansir di Jakarta, Senin, 11 Agustus 2014. Dan, dari data itu pula terlihat bahwa pemain utama bisnis sepeda motor masih dipegang oleh dua raksasa, yakni Honda dan Yamaha. Tiap jam, keduanya rata-rata memasok 61 sepeda motor di Jakarta loh.
Mari kita longok sejenak data Aisi sepanjang lima tahun terakhir. Untuk periode Januari-Juli dalam rentang 2010-2014, ternyata anggota Aisi mengguyur pasar Jakarta dengan sebanyak 3,31 juta sepeda motor. Artinya, tiap jam rata-rata ada 130 kuda besi yang menggerojok Jakarta. Dahsyat kan?
Oh ya, dua pemain utama, yakni Honda dan Yamaha dalam rentang waktu yang sama, masing-masing tiap jam rata-ratanya memasok 54 dan 65 kuda besi. Artinya, jika digabungkan kedua pemain itu menguasai 90% pasar Jakarta.
Ya. Jakarta sebagai kota tersibuk di Indonesia merupakan area yang jadi incaran para pemain bisnis sepeda motor. Maklum, setidaknya ada 9,5 juta jiwa warga yang mendiami kota berumur 487 tahun itu. Kebutuhan berlalu lintas jalan warga Jakarta tergolong cukup tinggi. Setidaknya, tiap hari ada 20 jutaan pergerakan di Jakarta. Itu belum ditambah dengan pergerakan dari kota satelit di sekitarnya, yakni Bogor,Depok, Tangerang, dan Bekasi. Bila digabung dengan pergerakan kota-kota tersebut setidaknya ada 53 juta pergerakan setiap hari.

Oh ya, dua pemain utama, yakni Honda dan Yamaha dalam rentang waktu yang sama, masing-masing tiap jam rata-ratanya memasok 54 dan 65 kuda besi. Artinya, jika digabungkan kedua pemain itu menguasai 90% pasar Jakarta.

Nah, mayoritas pergerakan tersebut ternyata memanfaatkan sepeda motor sebagai alat transportasi. Si kuda besi dianggap paling mampu mengantar sang penunggang ke tujuan secara langsung. Di sisi lain, perawatan dan biaya operasional sepeda motor dianggap cukup terjangkau kocek kebanyakan warga Jakarta.
Tentu saja kehadiran sang sepeda motor tidak terlepas dari skema penjualan yang memberi kemudahan kepada konsumen. Para perusahaan pembiayaan memberikan akses mudah dengan sistem penjualan kredit. Selain tenor yang diberikan cukup panjang, yakni bisa mencapai 33 atau 36 kali, sang konsumen cukup membayar uang muka berkisar Rp 1-2 juta sudah bisa membawa pulang sepeda motor entry level.
Sinergi antara perusahaan pembiayaan dengan para distributor sepeda motor itulah yang mendorong penjualan sepeda motor laris manis. Selain tentu saja karena hingga kini angkutan umum massal yang ada dianggap belum mampu maksimal memenuhi kebutuhan pergerakan warga Jakarta. (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: