Lanjut ke konten

Memakai Helm Sebagai Ikhtiar

11 Agustus 2014

bertiga tak helm edit

PENGGUNAAN helm sebagai pelindung kepala bagian dari ikhtiar pesepeda motor dalam mengurangi fatalitas kecelakaan. Artinya, pakai helm atau tidak pakai helm, setiap pesepeda motor bisa celaka. Bedanya, ada yang berikhtiar dan ada yang kurang berikhtiar.

Ikhtiar merupakan simbol dari keadaban kita sebagai manusia yang memiliki akal sehat dan nurani. Mengurangi risiko adalah naluri dasar manusia untuk hidup aman, nyaman, dan selamat. Ikhtiar yang lain setelah memakai helm adalah berkendara yang aman dan selamat lewat taat aturan dan sudi berbagi ruas jalan. Berlalu lintas jalan yang humanis. Tentu, setelah berikhtiar, selanjutnya menyerahkan apa pun yang terjadi pada yang Maha Kuasa.

Oh ya, saking pentingnya untuk melindungi isi kepala, negara mengatur pemakaian helm di dalam Undang Undang (UU) No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Aturan itu sebagai bagian dari kewajiban negara melindungi warganya, dalam hal ini para pesepeda motor yang wira-wiri di jalan raya.

Aturan itu menentukan helm yang dipakai, yakni yang sesuai dengan Standard Nasional Indonesia (SNI). Lalu, mengatur siapa saja yang memakai helm, yaitu pengendara dan penumpangnya. Serta, lazimnya aturan, termaktub juga sanksi bagi pelanggar aturan tersebut, yakni berupa sanksi penjara maksimal satu bulan. Atau, denda maksimal Rp 250 ribu.

Setelah aturannya dibuat tinggal bagaimana implementasinya di lapangan. Soal yang ini tentu saja tergantung dari petugas yang menegakkan hukum di jalan raya.

Bagi para pesepeda motor, kemauan untuk berikhtiar tergantung dari tiap individu. Bila sang pesepeda motor menyadari apa yang harus dilindungi dan faedah dari helm dalam melindungi batok kepala, rasanya ikhtiar bisa terwujud.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa helm mampu mereduksi potensi kematian akibat cedera di kepala saat terlibat kecelakaan sebesar 40%.

Badan kesehatan dunia itu juga menegaskan bahwa luka di kepala dan cedera leher merupakan penyebab utama dari kecacatan dan kematian pesepeda motor akibat kecelakaan di jalan.

Cedera fatal di kepala ditentukan oleh setidaknya tiga faktor, yakni pertama, pesepeda motor tidak memakai helm. Kedua, memakai helm namun kualitasnya tidak mumpuni. Dan, ketiga, cara memakai helm yang tidak tepat seperti tidak diklik atau ukurannya tidak pas dengan ukuran kepala. Cerita menjadi lain bila benturan yang terjadi amat dahsyat sehingga helm dengan kualitas terbaikpun tak mampu menahannya.
cara helm lindungi kepala

Sedangkan kualitas helm dipengaruhi oleh beberapa aspek. Aspek utama tentu saja sejauh mana helm yang dipakai sesuai dengan standard pabrikan yang berlaku di berbagai negara. Lalu, perawatan terhadap helm yang dimiliki. Lalu, hindari helm dari peluang terjatuh saat ditaruh di tempat tertentu. Sedangkan masa kadaluarsa helm juga perlu diperhatikan mengingat rentangnya adalah 3-5 tahun.

Kembali soal fungsi helm. Di Eropa, masih kata WHO, cedera kepala berkontribusi sekitar 75% terhadap kematian pesepeda motor. Sedangkan di negara-negar tertinggal dan berkembang, diperkirakan mencapai sekitar 88%. Sekali lagi, WHO bilang, memakai helm standard dengan kualitas baik bisa mengurangi risiko kematian sebesar 40%. Selain itu, helm juga bisa mereduksi risiko cedera serius lebih dari 70%.

Nah, pada bagian lain, isi batok kepala kita amat berharga untuk dilindungi. Di dalam sana terdapat otak yang menjadi kendali dalam pergerakan hidup kita sehari-hari. Otak menjadi amat penting dalam pertumbuhan dan perilaku manusia. Sayangi otak kita.

Ngomong-ngomong, aturan yang dibuat negara kok ada pergeseran yah. Bila dalam UU No 14/1992 tentang LLAJ sanksi tidak memakai helm saat bersepeda motor denda maksimalnya Rp 1 juta. Eh, dalam UU No 22/2009 tentang LLAJ yang berlaku saat ini, denda maksimalnya Rp 250 ribu. Tanyakeun kenapa? (edo rusyanto)

3 Komentar leave one →
  1. 11 Agustus 2014 14:50

    pake helm aja banyak yang tidak selamat….. apalagi ngga pake helm….

    nitip eyang….
    http://jalanberkarisma.wordpress.com/2014/08/07/ayah-ibu-lindungi-aku/

  2. 13 Agustus 2014 11:35

    Reblogged this on Suetoclub's Blog.

  3. kaka permalink
    15 Januari 2015 10:56

    Postingan yang sangat bagus, saya setuju dengan Anda 100%!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: