Lanjut ke konten

Mereka Mayoritas Faham Mendahului yang Aman

1 Juli 2014

bonceng anak yogya 1

Mayoritas responden memiliki pengetahuan yang cukup mengenai teknis berkendara, terutama aspek teknis yang berpotensi memicu terjadinya kecelakaan di jalan. Saat ditanyakan mengenai cara mendahului, mayoritas menjawab dengan benar, yakni sebanyak 54,52%. Sedangkan sebanyak 44,70% menjawab keliru dan 0,78% tidak menjawab.
“Cara mendahului yang benar bisa mengurangi potensi terjadi kecelakaan lalu lintas jalan. Salah satu aspek penting soal ini adalah memastikan pergerakan kendaraan dari arah berlawanan tidak akan mengganggu proses mendahului,” ujar Lucky Subiakto, sekretaris jenderal RSA Indonesia, Minggu (29/6/2014).

Begitu juga pemahaman responden soal berbelok yang aman dan selamat. Hal itu terbukti dengan sebesar 72,90% responden menjawab dengan benar atas pertanyaan yang diajukan. Sebanyak 23,36% menjawab pertanyaan secara tidak tepat dan sebanyak 3,74% memilih untuk tidak menjawab.

Hal itu diperkuat dengan pengetahuan responden yang mayoritas, yakni 51,40% mengetahui hal-hal yang membahayakan saat berbelok. Sebanyak 44,70% responden tidak mengetahui hal yang membahayakan dan sebanyak 3,89% tidak menjawab.
Sementara itu, kata Lucky, pemahaman responden soal cara mengerem yang aman dan benar justeru sebaliknya. Sebagian besar, yaitu 52,96% menjawab keliru atas pertanyaan yang diajukan. Hanya 43,93% yang menjawab dengan benar dan sebanyak 3,12% memilih untuk tidak menjawab.

Para responden cukup faham mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan saat menyeberang jalan. Sebanyak 79,91% responden menjawab secara lengkap soal langkah-langkah menyeberang. Selebihnya, yakni 18,69% menjawab hanya sebagian dari langkah yang diperlukan saat menyeberang, seperti menyeberang di zebra cross, memperhatikan lalu lintas jalan, dan memberi isyarat tangan. Sedangkan hanya sebagian kecil, yakni 1,40% yang tidak menjawab pertanyaan.

belok berbahaya_final

Terlibat Kecelakaan

Survey yang digelar sepanjang Januari-Mei 2014 itu memperlihatkan bahwa 49,69% masyarakat pernah terlibat kecelakaan lalu lintas jalan. Sedangkan yang menjawab belum pernah terlibat sebesar 19,94%. Di luar itu mereka menjawab tidak ingin celaka (29,13%), tidak peduli (0,47%), dan tidak menjawab (0,78%).

Mayoritas responden menggunakan kendaraan pribadi yang terdiri atas sepeda motor (70,01%) dan mobil pribadi (14,35%). Selebihnya memanfaatkan angkutan umum, yakni angkutan kota, bus, dan kereta (15,64%).
Responden mengaku memiliki surat izin mengemudi (SIM) untuk sepeda motor, SIM C sebanyak 52,14%. Untuk SIM roda empat atau lebih sebanyak 29,99%. Sedangkan yang tidak memiliki SIM sebanyak 17,87%.

Responden survey sebanyak 642 pengguna jalan yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Mayoritas responden, yakni 52,02% berasal dari Jakarta dan 10,59% dari Bekasi. Selain itu, Depok (9,66%), Sukabumi (4,36%), Bogor (4,21%), Tangerang Selatan (4,05%), Cianjur (3,89%), Tangerang (3,12%), Subang (2,18%), Palembang (1,71%), dan lain-lain (4,21%).

Profesi responden beragam yang mencakup 66,51% adalah karyawan swasta dan 15,42% kalangan mahasiswa. Selain itu, sebanyak 10,90% merupakan buruh pabrik dan selebihnya dari kalangan profesional dan wirausaha sebesar 7,16%.
Dari segi gender, sebanyak 73,52% responden berjenis kelamin laki-laki dan sebanyak 26,48% perempuan.
Sedangkan dari usia, rentang 15-20 tahun (20,09%), 21-25 tahun (24,77%), dan 26-30 tahun (21,50%). Selain itu, 31-35 tahun (14,95%), 36-40 tahun (11,37%), dan di atas 40 tahun (7,32%). (edo rusyanto)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: