Lanjut ke konten

Masyarakat Lebih Patuh Pada Rambu

30 Juni 2014

rambu 10km

MASYARAKAT lebih mematuhi rambu lalu lintas ketimbang petugas. Survey Road Safety Association (RSA) Indonesia memperlihatkan bahwa 72,43% responden mengaku lebih mematuhi rambu lalu lintas ketimbang petugas.
Kepada 642 responden dalam survey sepanjang Januari-Mei 2014 ditanyakan mana yang lebih dipatuhi ketika ada polisi lalu lintas (polantas), petugas dinas perhubungan, dan rambu lalu lintas? Nah, mayoritas seperti ditulis di atas, lebih memilih rambu. Sedangkan sebanyak 24,92% mengaku akan mematuhi perintah polantas.

Persepsi ini bisa jadi memperlihatkan rendahnya pengetahuan publik tentang diskresi polantas. Tak heran ketika menemui instruksi polisi untuk maju hingga melibas zebra cross, esok harinya ketika tidak ada instruksi polantas, masyarakat mendiskresikan dirinya sendiri. Memprihatinkan.

Bahkan, bisa saja persepsi tersebut mencuat karena degradasi rasa hormat dan patuh terhadap petugas. Atau, kondisi yang paling buruk, sikap menghargai aturan dan petugas menyusut demi kepentingan diri sendiri dan tidak menyesal melanggar aturan sebelum merasa dirugikan atas tindakannya tersebut.

Logika berkendara atau berlalu lintas jalan seperti itu memang memprihatinkan. Temuan RSA Indonesia memperlihatkan, logika pengendara soal marka dan rambu juga memilukan. Saat ditanyakan apa fungsi marka garis utuh melintang hanya 16,04% masyarakat yang menjawab benar, yakni sebagai batas perhentian. Temuan di lapangan juga memperlihatkan bahwa persepsi publik soal garis melintang adalah garis membujur yang melarang pengendara berpindah lajur sebanyak 23,83%. Logika tentang melintang dan membujur masih rancu. Tak heran jika di pertigaan atau di perempatan jalan dengan mudah kita melihat para pengguna jalan yang merangsek ke depan hingga mengangkangi garis setop dan zebra cross. Persoalan yang lebih serius, ketika logika berkendara rancu bisa mendorong pelanggaran terhadap aturan yang berujung kecelakaan.

patuhi prioritas_final

Terlibat Kecelakaan

Survey yang digelar sepanjang Januari-Mei 2014 itu memperlihatkan bahwa 49,69% masyarakat pernah terlibat kecelakaan lalu lintas jalan. Sedangkan yang menjawab belum pernah terlibat sebesar 19,94%. Di luar itu mereka menjawab tidak ingin celaka (29,13%), tidak peduli (0,47%), dan tidak menjawab (0,78%).

Mayoritas responden menggunakan kendaraan pribadi yang terdiri atas sepeda motor (70,01%) dan mobil pribadi (14,35%). Selebihnya memanfaatkan angkutan umum, yakni angkutan kota, bus, dan kereta (15,64%).

Responden mengaku memiliki surat izin mengemudi (SIM) untuk sepeda motor, SIM C sebanyak 52,14%. Untuk SIM roda empat atau lebih sebanyak 29,99%. Sedangkan yang tidak memiliki SIM sebanyak 17,87%.

Responden survey sebanyak 642 pengguna jalan yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Mayoritas responden, yakni 52,02% berasal dari Jakarta dan 10,59% dari Bekasi. Selain itu, Depok (9,66%), Sukabumi (4,36%), Bogor (4,21%), Tangerang Selatan (4,05%), Cianjur (3,89%), Tangerang (3,12%), Subang (2,18%), Palembang (1,71%), dan lain-lain (4,21%).

Profesi responden beragam yang mencakup 66,51% adalah karyawan swasta dan 15,42% kalangan mahasiswa. Selain itu, sebanyak 10,90% merupakan buruh pabrik dan selebihnya dari kalangan profesional dan wirausaha sebesar 7,16%.
Dari segi gender, sebanyak 73,52% responden berjenis kelamin laki-laki dan sebanyak 26,48% perempuan.
Sedangkan dari usia, rentang 15-20 tahun (20,09%), 21-25 tahun (24,77%), dan 26-30 tahun (21,50%). Selain itu, 31-35 tahun (14,95%), 36-40 tahun (11,37%), dan di atas 40 tahun (7,32%). (edo rusyanto)

2 Komentar leave one →
  1. 30 Juni 2014 01:49

    yang mematuhi rambu lalulintas di tulis oleh pembohong :p . 72% tu babyak lho tapi kenapa setiap ada lampu merah asal terobos mungkin yak mereka jawab itu tapi ga tay kalo ngelanggar .

  2. 30 Juni 2014 04:04

    owh kaya gitu yah eyang……

    ———————————————-
    titip info mudik bareng lagi eyang…… siapa tahu ada yang perlu
    http://jalanberkarisma.wordpress.com/2014/06/30/mudik-bareng-yamaha-2014-gembira-berangkatnya-tenang-dalam-perjalannya/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: